RANDANA

RANDANA
BAB 34, Backstreet


__ADS_3

"apa kamu..." ucap Rama menggantung.


"adik dari Rania pricilia, benarkah?" lanjut Rama.


Randana sangat terperangah ketika mendengar perkataan dari Rama.


"ke.. Kenapa kak Rama bisa menyimpulkan seperti itu." ucap Randana yang masih belum ingin mengakuinya.


Rama tersenyum miring mendengar ucapan Randana.


"Awalnya aku sempat ragu, tapi sekarang sudah sangat terlihat jelas." jawab Rama.


"Maksud Kak Rama?" tanya Randana yang masih bingung dengan ucapan Rama.


Rama mulai menceritakan kejadian yang terjadi sore itu ketika ia baru saja pulang dari rumah Randana (bab 23)


Flasback on


Setelah perbincangan sore itu dengan Randana, Rama memutuskan untuk segera pulang. Sesampainya di rumah, ia segera membersihkan tubuhnya. Setelah mandi Rama langsung merebahkan tubuhnya dia atas kasur.


Ia memejamkan matanya sambil mengingat senyuman Randana sore itu sebelum ia pulang.


"Kenapa senyumannya nggak asing ya." gumam Rama dengan mata yang masih terpejam. Namun kemudian ia segera membuka matanya.


"Kenapa aku merasa mengenal senyuman itu. Memang mirip seperti adiknya Rania. Tapi wajahnya aku sedikit lupa. Oh iya sebentar." gumamnya, tiba-tiba Rama teringat oleh sesuatu. Ia segera bangun dari tidurnya mengambil handphone yang berada di atas nakas.


Tangannya mulai mengusap layar handphonenya, ia menekan sebuah aplikasi media sosial yang berlogo mirip kamera. Tampaknya Rama ingin melihat akun media sosial milik Rania, tangannya mulai menjelajahi dan menscrol foto-foto yang ada di akun itu. Entahlah apa yang ia cari, hingga mampu menjelajahi postingan Rania yang berjumlah 150 foto itu.


Dan akhirnya tak butuh waktu lama, sampailah Rama pada postingan Rania yang berada di puncak akhir. Dan foto itulah yang sebenarnya ingin Rama cari.


Di foto itu tampak dua anak gadis yang berusia masih sekitar 12 dan 11 tahun. Mereka terlihat akrab di foto itu bahkan bergandengan tangan. Bahkan di foto itu ada caption yang bertuliskan "my sister" dengan emot hati di sebelahnya.


"Ini kan adiknya Rania." lirih Rama.


Rama terus memandang wajah adik Rania yang ada di foto itu, dan ia tampak tak asing dengan wajahnya.

__ADS_1


"Wajahnya, senyumnya. kenapa sangat mirip. Meskipun tampilan mereka berbeda, tapi ini benar-benar mirip. Gak mungkin kalau meraka adalah satu orang. Adik Rania kenapa sangat mirip dengan Nadia..." gumam Rama.


Flashback off


"Dan sekarang aku sangat yakin jika kamu adalah adik Rania, jadi lebih baik kamu jujur." ucap Rama.


Randana masih tak menyangka jika pada akhirnya Rama akan tahu dengan sendirinya.


"Ya kak Rama memang benar, tapi aku ada alasan melaukan ini." ungkap Randana pada akhirnya


"Kenapa?" tanya Rama.


"Aku masih gak rela jika pelaku yang menabrak kak Rania masih berkeliaran di sini." jawab Randana.


"Bukannya Rania meninggal karena ketidak sengajaan. Memang benar pelaku itu lari tanpa ada tanggung jawab, tapi bukannya itu karena tidak sengaja." ucap Rama.


"Dari beberapa bukti yang udah aku cari, tabrakan itu sepertinya di sengaja tapi aku masih belum yakin dengan pelakunya karena harus ada bukti yang lebih kuat lagi." jelas Randana.


"maksudnya, kamu udah tau siapa pelakunya?" tanya Rama.


"Sudah, tapi aku gak yakin jika belum ada bukti yang mengarah ke dia." jawab Randana.


"Kak Monik! Jika aku mendengar cerita dari Nila. Dulu Kak Monik dan Kak Rania juga sering berantem karena Kak Rania yang selalu belain Nila. Aku yakin alasan Kak Monik karena Nila. Aku juga sempat mendengar waktu itu di kamar mandi jika Kak Monik ingin segera melenyapkan Nila. Tapi untuk menuduh Kak Monik saat ini rasanya kurang tepat jika belum ada bukti yang sangat kuat." jelas Randana.


"Apa yang kamu bilang memang benar, selama ini hubungan Rania dan Monik memang gak baik." ucap Rama.


"Aku mohon ya kak, cukup kak Rama aja yang tahu tentang penyamaran aku." ucap Randana.


"Kamu tenang aja aku bakal jaga kok rahasia kamu, mari kita bekerja sama. Aku bakalan bantu kamu buat cari buktinya." ungkap Rama


"makasih ya kak." ucap Randana.


"ini udah tugas aku kok buat jagain kamu, itu yang aku ucapin ke Rania waktu dia masih hidup." ungkap Rama, kemudian tersenyum ke arah Randana. Suasana pun sedikit canggung setelahnya.


"Kak Rama." panggil Randana.

__ADS_1


"iya." sahut Rama.


"Apa setelah ini perasaan Kak Rama masih sama ke aku?" tanya Randana.


"Masih, perasaanku gak pernah hilang sedikitpun." ungkap Rama.


Randana sedikit berfikir dan terdiam sejenak.


"kalau aku sama Kak Rama, apa Nila akan terluka." ucap Randana.


"Enggak, kamu tenang aja justru Nila malah dukung kita." jelas Rama.


"Kalau gitu aku terima perasaan Kak Rama," ungkap Randana.


Rama sangat terkejut dan gak percaya jika akhirnya Randana akan menerima perasaannya.


"Berarti kita pacaran." tanya Rama memastikan.


Randana hanya mengangguk mengiyakan.


"Tapi kalau kita backstreet gak apa-apa kan kak." ucap Randana.


"Gak masalah, aku tahu alasan kamu apa." ucap Rama.


Randana tersenyum ke arah Rama, dan dibalas olehnya.


"Kak Rama di undang ke acara ulang tahun Kak Monik?" tanya Randana.


"Iya, kenapa." balas Rama.


"Emm.. Kalau gitu besok bisa bareng. Soalnya aku juga di undang sama Kak Monik." ucap Randana.


"Boleh, besok aku jemput ya." ucap Rama.


__ADS_1



Bersambung....


__ADS_2