Reagan

Reagan
Reagan 20


__ADS_3

Setelah sarapan pagi selesai, Ignazio berpamitan untuk pergi bekerja. Sementara Bianca di antar ke kamar di antar oleh Luisa.


“Kakak tuh kenapa sih harus bohong segala? Bilang mengerjakan skripsi tapi apa, insta story kakak lagi di bioskop. Bianca adukan Daddy biar tahu rasa,” ancam Bianca.


Luisa memapah adiknya menuju sofa yang berada tepat di depan jendela kamar Bianca. Mereka duduk saling berhadapan, menikmati mentari pagi. “Kamu juga nanti akan merasakannya.”


“Merasakan apa, Bianca akan menceritakan semua yang terjadi pada Daddy. Tidak seperti kakak yang sembunyi-sembunyi,” ujar Bianca.


“Dasar bocah,” ledek Luisa.


“Bagaimana bisa, memang nanti kalau kamu punya pacar terus ciuman. Kamu mau lapor pada Daddy?”


Dengan polosnya kepala Bianca mengangguk.


“Enggak bisa, nanti yang ada Mommy mengamuk dan kamu bakal di suruh putus sama pacar kamu.”

__ADS_1


“Loh kenapa harus putus?” tanya Bianca penasaran.


“Soalnya pacaran itu ada yang sehat dan tidak sehat,” jawab Bianca menjelaskan.


“Loh memang pacaran bisa sakit ya?”


Luisa menepuk jidatnya sendiri mendengar pertanyaan polos Bianca. “Kamu tuh salah umur deh kayaknya, harusnya tiga belas tahun. Bukan tujuh belas tahun,” ketus Luisa. Ia sungguh kesal dengan kepolosan adiknya.


“Enggak kok, benar Bianca tujuh belas tahun,” jawab Bianca dengan pasti.


“Ih kok kakak gitu sih?” tanya Bianca.


“Sudah sana cari pacar aja deh. Biar kamu makin dewasa. Enggak kayak bocah terus. Perasaan anak SMP saja Sudah banyak yang puber. Lah ini sudah SMA kayak anak SD.”


“Kakak tuh kenapa sih sewot banget sama Bianca?”

__ADS_1


“Kamu tuh menyebalkan tahu enggak? Enggak asyik,” tutur Luisa.


Bianca mengerucutkan bibirnya. Ia memandang kepergian Luisa dari kamarnya.


Bianca mengambil ponselnya dan masuk ke pencarian. Ia mengetikan kata ‘Pacaran’. Jemari Bianca menekan sebuah laman yang mendeskripsikan tentang pacaran. Di laman tersebut menjelaskan bahwa pacaran adalah sebuah proses perkenalan antara dua individu yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan untuk bereproduksi melalui perka'winan atau hubu ngan ba dan. Bianca masih bingung dengan isi laman tersebut tidak menjelaskan apa yang di katakan oleh Luisa tentang pacaran sehat dan tidak sehat. Bianca sibuk membuka beberapa laman, ia akhirnya memutuskan untuk mengirimi Anisa pesan.


[Anisa, kamu punya pacar tidak?] Bianca mengirimkan pesan tersebut pada Anisa.


Bianca menunggu Anisa membalas, namun beberapa detik kemudian ia tersadar jika Anisa pasti sedang belajar. Akhirnya Bianca membuka sosial media. Beranda milik Bianca penuh dengan berbagai macam makanan.


Saat sedang melihat beberapa video Bianca mendapat pesan di Instagram. Di lihat dari nama dan profilnya sudah dapat di pastikan itu Reagan. Bianca membuka pesan tersebut. [Bukannya sudah sembuh, kenapa tidak sekolah?]


Bianca segera mengetikan balasannya. [Tidak boleh sekolah sama Mommy, Bianca harus istirahat.] Jemari Bianca menekan tombol kirim. Pesan dari Bianca di baca oleh Reagan, Bianca menunggu balasan Reagan namun setelah beberapa menit berlalu tidak ada balasan dari Reagan.


Bianca sedikit bosan berdiam diri di rumah seperti ini. Bianca duduk di meja belajarnya, membuka buku pelajaran dan mengerjakan tugas yang belum sempat ia kerjakan.

__ADS_1


Sudah tiga jam lamanya Bianca berkutat dengan tugas rumah yang ia kerjakan akhirnya Bianca memilih untuk beristirahat karena badannya kembali terasa lemas. Bianca merebahkan tubuhnya, ia mengecek ponselnya. Tidak ada satu notifikasi pun yang masuk, akhirnya Bianca memilih untuk tidur saja.


__ADS_2