
"kak Rama suka sama Nadia?"
"enggak kok, gak usah sok tahu deh." jawaban Rama yang terkesan acuh itu malah membuat Nila semakin yakin jika Rama sedang merasakan cemburu kepada Randana dan Dika.
Rama pun segera pergi meninggalkan Nila yang masih mematung, sedangkan Nila pun setelah itu juga pergi ke kelasnya.
*****
Sedangkan Randana, Dika, dan Monik masih berada di parkiran sekolah.
"kayaknya tadi Rama cemburu deh lihat kalian berdua, tapi kalian juga serasi sih. Dan lo anak baru, keren banget sih bisa bikin dua cowok sekaligus suka sama lo. Resepnya apa sih!" ocehan Monik sama sekali tidak digubris oleh Randana, ia masih mematung memikirkan sikap Rama kepadanya tadi.
Kemudian Randana segera pergi dari tempat itu dan berniat menghampiri Rama.
Di tempat itu sekarang hanya tersisa Dika dan Monik.
"thanks ya bro." bisik Monik pada Dika sembari tangan Monik menepuk bahu Dika. Kemudian Monik pergi meninggalkan Dika.
Tanpa sadar Dika mengepalkan tangannya dengan erat "sialan."
*****
Saat Randana ingin menuju ke kelas Rama, ia malah bertemu dengan Nila di lobi. Nila yang melihat Randana segera menghampirinya. Begitu pula dengan Randana yang melihat Nila segera menghentikan langkahnya.
__ADS_1
"Nadia." panggilan Nila membuatnya menghentikan niatnya untuk bertemu dengan Rama.
Randana sama sekali tidak menyebut panggilan Nila "Kamu mau ketemu kak Rama ya?" kini Nila sudah berada di hadapan Randana.
Randana tetap masih saja membisu
"Aku pernah bilang kan sama kamu, kalau kamu suka sama kak Rama aku gak masalah. Kita bersaing secara sehat." ucapan Nila membuat Randana semakin diam.
"Tapi Nad, kalau kamu bikin kak Rama kecewa aku gak suka. seakan kamu permainin perasaan kak Rama kalau kayak gini." lanjut Nila.
"Aku gak mainin perasaan kak Rama kok Nil, aku aja gak tahu kalau kak Rama suka atau enggak sama aku." elak Randana.
"Masa sih gak tahu, kamu gak lihat tadi ekspresi kak Rama waktu lihat kamu sama kak Dika atau kamu juga suka sama kak Dika. Jangan serakah deh Nad." ucapan Nila kini semakin memojokkan Randana.
"ok, kalau gitu jika kamu memang gak suka sama kak Rama. Aku bebas dong buat deketin kak Rama."
"silahkan aku juga udah bilang kan dari awal, kalau kamu harus jujur sama kak Rama." meski mematahkan hati Randana, tapi memang itu yang harus Randana ucapkan.
"Oke." jawaban singkat dari Nila membuat Randana bingung harus berkata apa.
Setelahnya Nila pergi meninggalkan Randana.
Ternyata dari perbincangan panjang antara Randana dan Nila ada sepasang mata yang sedari tadi melihat dan mendengar percakapan mereka.
__ADS_1
"oh jadi Nila juga suka sama Rama. bagus deh kalau gitu. gak perlu capek-capek buat mikir rencana." lirih Monik.
ya ternyata seseorang yang telah mengawasi mereka adalah Monik.
*****
Ternyata dari perdebatan panjang antara Nila dan Randana, membuat mereka saling diam dan tidak saling sapa sama sekali hingga waktu istirahat tiba.
Hari ini Nila terbebas dari tugas sekolah Monik, dan kesempatan istirahat ini Nila gunakan untuk bertemu dengan Rama.
Tanpa sepatah katapun Nila pergi meninggalkan Randana, Randana juga sedikit bingung dengan siap Nila pasalnya Nila sangat jarang dan bahkan tidak pernah berinisiatif untuk keluar kelas apalagi sendirian.
Namun saat ini Nila pergi keluar kelas tanpa mengajak Randana. Hingga membuat Randana pemasaran dibuatnya.
Tanpa basa-basi, Randana perlahan mengikuti kemana Randana pergi.
Setelah beberapa menit langkah Nila terhenti pada salah satu kelas 12 yang dimana itu adalah kelas Rama. Langkah Nila mengendap-endap saat sudah di depan kelas Rama, karena Nila takut jika harus bertemu dengan Monik yang satu kelas dengan Rama.
Nila mengintip dari cedera yang paling belakang untuk mencari tahu keberadaan Rama, ternyata Rama sudah tidak ada di kelasnya bahkan kelasnya sudah nampak sepi hanya ada tiga orang yang berada di kelas itu.
Kini Nila melanjutkan langkahnya lagi untuk mencari keberadaan Nila, dan Randana tetap setia mengikuti langkah Nila berjalan. Entah niat apa yang akan Nila lakukan hingga ia terus bertekat mencari keberadaan Rama.
Bersambung
__ADS_1