
Bianca keluar dari ruang UKS karena lukanya telah selesai di obati. Bianca menghentikan langkahnya di tempat parkir dan menatap ke arah Reagan. “Kamu menceburkan Jesica ke kolam?” tanya Bianca penasaran.
Reagan menganggukkan kepalanya, ia mengambil helm dan mengenakannya.
“Apa hanya di ceburkan saja?” ujar Bianca tidak terima. “Apa kamu tidak melihat keningku sampai luka seperti ini karena ulahnya,” Adu Bianca. Ia tidak terima Reagan hanya mendorong Jesica ke kolam saja.
Reagan mengambil helm untuk Bianca dan memasangkannya di kepala kekasihnya.
“Aku tidak terima, kamu pacarku masa tidak membalas dendam pada Jesica,” celoteh Bianca lagi karena Reagan tidak menggubris ucapannya.
“Lalu aku harus melakukan apa, membunuhnya?” Padahal Reagan hampir kehilangan akal dan ingin membuat Jesica mati di tangannya.
Dengan cepat Bianca menggelengkan kepalanya, dia tidak ingin Reagan menjadi pelaku krim inal. “Jangan, aku tidak mau kamu masuk ke dalam penjara,” ungkap Bianca.
Reagan meraba kening Bianca yang terbalut. “Apa ini sakit?” tanya Reagan.
Bianca mengangguk dengan wajah sedihnya. “Bianca tidak pernah mendapat perlakuan kasar seperti ini, Reagan bisa bicara tidak sama Om Filio untuk mengeluarkan Jesica dari sekolah ini?”
“Jesica tidak akan pernah berani lagi mengganggumu,” jawab Reagan.
“Tapi Bianca takut.”
Reagan menangkup kedua pipi Bianca menggunakan kedua tangannya. “Aku akan menjagamu, jadi jangan khawatir.”
Bianca mengerucutkan bibirnya, “Tapi barusan Reagan datang terlambat, bagaimana Bianca percaya coba.”
__ADS_1
Reagan mencubit pipi Bianca dengan gemas. “Ayo naik.”
"Sakit Reagan," keluh Bianca.
Bianca naik ke atas motor, tanpa ragu kali ini Bianca memeluk Reagan dari belakang.
“Kamu mau jalan-jalan dulu?” tanya Reagan.
Bianca mengangguk dengan semangat, “Nonton yuk,” usul Bianca.
Reagan mengangguk setuju, ia mulai melajukan motornya menuju mall terdekat untuk memenuhi keinginan Bianca.
Sampai di tempat parkir Bianca dan Reagan turun dari motor. Jantung Bianca langsung berdetak kencang saat tangannya di genggam Reagan.
“Reagan, Bianca bukan anak kecil lagi,” rajuk Bianca.
Reagan menatap luka di kening Bianca yang terbalut, “Apa masih sakit? Kita pulang saja ya,” usul Reagan. Ia melupakan luka Bianca saat mengajaknya jalan.
“Bianca tidak mau pulang. Ayo cepat,” ucap Bianca. Ia menarik Reagan untuk memasuki mall.
Reagan tersenyum melihat tingkah Bianca yang bersemangat. Ada rasa bahagia dapat mengabulkan keinginan Bianca, sebagai penebusan untuk kemarin karena Reagan tidak bisa menuruti keinginan Bianca.
Bianca memilih film yang ingin dia tonton, tidak lupa mereka membeli popcorn serta minum.
Saat berjalan menuju studio Reagan melirik dua popcorn yang di pegang Bianca. “Kamu yakin bisa menghabiskan dua bungkus popcorn, tidak takut gemuk?”
__ADS_1
“Memangnya kalau gemuk kenapa, Reagan tidak akan suka lagi pada Bianca?”
Reagan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan Bianca. Meski pun dalam benaknya Reagan tidak masalah jika Bianca benar-benar gemuk.
“Kalau begitu ini buat Reagan saja,” ujar Bianca menyodorkan salah satu popcorn di tangannya.
“Aku tidak mau,” jawab Reagan.
“Reagan harus mau, Bianca tidak mau gendut. Nanti Reagan tidak suka Bianca lagi dan mencari wanita lain, Bianca tidak mau itu terjadi,” ujar Bianca dengan nada sedih.
“Bianca suka popcorn?” tanya Reagan.
Kepala Bianca mengangguk antusias. “Selain suka Popcorn, Bianca juga suka es krim ... dan suka Reagan,” ucap Bianca dengan malu-malu.
Reagan tersenyum melihat pipi Bianca yang bersemu merah. Untuk pertama kalinya Reagan merasa pacaran dengan anak kecil, kelakuan Bianca di luar dugaannya. Ia berpikir selama ini Bianca wanita yang cukup dewasa, ternyata Bianca sangat manja dan terlalu polos.
“Reagan suka Bianca tidak?”
“Ayo, filmnya sudah mau di mulai,” ujar Reagan.
Bianca mengerucutkan bibirnya. “Jawab dulu, Reagan suka Bianca tidak?” rajuk Bianca.
Bukannya menjawab dengan ucapan Reagan malah tertarik mengecup bibir Bianca di depan umum.
Bianca terkejut mendapat kecupan dari Reagan, Bianca merasa malu sekaligus senang bersamaan. Tingkah mengejutkan Reagan membuat hari Bianca terasa lebih menyenangkan.
__ADS_1