Reagan

Reagan
Reagan 11


__ADS_3

Bianca dan Anisa keluar dari kelas bersamaan, mereka berjalan menuju gerbang sekolah.


“Ayo ceritakan apa yang terjadi kemarin?” tanya Anisa penasaran.


“Ya begitu kemarin Reagan ngasih helm memberikan tumpangan untuk pulang bareng, karena sopir mengantar Luisa aku jadi tidak di jemput. Belum sampai rumah aku di turunkan di tempat sepi, mana ponselku di minta. Terus tiba-tiba Reagan melajukan motornya meninggalkan aku di pinggir jalan.”


Anisa menyimak cerita Bianca dengan baik. “Setega itu dia turunkan kamu di pinggir jalan?” tanya Anisa dengan nada terkejutnya.


Bianca mengangguk. “Iya, mana panas lagi. Aku sendirian di jalan udah kayak anak ilang, enggak ada orang yang aku kenal lewat. Karena kesal aku lempar helm Tobi sembarangan.”


“Helm dua belas juta Tobi kamu lempar begitu aja?”


Bibir Bianca mengerucut. “Kalau tahu harganya segitu enggak akan aku buang begitu saja.”


“Terus, rencananya sekarang mau bagaimana soal masalah Tobi?”


Langkah Bianca terhenti saat melewati lapangan. Ia tidak salah lihat kan. “Itu Reagan?” tanya Bianca pada Anisa.

__ADS_1


Anisa mengikuti arah pandang Bianca yang tertuju pada tiga murid yang berada di depan tiang bendera. “Reagaaan,” panggil Anisa.


Bianca memukul bahu Anisa yang tiba-tiba berteriak memanggil Reagan.


Reagan menengok ke arah suara yang memanggilnya. Sementara kedua anak buah Tobi ikut menengok.


Bianca tidak habis pikir dengan apa yang di lakukan dua pria yang memegang payung agar Reagan tidak terkena panas Matahari yang cukup menyengat. Sementara dapat Bianca pastikan Tobi si pemilik helm yang mereka bicarakan berdiri kepanasan memberi hormat ke arah tiang bendera.


Anisa menutup mulutnya yang ingin tertawa kala menyadari payung yang mereka pakai untuk menutupi Reagan berwarna merah muda “Otot macho, payung merah muda.” Anisa tertawa karena ucapannya sendiri.


Bianca ikut tertawa mendengar ucapan Anisa. Ia juga tidak menyangka Reagan mau memakai payung berwarna merah muda.


Melihat Anisa yang meninggalkannya Bianca hendak segera menyusul, namun tangannya tertahan karena tarikan Reagan.


Reagan menarik tangan Bianca, dan memberikan tatapan tajamnya. “Kamu berani menertawaiku?”


Wajah Bianca tampak ketakutan melihat ekspresi Reagan yang sangat mengintimidasi. “Aku tidak bermaksud menertawakanmu,” kilah Bianca.

__ADS_1


Reagan menarik tangan Bianca untuk mengikuti langkahnya.


“Reagan lepaskan,” ucap Bianca. Ia berusaha menarik tangannya agar terlepas, namun usahanya sia-sia. Pegangan Reagan sangat erat. “Reagan sakit,” keluh Bianca.


Reagan melepaskan tangannya. Ia menatap kesal ke arah Bianca. Reagan menunggu Bianca meminta maaf tapi wanita itu malah menampilkan wajah kesalnya ke arah Reagan.


Bianca terkejut saat tubuhnya di dorong begitu saja oleh Reagan.


Byuuur! Tubuh Bianca jatuh ke dalam kolam ikan.


Reagan cukup puas melihat tubuh Bianca yang jatuh ke dalam kolam ikan, dengan keadaan pakaiannya yang tampak basah. Dengan santainya Reagan berjalan meninggalkan Bianca.


“Reagaaaaan,” teriak Bianca kesal. Beberapa siswa yang belum pulang melirik ke arah suara Bianca.


Bianca keluar dari kolam dengan seluruh pakaiannya yang basah. Ia berlari ke arah toilet karena malu. Apalagi sekolah belum sepenuhnya sepi, banyak orang yang melihat ke arahnya.


Begitu masuk ke toilet wanita Bianca teringat akan ponsel baru miliknya, ia segera mengeluarkannya agar tidak terkena air terlalu banyak.

__ADS_1


Bianca akhirnya bisa bernafas lega setelah memastikan ponselnya masih nyala. Bianca membuka tasnya, seluruh bukunya basah terkena air. Tangan Bianca mengepal dengan wajah yang memerah menahan amarah. Bianca sangat kesal dengan kelakuan Reagan kali ini, ia akan mengadukannya pada Ignazio.


__ADS_2