Reagan

Reagan
Reagan 43


__ADS_3

Bianca menatap resto milik Reagan yang tutup, Bianca mencoba menghubungi nomor Reagan. Kali ini Bianca mendengar sebuah getaran dari dalam mobil yang terparkir tepat di samping tubuh Bianca. Bianca mengintip lewat jendela, ia melihat ponsel Reagan yang menyala tergeletak di tempat pijakan kaki. Sedang asyik mengintip Bianca terkejut saat rambutnya di tarik dari belakang oleh seseorang.


“Aaaaaw sakit,” keluh Bianca dengan suara kencangnya.


Bianca menengok ke samping dan terkejut saat melihat Reagan yang menarik rambutnya.


Reagan segera melepaskan tangannya dari rambut Bianca, ia pikir ada penguntit yang sengaja ingin mengintip mobil miliknya.


“Reagan sakit!” ujar Bianca dengan wajah cemberutnya, sementara tangannya mengusap rambutnya yang terasa perih karena di tarik Reagan tanpa belas kasihan.


“Sedang apa kamu di sini?”


Bianca maju satu langkah mendekati tubuh Reagan. Tatapannya menatap tajam ke arah Reagan. “Reagan ke mana saja, kenapa tidak masuk sekolah? Tidak mengangkat telepon Bianca?”


“Bukan urusanmu,” ketus Reagan.

__ADS_1


“Apa Reagan bilang? Bukan urusan Bianca?”


Reagan sedikit terganggu dengan suara Bianca yang sedikit lebih kencang dari biasanya. Reagan memilih menekan tombol kontak mobilnya dan membuka pintu mobilnya.


Tidak ingin kehilangan jejak Reagan Bianca segera memeluk tubuh Reagan dari belakang. “Reagan ke mana saja? Jangan membuat Bianca khawatir seperti ini,” ujar Bianca dengan nada sedihnya bahkan ia ingin menangis karena telah berhasil bertemu dengan Reagan.


Jantung Reagan berdetak sangat kencang, pelukan dari Bianca membuat hatinya tak bisa berbohong. Jika ia sangat senang bisa bertemu dengan Bianca, sekuat apa pun ia berusaha untuk meyakinkan dirinya bahwa ia harus menjauh dari Bianca. Berusaha menghilangkan pikirannya yang terisi oleh Bianca, namun tak dapat di pungkiri ia membutuhkan waktu bersama Bianca. Keponakannya ini sudah berhasil membuat Reagan jatuh cinta dalam sekejap dan tak ingin melepaskannya.


“Lepaskan!”


Bianca menggeleng-gelengkan kepalanya tanpa melepaskan pelukannya. “Reagan tidak tahu kan Bianca bersusah payah melarikan diri dari rumah demi bertemu Reagan. Bahkan kaki Bianca masih sakit karena melompat dinding pembatas rumah,” keluh Bianca dengan nada pelannya.


Bianca merasa tersentuh dengan perhatian Reagan, ia memajukan kaki kanannya mendekat pada Reagan. “Yang ini,” jawab Bianca.


Tangan Reagan membawa kaki Bianca, dan memperhatikannya dengan baik-baik. “Tidak bengkak, kakimu baik-baik saja,” ujar Reagan. Dia berdiri dan menatap Bianca dengan tatapan dinginnya karena kesal merasa di bohongi.

__ADS_1


“Reagan tidak percaya?” tanya Bianca.


“Sudah pulang sana,” usir Reagan ia mendorong tubuh Bianca yang menghalangi jalannya.


Kaki Bianca yang sedikit ngilu tidak dapat menyeimbangkan tubuhnya, bokongnya berakhir mendarat pada kerasnya beton jalanan. “Aaaaa Reagan jahat,” teriak Bianca dengan tangisan yang cukup kencang.


Reagan yang panik akhirnya membantu Bianca untuk kembali berdiri. “Maaf aku tidak sengaja,” ujar Reagan. Ia merasa bersalah dan kasihan melihat Bianca meneteskan air matanya.


“Huhuhu Mommy, sakit,” ucap Bianca di tengah tangisnya.


Jemari Reagan menghapus air mata Bianca, “Sudah jangan menangis lagi, maaf aku tidak sengaja mendorongmu.”


Suara lembut Reagan membuat Bianca menghentikan tangisnya, ia menatap serius ke arah Reagan. “Bianca suka jadi pacarnya Reagan, tapi Bianca tidak suka Reagan bersikap kasar seperti barusan,” ujar Bianca serius.


“Sebaiknya kita akhiri saja hubungan ini, kamu bisa mencari pria lain.” Sejujurnya Reagan tidak ingin mengatakan hal ini, namun dia juga tidak ingin menyakiti Bianca lebih dalam lagi. Jelas-jelas hubungan ini di tentang oleh orang tuanya, dan pada akhirnya hanya akan menyisakan luka yang lebih dalam jika Reagan berusaha mempertahankannya.

__ADS_1


Wajah Bianca terkejut bukan main, ia tidak menyangka Reagan akan berkata seperti itu. Ada rasa sakit yang Bianca rasakan. “Maksud Reagan kita putus?”


“Iya,” jawab Reagan singkat padat dan jelas.


__ADS_2