
"Kaisar, terima kasih sudah membantuku," kata Xiu Ying Yi.
"Xiu Ying Yi, jangan memanggilku Kaisar, manggil aja nama ku," Kata Zhang Wei sambil tersenyum.
"Zhang Wei, kenapa kamu bisa menangkap ku kan kamu tidak bisa melihatku?," tanya Xiu Ying Yi.
"Kan sudah ku bilang bahwa aku bisa mendengar semua pergerakan di sekelilingku," Jawab Zhang Wei.
"Emm Zhang Wei, bisa kagak kalau kau mengikutiku ke suatu tempat?," tanya Xiu Ying Yi.
"Boleh kok tapi tempat apa?," tanya Zhang Wei.
Xiu Ying Yi menarik tangan Zhang Wei ke sebuah tempat.
"Xiu Ying Yi, kamu mau membawaku kemana?," tanya Zhang Wei kebingungan.
"Zhang Wei, percaya padaku aku tidak akan memakanmu kok," Kata Xiu Ying Yi kepada Zhang Wei sambil menarik tangan Zhang Wei.
"Baiklah kalau begitu aku akan mengikuti mu," Jawab Zhang Wei.
Setibanya di suatu tempat...
"Nah ini tempatnya!," kata Xiu Ying Yi sambil melepaskan tangan Zhang Wei.
__ADS_1
"Xiu Ying, aku tidak bisa melihat pemandangan ini tapi aku dapat mendengar bunyi burung yang indah dan angin yang menghembus seluruh baju ku," Kata Zhang Wei.
Mereka berdua menikmati pemandangan matahari terbenam ditemani dengan bunyi burung dan juga hembusa angin.
Malam harinya....
"Zhang Wei, hari sudah malam mari pulang ke rumah," kata Xiu Ying Yi. Sementara Zhang Wei sudah tertidur di sebelah Xiu Ying Yi dan Zhang Wei bersandar di bahu Xiu Ying Yi.
"Zhang Wei, kamu sungguh tampan dan itu membuatku tak bisa berhenti mengejarmu...," ucap Xiu Ying Yi sambil mengelus wajah Xiu Ying Yi. Dan seketika suasana di sana terasa sunyi dan dia terdengar suara langkah kaki. Xiu Ying Yi menengok ke arah belakang tapi tiada siapa pun di belakangnya. Dan saat Xiu Ying Yi menghadap ke depan kembali ada sebuah pedang yang ada tepat depan matanya.
"Apa kau putri Xiu Ying Yi?," tanya orang misterius itu.
"Iya, namaku adalah Xiu Ying Yi," jawab Xiu Ying Yi.
"Kenapa kalau aku berada di sini?," tanya Xiu Ying Yi kebingungan.
"Dunia ini tidak bisa dilihat oleh siapapun kenapa kau bisa melihat tempat ini?," tanya orang misterius itu.
"Aku tidak tahu apapun aku cuman kebetulan lalu di tempat ini dan melihat tempat ini makanya aku membawa calon suamiku ke sini!," tegas Xiu Ying Yi lagi.
"Kalau begitu ikut denganku dan biarkan calon suamimu tetap disitu!,"
Dengan perlahan Xiu Ying Yi mengangkat kepala Zhang Wei dari bahunya dan meletakkan ke bawah. Dia pun bangun dari kursi itu dan pergi meninggalkan Zhang Wei.
__ADS_1
"Xiu Ying Yi, kau telah ditipu oleh wanita itu dan sekarang kau akan mati," kata Zhang Wei sambil perlahan membuka kain putih yang ada di matanya.
"Kaisar, apa yang harus kita lakukan sekarang?," ucap Ling Jin He yang tiba tiba muncul di hadapan Zhang Wei.
"Kita tidak masuk lebih dalam ke dunia ini karena dunia ini mempunyai sihir yang bisa membuat orang lumpuh dan tidak bisa pulih dan tidak bisa pulih kembali atau mereka akan mati apabila terkena sihir ini," ucap Zhang Wei sambil membuka matanya.
"Jadi kaisar, gimana caranya kita akan membantunya?," tanya Ling Jin He.
"Aku akan memikirkan caranya sekarang mari kita cari seseorang dulu yang bisa menghancurkan sihir ini," kata Zhang Wei sambil berdiri dan melangkah pergi.
Sementara di tempat Xiu Ying Yi...
Xiu Ying Yi telah di masukkan ke sebuah penjara api.
"Ingat kau takkan bisa keluar dari sini karena telah masuk ke dunia kami maka kau harus mati di dunia kami!," tegas orang misterius itu. Orang itu pun melangkah pergi dari hadapan Xiu Ying Yi.
"Aku akan memikirkan cara untuk keluar dari sini tapi penjara ini dibuat dari apa dan bukan besi ini sangat susah karena tidak ada air pun disini," kata Xiu Ying Yi sambil menghampiri api itu. Tiba tiba ada cahaya yang muncul di belakang Xiu Ying Yi.
"Cahaya apa ini?," kata Xiu Ying Yi sambil melangkah menghampiri cahaya itu. Dan dia memegang cahaya itu dan tiba tib saja dia pingsan dan jatuh. Xiu Ying Yi membuka matanya dan dia berada di sebuah tempat yang di warnai oleh warna putih sekeliling tempat itu berwarna putih. Xiu Ying Yi berdiri dan dia melihat ada seorang wanita yang berada di belakangnya.
"Siapa kamu?!," kata Xiu Ying Yi sambil mengundur ke belakang.
"Aku adalah orang yang akan menolongmu kok," jawab wanita itu.
__ADS_1
Bersambung...