
“Berisik!”
Bianca menyingkirkan tangan Reagan dari mulutnya. Ia menatap nyalang ke arah Reagan. Di saat sakit saja Reagan masih berulah, Bianca sungguh kesal.
Punggung Tangan Reagan menempel pada kening Bianca.
Bianca menahan nafasnya saat dalam jarak yang cukup dekat Reagan menyentuh keningnya, bahkan Bianca dapat merasakan embusan nafas Reagan. Kali ini Bianca terpaku, tangannya tidak menepis lengan Reagan yang ada di keningnya. Fokus Bianca tertuju pada wajah Reagan yang tampak serius, terlihat lebih tampan.
Manik Reagan beradu pandang dengan manik Bianca. Ia menarik tangannya dan membuang wajahnya. “Katanya demam, tapi keningmu tidak panas,” ketus Reagan.
“Sekarang sudah sembuh,” jawab Bianca. “Kamu mau apa masuk ke kamarku?” tanya Bianca.
“Kebetulan lewat,” jawab Reagan asal. Ia bangkit dari duduknya.
Bianca menarik tangan Reagan. “Mau ke mana?”
Reagan membalikkan tubuhnya untuk menatap Bianca. “Ada apa?”
__ADS_1
“Ambilkan Bianca minum ya, haus,” ucap Bianca. Tangannya meraba tenggorokannya yang terasa kering, sengaja memberi kode pada Reagan bahwa dirinya sangat kehausan.
Reagan menarik tangannya yang di tahan Bianca lalu keluar dari dalam kamar Bianca.
Bianca tidak menyangka Reagan datang kemari hanya untuk mengecek keadaan Bianca. Pipi Bianca bersemu merah, ada perasaan senang dalam diri Bianca mendapat perhatian kecil dari Reagan. Meskipun penyebab dirinya demam karena ulah Reagan.
Pandangan Bianca menengok ke arah pintu, bibirnya yang tersenyum lebar berubah melengkung. Ia pikir Reagan yang masuk ternyata Surti. “Kata Reagan Nona meminta di ambilkan minum, ini minumnya Nona.” Sutri menyerahkan minum yang ia bawa pada Bianca.
Bianca menerimanya. “Terima kasih,” Bianca segera menghabiskan minumnya. “Reagannya ke mana?” tanya Bianca penasaran.
“Ada di depan Non,” jawab Surti.
“Om, Tante,” sapa Bianca.
Filio dan Sahira tersenyum ke arah Bianca. “Bagaimana keadaan Bianca, sudah lebih baik?” Tanya Filio.
Bianca mengangguk. “Sudah membaik Om.”
__ADS_1
“Tante minta maaf atas perbuatan Reagan yang mendorong kamu ke kolam,” ucap Sahira dengan nada menyesal, merasa tidak enak.
“Bianca maafkan, tapi nanti Tante cubit pinggang Reagan yang kencang ya,” pinta Bianca dengan senyuman di bibirnya.
Sahira tersenyum mendengar permintaan Bianca, kepalanya mengangguk menyetujui keinginan keponakannya.
“Lekas membaik ya, maaf Om dan Tante tidak bisa berlama-lama menjenguk,” pamit Filio.
“Kenapa buru-buru pulang Fio? Ignazio masih di jalan. Kita bisa makan malam bersama,” ujar Fiona.
“Lain waktu saja ya,” tolak Filio.
Fiona mengantarkan Filio dan Sahira ke depan untuk pulang, sementara Bianca masih termenung di tempat tidurnya. Ia mendengar bunyi notifikasi dari ponselnya, Bianca membuka ponselnya dan melihat pemberitahuan jika Reagan mengikuti akun Instagram Bianca. Bianca membuka matanya lebar-lebar memastikan jika nama Reagan tertera di pemberitahuan tersebut. Jari Bianca membuka profilnya, benar saja itu akun Reagan yang Bianca ikuti.
Wajah Bianca tersenyum sumringah, ia tidak menyangka Reagan akan mengikuti balik akun Instagram Bianca. Padahal sudah satu tahun yang lalu Bianca mengikuti akun Instagram Reagan, tapi baru hari ini pria itu mengikuti balik.
“Kenapa senyum-senyum begitu?” Tanya Ignazio saat masuk ke kamar, dan melihat Bianca menatap layar ponselnya sambil tersenyum. Ia duduk di samping Bianca hendak mengintip layar ponsel putrinya.
__ADS_1
Bianca menggeleng-gelengkan kepalanya, ia mematikan layar ponselnya agar Ignazio tidak dapat melihatnya. Bianca memeluk tubuh Ignazio. “kenapa Daddy baru pulang setelah Bianca sembuh?” tanya Bianca dengan bibir yang mengerucut.