
Bianca memilih pergi dari sana dan kembali ke kelas, ia tidak ingin mendapatkan masalah. Ucapan Jesica sedikit mengganggu isi kepala Bianca, sehingga ia tidak sadar jika lantai yang hendak ia pijak naik setinggi lima centimeter membuat kaki Bianca tersandung dan tersungkur ke lantai.
“Aaaw,” Pekik Bianca menahan sakit pada telapak tangannya yang ia gunakan untuk menopang tubuhnya.
Bianca melihat sepatu yang berada tepat di depan tubuhnya. Kepala Bianca menengok ke atas, ternyata Reagan ada di depannya.
“Ceroboh!”
Bianca kesal mendengar ucapan Reagan, bukannya membantu malah mengejek. Ia berusaha bangkit untuk berdiri, namun tangannya terasa sangat sakit. Bianca menatap telapak tangannya yang di tarik Reagan, telapak tangan Bianca terdapat luka seperti sayatan.
Lagi-lagi jantung Bianca berdetak cukup kencang jika bersentuhan dengan Reagan.
Reagan memandang lantai tempat Bianca jatuh, ada sebuah bagian lantai yang menonjol dengan sisi runcing.
“Pergi ke UKS,” titah Reagan. Ia melepaskan tangan Bianca begitu saja.
Bianca melihat wajah datar Reagan terlihat sedikit khawatir. “Temani,” rengek Bianca.
Bianca menunggu jawaban Reagan, tapi Reagan malah berjalan meninggalkan Bianca begitu saja. Bianca berjalan menyusul Reagan, mereka berjalan menuju ke arah UKS dengan Bianca yang berjalan di belakang Reagan.
Sampai di UKS Reagan memberikan tatapan seolah menyuruh Bianca untuk segera masuk ke dalam.
Bianca masuk dan mendapatkan pertolongan untuk lukanya. Hanya butuh waktu sepuluh menit akhirnya luka Bianca sudah tertutup rapi, ia berjalan keluar dari UKS dan mendapati Reagan masih berdiri di depan UKS.
Reagan melirik luka Bianca yang sudah di obati, ia berjalan kembali meninggalkan Bianca.
__ADS_1
Bianca senang mendapati Reagan menunggu. Ia tidak menyangka Reagan sangat peduli dan perhatian. Pipi Bianca bersemu merah.
“Reagan,” panggil Bianca.
Reagan tidak memedulikan panggilan Bianca dan terus berjalan.
“Apa yang di katakan Jesica-“ Bianca sengaja menggantung ucapannya menunggu reaksi Reagan.
Reagan menghentikan langkahnya lalu memutar tubuhnya dan berhadapan langsung dengan Bianca. Reagan memberikan tatapan tidak sukanya pada Bianca, wanita di hadapannya ini terlalu ikut campur.
“Apa Reagan mencium semua wanita seperti yang Reagan lakukan kemarin pada Bianca?” tanya Bianca penasaran. Ada perasaan cemburu setelah tahu jika Reagan dekat dengan Jesica, karena Bianca pikir Reagan tidak memiliki hubungan dengan siapa pun.
Bukannya menjawab Reagan malah pergi begitu saja meninggalkan Bianca yang penasaran dengan jawabannya.
Bianca berlari dan menarik tangan Reagan. “Tunggu sebentar, Reagan belum menjawab pertanyaan Bianca. Lalu apa maksud Reagan mencium Bianca begitu saja?”
Bianca memilih membiarkan Reagan pergi. Bianca tidak mau membuat Reagan marah lagi, ia sudah kapok di dorong ke kolam ikan.
Bianca terkejut saat punggungnya di tepuk oleh seseorang dari belakang.
Bianca menengok ke belakang dan mendapati Anisa yang tersenyum tanpa rasa bersalah sudah membuat Bianca kaget.
“Anisa jangan seperti itu,” keluh Bianca dengan nada lesunya.
“Kamu kenapa?” tanya Anisa.
__ADS_1
Bianca menarik tangan Anisa menuju toilet. Mereka masuk dan memastikan tidak ada siapa pun di dalam sana.
Bianca mendekatkan bibirnya pada telinga Anisa. “Jesica mengaku sedang hamil anak Reagan. Sebenarnya hubungan apa yang mereka jalani Anisa, kenapa Jesica sampai hamil?” tanya Bianca dengan nada berbisik.
“Apa hamil?” teriak Anisa.
Bianca menutup mulut Anisa yang seenaknya berteriak. “Anisa jangan teriak,” pinta Bianca.
Anisa tersenyum menampilkan deretan giginya, ia sangat terkejut sehingga kehilangan kontrol atas dirinya. Kini wajah Anisa tampak berpikir keras. “Memangnya mereka berpacaran ya?”
Bianca menggeleng-gelengkan kepalanya. “Bianca tidak tahu. Tapi Reagan bilang kalau dia tidak Sudi tidur dengan Jesica,” ucap Bianca memberitahukan Anisa hasil yang ia dengar.
“Sepertinya kita harus mencari tahu lebih detail soal itu,” jawab Anisa.
“Memangnya kalau tidur bersama itu bisa hamil ya?” tanya Bianca.
“Bisa kalau tidur bersama lalu melakukan hubungan sek su al,” jawab Anisa.
“Kalau ciuman tidak akan hamil kan?” tanya Bianca.
“Kata siapa? Ciuman itu bisa bikin hamil tahu,” jawab Anisa dengan wajah seriusnya.
“Jangan bercanda Anisa,” kesal Bianca. Ia sangat takut akan kejadian kemarin saat Reagan menciumnya, Bianca takut dirinya hamil anak Reagan.
“Ciuman itu bisa hamil kalau di lanjut buka baju dan penyatuan tubuh hahahah.”
__ADS_1
Bianca memandang kesal ke arah Anisa yang tertawa puas.