Reagan

Reagan
Reagan 10


__ADS_3

Tobi memegang pipinya yang terasa sangat sakit karena pukulan Reagan cukup kuat juga. Tangan Tobi terangkat, dia memberikan isyarat lewat gerakan jarinya agar kedua anak buahnya maju melawan Reagan.


Siswa yang tadi mengantarkan Reagan kepada Tobi maju lebih dulu. Ia mengepalkan tangannya dan ingin meninju wajah Reagan.


Regan menangkap kepalan tangan tersebut, dengan mudahnya tangan lain Reagan memberikan pukulan pada perut siswa tersebut hingga mengaduh kesakitan.


Melihat temannya yang tumbang ia segera memberikan perlawanan. Belum sempat memberikan pukulan pinggangnya lebih dulu mendapat tendangan dari samping.


Reagan menatap kedua anak buah Tobi yang tumbang. “Kau harus mencari orang yang jago bela diri jika ingin melawanku,” ujar Reagan dengan nada sombongnya.


Tobi merasa sangat terhina, tapi ia tidak pandai bela diri untuk berduel dengan Reagan. “Baiklah aku akan mengakuinya di depan Pak Dikta,” putus Tobi. Dia juga tidak ingin babak belur di tangan Reagan. Dan yang Tobi dengar Reagan cukup pandai bela diri, bahkan Reagan tidak takut menghajar kakak kelas hingga mereka semua tunduk kepada Reagan di sekolahnya dulu.


“Sekarang!” perintah Reagan.


Tobi mengangguk dan berjalan meninggalkan kedua anak buahnya. Ia berjalan begitu saja melewati tubuh Reagan.


Reagan menatap kedua anak buah Tobi yang tampak terduduk di lantai memegangi bagian yang terkena pukulan. “Laporkan perbuatanku pada kalian,” ujar Reagan. Ia berjalan meninggalkan tempat tersebut menuju toilet yang berada di area kelas sebelas.


Dari kejauhan Reagan melihat Bianca yang tengah berjalan bersama temannya.


Kaki Reagan berhenti saat tubuh Bianca menghadang jalannya.


“Terima kasih,” ungkap Bianca tulus. Saking terkejutnya tadi ia lupa berterima kasih pada Reagan.

__ADS_1


Reagan menatap wajah Bianca. “Minggir.”


Wajah Bianca melongo, ucapan Reagan di luar prediksi Bianca. “Apa?” tanya Bianca.


Tangan Reagan memegang bahu Bianca, lalu menggeser tubuh Bianca agar tidak menghalangi jalannya.


Reagan berjalan meninggalkan Bianca. Sementara Bianca membalikkan tubuhnya menatap punggung Reagan.


Bel tanda istirahat selesai berbunyi nyaring. “Ayo ke kelas,” ajak Anisa.


Bianca mengangguk dan berjalan beriringan bersama Anisa menuju kelas.


“Aku liat ponsel kamu baru ya?” Tanya Anisa.


“Kenapa beli ponsel baru, memang ponselmu ke mana?” tanya Anisa penasaran.


“Ada tapi rusak gara-gara di celup-celupkan ke dalam air oleh Reagan. Lalu di lempar begitu saja ke lantai,” ucap Bianca dengan nada sedikit kesal mengingat kejadian kemarin.


“Kapan?”


“Kemarin,” jawab Bianca.


Mereka masuk ke dalam kelas dan duduk di kursi. Anisa yang masih penasaran dengan cerita Bianca berbisik ke arah temannya. “Kamu hutang bercerita padaku ya, aku penasaran akan kejadian kemarin. Dan bagaimana bisa kamu pulang bersama Reagan.”

__ADS_1


Bianca menengok ke arah Anisa. “Oke,” jawab Bianca.


Mereka mulai fokus pada kegiatan belajar.


Bel pulang sekolah berbunyi cukup nyaring. Para siswa mulai berangsur meninggalkan kelas.


“Bianca,” panggil Bu Indah selaku guru bahasa Indonesia sekaligus wali kelas sebelas D.


Bianca menengok ke depan kelas tempat meja guru berada.


Bianca menutup tasnya dan berjalan menghampiri meja guru. “Iya Bu,” ucap Bianca tepat di depan Bu indah.


“Kamu saudara Reagan, sekaligus teman sekelas. Ibu rasa tugas ini tidak sulit untuk kamu,” ujar Indah.


“Tugas apa Bu?”


Indah menatap Bianca dengan pandangan lembutnya. “Ibu dapat laporan jika sudah dua hari ini Reagan tidak masuk ke kelas, karena mendapat hukuman. Ada beberapa mata pelajaran yang tertinggal. Ibu tugaskan kamu untuk membantu Reagan agar tidak ketinggalan pelajaran,” pinta Indah.


“Kenapa harus Bianca Bu?”


Indah tersenyum mendengar pertanyaan Bianca. “Kalian kan bersaudara, mengingat riwayat Reagan ibu rasa kamu yang lebih cocok berkomunikasi dengannya.”


“Baik Bu,” jawab Bianca. Ia tidak mungkin menolak, meskipun dalam hati terdalamnya ia sangat ingin menolak.

__ADS_1


“Terima kasih ya Bianca,” ujar Indah. Kini ia merasa tenang telah mengurus satu masalah kecil yang akan menjadi besar jika tidak di tangani.


__ADS_2