
Nila masih saja mencari keberadaan Rama, setiap koridor dan taman sudah ia jelajahi namun tetap tidak menemukan sosok Rama.
Randana yang sedari tadi mengikuti Nila secara diam-diam juga masih bingung dan bertanya tanya, hal apa yang sampai membuat Nila harus mengitari sekolah.
Kemudian Nila berhenti dan sedikit berfikir, mengingat tempat apa yang mungkin akan dikunjungi oleh Rama. lalu Nila mulai mengingat-ingat suatu kejadian, dimana Nila, Rama, dan almarhumah Rania dulu sering menghabiskan waktunya saat jam istirahat di perpustakaan. Setelah itu Nila pergi ke perpustakaan, sedangkan Randana tetap setia mengikuti Nila.
Nila mulai memasuki ruang perpustakaan, dan mulai mencari keberadaan Rama.
Ternyata benar, Rama nampak sedang asyik membaca komik.
"kak Rama." panggil Nila dengan nada lirih, yang sudah berada di dekat Rama.
Rama mendongakkan kepalanya melihat suara siapa yang sudah memanggilnya.
"Nila."
"Dari tadi Nila cariin kak Rama kemana-mana, tahu nya malah disini." gerutu Nila.
"kenapa?" jawaban singkat keluar dari mulut Rama.
suasana seketika hening sementara sebelum akhirnya Nila mulai memjawab pertanyaan singkat dari Rama.
"Ada yang ingin Nila bicarakan sama kak Rama, tapi tolong jangan disini ya kak." kata Nila memerintah.
Rama mendenguskan nafasnya "Ya udah boleh, kita bicara diluar sekarang."
Rama mulai menaruh komik yang sudah ia baca dari tadi ke tak, kemudaian ia mulai menuju untuk keluar dari perpustakaan dan disusul oleh Nila dibelakangnya.
Sedangkan Randana dari tadi mengintip mereka dari rak buku.
Saat Randana ingin mengikuti arah Rama dan Nila, tak sengaja ia menabrak salah satu siswa yang sedang membawa setumpuk buku, buku itu jatuh berceceran di lantai. Mau tidak mau Randana harus membantu siswa itu terlebih dahulu untuk membereskan buku yang terjatuh, meski harus kehilangan jejak Rama dan Nila.
Setelah selesai membereskan buku-bukunya, Randana mulai pergi keluar dari perpustakaan. Dilihatnya sudah tak nampak keberadaan Rama dan Nila. "Sialan... kemana coba mereka perginya." runtuk Randana.
Randana melihat ke sudut kiri ataupun kanan, namun tetap saja tidak menemukan keberadaan Nila dan Rama.
Sedangkan Nila dan Rama nampak menuju ke arah taman, hingga sampailah mereka pada kursi yang terletak dipinggir taman.
"Kamu mau ngomong apa?" tanya Rama mengawali percakapan di antara mereka.
__ADS_1
Namun Nila tak lekas menjawab pertanyaan Rama, ia malah sibuk mengotak-atik handphone.
Kemudian Nila menunjukkan sebuah foto dari handphonenya. "Aku dikirimkan foto ini sama nomor yang tidak dikenal tadi pagi." jelas Nila. Difoto itu nampak foto Randana dan Rama sedang berboncengan.
"Ini memang foto aku dan Randana kemarin waktu pulang sekolah, kenapa sama fotonya?" Rama bersikap biasa saja saat melihat fotonya dengan Randana.
"Maaf kak sebelumya ada yang lebih dari ini yang ingin aku jelaskan sama kak Rama." Ucap Nila. lalu ia melihat jam tangan yang berada di tangannya. terlihat jam sudah menunjukkan kurang lima menit lagi mereka harus masuk ke kelas.
"Tapi kalau di jelaskan sekarang nakal panjang banget sih kak, kalau nanti pulang sekolah bisa?" usul Nila.
Sebenarnya Rama tidak mengerti dengan sikap dan maksud Nila, namun karena dia juga sedikit penasaran maka Rama menerima ajakan Nila.
"kalau gitu kita ketemuan di tempat ini lagi ya, sepulang sekolah." Ucap Rama, disertai anggukkan dari Nila.
Randana masih mencari keberadaan Nila dan Rama, namun tetap saja tidak kunjung menemukan keberadaan mereka. Dan beberapa menit kemudian.
Ttttteeeeeetttttt.....
suara bel sudah berbunyi pertanda jam masuk ke dua dimulai, dan Randana harus kembali ke kelasnya.
Saat Randana ingin putar balik ke kelas nya, tiba tiba muncul Rama dan Nila yang baru saja keluar dari taman. Mereka bertiga nampak canggung dan saling tatap-tatapan.
"kalian berdua habis dari mana?" tanya Randana penasaran.
"kamu sendiri ngapain di sini?" tanya Rama yang masih terlihat cuek di depan Randana.
"Ngobrol apa?" bukannya menjawab pertanyaan Rama, Randana malah bertanya balik.
"Bukan urusan kamu." jawaban singkat dari Rama membuat hati Randana seperti tertusuk.
Pasalnya Rama masih bersikap acuh pada Randana. Setelah mengatakan itu, Rama langsung pergi meninggalkan Randana dan Nila menuju ke kelas nya.
Kemudian Nila juga meninggalkan Randana tanpa sepatah kata pun.
Randana seperti tertusuk jarum berkali-kali, karena baru kali ini ia diabaikan oleh sahabat dan orang yang telah mengisi hatinya.
Randana berjalan di belakang Nila yang hendak pergi ke kelas.
"kamu masih marah sama aku ya Nil?" Ucapan Randana menghentikan langkah Nila. Kemudian Nila menghadap ke arah Randana.
__ADS_1
"Enggak kok, aku gak marah sama kamu Nad. Tapi untuk saat ini aku mohon biarkan aku sendiri dulu." Jawab Nila.
*****
Jam pulang sekolah pun telah tiba, Nila hendak menuju ke kelas Monik untuk meminta izin bahwa dia akan pulang terlambat.
"Kak aku masih ada kegiatan kelompok di sekolah, jadi aku izin pulang terlambat." Ucap Nila pada Monik.
"Terserah lo aja deh, yang penting lo udah izin ke bokap gue gak mau tahu." jawab Monik kemudia pergi meninggalkan Nila.
Setelah itu Nila segera pergi menuju ke taman untuk bertemu Rama. Namun saat sampai di taman, Nila tidak menemukan keberadaan Rama.
Sudah lama menunggu akhirnya Rama muncul juga.
"ku kira kak Rama gak bakal kesini." Ucap Nila.
"Ya udah kamu mau ngomong apa tadi?" ucap Rama tanpa basa basi.
Nila mengatur nafasnya dalam-dalam.
"Aku suka sama kak Rama?" Ucapan Nila membuat Rama terdiam, ia pun bingung harus menjawab apa.
"Mungkin kak Rama gak bisa balas perasaan aku, tapi aku gak masalah kok kak. cukup lihat kak Rama bahagia aku juga ikut bahagia." Ucap Nila, Rama masih saja terdiam.
"Aku cuma mau ungkapin perasaan ini ke kak Rama, tanpa harus meminta jawaban."
"Eem, makasih Nil udah berani ungkapin perasaan kamu ke aku, tapi seperti yang udah kamu katakan tadi sama aku kalau aku gak bisa balas perasaan kamu. Maaf ya Nil." Dan akhirnya Rama membuka suaranya juga, meski mematahkan hati Nila.
"Gak apa apa kok kak, aku udah tahu pasti itu jawaban kak Rama." Ucap Nila.
"Tapi ada juga hal yang lebih penting dari ini kak, yang pengen aku ungkapin ke kak Rama." timpal Nila lagi.
"Apa?" tanya Rama penasaran.
"soal foto yang aku perlihatkan ke kak Rama tadi." jawab Nila.
"Memang kenapa sama fotonya? tanya Rama lagi.
"Bukan masalah fotonya, tapi pengirim fotonya." seru Nila.
__ADS_1
"Maksudnya?" tanya Rama yang masih belum paham dengan maksud Nila.
Bersambung.