Reagan

Reagan
Reagan 34


__ADS_3

Reagan sudah sepuluh menit menunggu di motornya namun Bianca tidak kunjung datang, padahal Reagan ingin mengantar Bianca pulang.


Dua orang siswi melewati Reagan sambil berbincang. “Kayaknya Jesica punya target baru untuk di bully, siswi kelas sebelas. Kalau enggak salah namanya Bianca deh.”


“Tapi apa salahnya ya, sampai jadi target bully Jesica?” sahut temannya.


Reagan yang mendengar nama Bianca mulai merasa khawatir, ia turun dari motornya dan berlari sekuat tenaga untuk sampai di kelasnya. Dari lorong Reagan melihat tubuh Bianca yang terduduk di lantai dengan suara isakan yang terdengar ke telinga Reagan.


Reagan menambah kecepatan larinya dan ikut berjongkok di hadapan Bianca. Ia menarik dagu Bianca agar melihatnya, perhatian Reagan tertuju pada Kening Bianca yang mengeluarkan darah. “Siapa yang melakukan ini padamu?” tanya Reagan dengan nada geram.


Air mata Bianca semakin deras saat melihat wajah khawatir Reagan. “Jesica,” ucap Bianca dengan suara pelan dan hanya dapat di dengar oleh Reagan.


Reagan bangkit dan berjalan dengan cepat meninggalkan Bianca. Sampai di lapangan Reagan melihat Jesica yang tengah berjalan bersama kedua temannya. Reagan menghampiri Jesica.


“Reagan ada apa?” tanya Jesica dengan nada lembut dan senang karena tidak biasanya Reagan menghampirinya lebih dulu.


Reagan menarik rambut Jesica agar mengikuti langkahnya.


“Reagan sakit,” rengek Jesica.


Reagan tidak memedulikan ucapan Jesica dan terus menarik rambut Jesica sampai di kolam ikan, tempat saat Reagan pernah mendorong Bianca sampai jatuh ke kolam.


Reagan mendorong tubuh Jesica ke dalam kolam. Jesica memandang tubuhnya yang basah kuyup. “Apa yang kau lakukan Reagan, kenapa membuatku basah seperti ini?”

__ADS_1


Reagan berjongkok agar sejajar dengan tubuh Jesica yang sebagian tubuhnya terendam air kolam. “Aku tidak akan pernah mengampunimu!”


Reagan menarik kepala Jesica dan mengantukkannya ke pinggiran kolam ikan, sehingga mengeluarkan darah. Seolah tak puas Reagam menenggelamkan kepala Jesica ke dalam air.


Tangan Jesica bergerak tak karuan mencari pegangan agar ia dapat berdiri. Dorongan tangan Reagan serta kepalanya yang sakit membuat Jesica kesulitan untuk berdiri mengambil nafas.


Beberapa murid yang melihat memandang ngeri terhadap perbuatan Reagan. Namun tak ada juga yang berani membantu, bahkan kedua teman Jesica hanya mematung dari kejauhan tanpa berani menolong.


Jesica mulai kehabisan nafas, ia memegang kuat tangan Reagan untuk menyingkirkan tangan Reagan yang menekan kepala Jesica ke dalam air. Namun terlalu banyak air yang masuk ke dalam mulut dan hidungnya membuat dada Jesica terasa sesak dan ia kehabisan nafas hingga kehilangan kesadaran.


Saat tidak mendapatkan perlawanan dari Jesica, Reagan membiarkan tubuh Jesica berada di dalam air.


Reagan mendekati kedua teman Jesica. “Jika kalian masih mengganggu Bianca, akanku habisi kalian semua dengan tanganku sendiri!” ancam Reagan.


Reagan berjalan meninggalkan mereka. Sementara dua teman Jesica tampak panik melihat tubuh Jesica mulai tenggelam ke dalam kolam. “Cepat minta bantuan,” ujar salah satu teman Jesica.


Reagan kembali menghampiri Bianca yang tampak masih menangis di tempat semula ia tinggalkan.


Reagan kembali berjongkok di hadap Bianca.


“Reagan jahat meninggalkan Bianca begitu saja,” ungkap Bianca di tengah tangisnya.


Jemari Reagan menghapus air mata Bianca. “Ayo ke UKS,” ajak Reagan.

__ADS_1


Bianca menghentikan tangisnya dan menatap Reagan. “Bianca mau pulang saja,” ujar Bianca.


Reagan menarik tangan Bianca agar ikut berdiri bersamanya. “Keningmu harus di obati dulu,” ucap Reagan seolah tak ingin di bantah.


Bianca memilih menundukkan kepalanya saat Reagan membawanya berjalan menuju UKS. Sementara sepanjang perjalanan Bianca menatap tangannya yang di tarik Reagan. Bianca tidak bisa menuruti permintaan Jesica bagaimana pun Bianca sudah jatuh cinta pada Reagan, belum lagi perhatian kecil Reagan membuat Bianca nyaman berada di sisi Reagan.


Reagan masuk ke dalam ruang UKS. Seorang guru yang menjaga melihat kedatangan Bianca dan Reagan segera mengambil kotak P3K, terlebih ia melihat luka di kening Bianca.


“Duduk di sini,” ucap guru tersebut.


Bianca mengikuti arahan untuk duduk. Saat Reagan hendak keluar dengan cepat Bianca menahan tangan Reagan, ia tidak mau sendirian.


Guru tersebut tersenyum melihat interaksi kecil mereka.


“Cepat obati luka Bianca, bukan malah tersenyum melihat kami,” ujar Reagan yang kesal.


Bianca menatap ke arah Reagan dengan mata melotot berharap Reagan mengerti jika ucapannya tidak pantas.


Guru penjaga UKS tersebut melakukan tugasnya dengan mengobati luka Bianca.


Dari luar terdengar kerusuhan. Bianca terkejut saat melihat tubuh Jesica yang basah kuyup tidak sadarkan diri di letakkan pada brankar.


“Tolong bantu siswi ini, tadi ia sudah sadar setelah keluar air dari mulutnya. Namun kembali pingsan,” ujar pria yang membawa tubuh Jesica.

__ADS_1


__ADS_2