Reagan

Reagan
Reagan 24


__ADS_3

Halo selamat pagi semuanya 😊


Selamat menjalankan ibadah shaum di bulan suci ramadhan, bagi umat muslim.


Semoga di beri kesehatan dan semoga di limpahkan rezeki untuk kita semua di bulan yang penuh berkah ini 💕


Selamat membaca 💕


“Reagan sangat tampan, Bianca suka.”


Reagan berjalan mendekat ke arah Bianca, tangannya menarik dagu Bianca agar menatapnya.


Dalam jarak sedekat ini Bianca tidak bisa bernafas dengan benar, jantungnya berdetak tidak karuan. Pipinya memerah kala mendapat tatapan serius dari Reagan. Mata Bianca membelalak kala wajahnya dengan Reagan semakin mendekat, Bianca merasakan bibirnya seperti di hisap oleh Reagan. ‘Apa ini yang di sebut ciuman?’ tanya Bianca dalam hati.


Tubuh Bianca terpaku kejadian beberapa detik barusan membuat Bianca menjadi batu.


Reagan menarik dirinya dari Bianca. Wajah wanita itu terlihat sangat terkejut, dan Reagan sangat puas dengan hasilnya. Ia berjalan keluar dari ruangan meninggalkan Bianca yang tidak bergerak sedikit pun.


Bianca mendengar suara pintu ruangan yang tertutup. Tubuh Bianca lemas, tangannya bertumpu pada sandaran sofa. Kejadian mengejutkan barusan tidak pernah Bianca duga, perasaan senang membuncah dalam hati Bianca. Kali ini rasanya lebih hebat dari pada saat ia bertabrakan bibir dengan Reagan.

__ADS_1


Bianca menormalkan nafasnya, bibirnya tidak berhenti tersenyum. Pipinya semakin merah dan terasa panas. Bianca menutup wajahnya mengunakan kedua telapak tangannya. ‘Apa ini yang di namakan jatuh cinta? Astagaaa Reagan,’ batin Bianca.


Sudah setengah jam berlalu Bianca masih berdiri di tempatnya, dengan perasaan yang sama.


Namun suara pintu yang terbuka membuat wajah Bianca berubah menjadi terkejut. Ia menengok ke belakang dan mendapati Reagan masuk.


“Kenapa kamu masih di sini?” tanya Reagan. Ia berjalan melewati Bianca dan duduk di kursi kerjanya.


Bianca berjalan menghampiri Reagan, ia duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan Reagan. Tangannya mengeluarkan buku dari dalam tas. “Bianca kan sudah bilang, kalau lita belajar bersama,” jawab Bianca.


“Pulang! Minta sopir untuk menjemputmu.”


Dengan entengnya Reagan mengangguk. “Pergilah,” ujar Reagan dengan tangan yang bergerak mengisyaratkan agar Bianca keluar.


“Tidak mau, Reagan tidak boleh berbuat seenaknya sepeti itu pada Bianca.”


Mengingat keras kepala Bianca sebelum mereka ke resto akhirnya Reagan bangkit dari duduknya, ia menarik tangan Bianca agar mengikuti langkahnya.


“Kita mau ke mana lagi?” tanya Bianca. Ia berusaha mengimbangi langkah cepat Reagan.

__ADS_1


Reagan tidak menjawab ucapan Bianca. Ia membawa Bianca ke depan resto. Seorang penjaga pintu masuk membungkuk hormat ke arah Reagan. “Jangan biarkan dia masuk!”


Pria tersebut mengangguk patuh.


Bianca sangat terkejut dengan ucapan Reagan. Saat Reagan berjalan masuk Bianca hendak menyusul, namun seorang pria bertubuh tegap menghalangi jalan Bianca.


“Anda tidak boleh masuk,” ujar pria tersebut.


Bianca berkacak pinggang. “Apa kamu tidak tahu jika aku pacar Reagan, bahkan kami baru saja berciuman. Jadi jangan menghalangiku.”


Pria tersebut tidak terpengaruh dengan ucapan Bianca. Menurutnya ucapan anak kecil tersebut tidak masuk di akal, jika memang benar pacarnya lalu mengapa Reagan mengusirnya dan tidak memperbolehkannya masuk. “Lebih baik Anda pergi saja. Jangan mengganggu ketenangan pengunjung.”


Bianca hendak masuk ke dalam resto namun tangannya di tarik oleh pria itu. “Lepaskan jangan menyentuhku,” ketus Bianca.


Tubuh kecil Bianca dengan mudah di seret oleh pria itu hingga ke trotoar jalan. “Pergi dari sini, dan jangan mengaku-ngaku pacar Tuan Reagan lagi.”


Bianca menatap sengit ke arah pria tersebut. “Lihat saja nanti, kamu orang pertama yang aku pecat!” ucap Bianca dengan percaya dirinya.


Sementara pria itu menganggap angin lalu ucapan Bianca dan kembali ke pintu masuk untuk berjaga.

__ADS_1


__ADS_2