
Episode sebelumnya...
"Hahahaha!!!!," tawa Sashuang terbahak-bahak karena dia sudah tidak bisa menahan tawanya lagi.
"Papa, apakah wanita ini sudah tidak waras?," tanya Xiaobao yang aneh melihat Sashuang tiba-tiba saja tertawa terbahak-bahak.
Sashuang tertawa sampai tidak sadar kalau masker wajahnya itu perlahan jatuh dari wajahnya dan terlihatlah wajah Sashuang yang asli....
...π€~Selamat membaca~π...
Seketika semua yang ada di meja VIP hanya terdiam dan melihat Sashuang yang masih tertawa terbahak-bahak keliatan wajah Zhang Wei yang suram.
"kalian lihat ngakak banget sepatu merak nya hahahaha," Sashuang tertawa sampai hampir 3 menit. Tiba-tiba saja Zhang Wei menarik tangan Sashuang.
"Eh?," Sashuang di tarik oleh Zhang Wei sehingga dia terduduk di paha Zhang Wei. Dia membulatkan matanya tawa nya yang tadi tiba-tiba saja menghilang.
"Kamu masih mau bermain denganku?," tanya Zhang Wei dengan tatapan dingin yang menatap wajah Sashuang.
"Tuan, apa maksud anda saya tidak ingin bermain saya cuman," Sashuang mulai gugup tubuhnya mulai keringatan.
"Jangan bermain tarik ulur lagi dengan ku aku tahu bahwa kamu adalah Sashuang," tegas Zhang Wei dengan tatapan yang masih tepat di mata Sashuang. Sashuang mulai kaget dan dia langsung turun dari paha Zhang Wei dia berlari dengan sangat cepat sehingga Zhang Wei tidak dapat menangkapnya.
"Tangkap wanita itu!," teriak Zhang Wei pada para pengawal nya. Mereka semua pun langsung mengejar Sashuang.
"Gawat kok bisa jadi begini aku harus segera pulang ke rumah sekarang," kata Sashuang sambil berlari kembali ke dapur dan mencari barang-barang miliknya dan langsung kabur lewat pintu belakang. Dia berlari sekencang-kencangnya tetapi para pengawal itu tetap dapat mengejar Sashuang.
"Kalau terus begini bisa gawat," kata Sashuang sambil berlari. Pada saat dia berlari untung saja dia melihat taksi yang berhenti di tepi jalan Sashuang langsung berlari masuk ke dalam taksi.
"Pak, hantarkan aku ke alamat ini buruan!," tegas Sashuang sambil memberitahu alamat rumahnya. Taksi itu pun bergerak dengan sangat laju dan mereka tidak dapat mengejar Sashuang.
"Untung saja aku bisa kabur," kata Sashuang sambil menghembuskan nafas panjang dia hampir saja tertangkap tetapi akhirnya dia bisa juga kabur dari situ.
Setibanya di rumah...
Sashuang langsung memberi uang pada supir taksi itu dan berlari masuk ke dalam rumahnya. Dia langsung membuka pintu rumah nya lalu masuk ke dalam rumah dan dia mengunci pintu rumahnya.
__ADS_1
"Kak, kenapa seluruh tubuhmu basah?," tanya LeiLei yang melihat Sashuang yang di basahi keringat nya.
"Ini cuman...tidak ada apa-apa kok kakak mau ke kamar sekarang," kata Sashuang dia langsung masuk ke kamarnya dan mengunci pintu kamar.
"Pria itu pasti menemukan aku sekarang aku harus ngapain," dalam batin Sashuang. Pikirannya sekarang hanya bimbang kalau Zhang Wei dapat menemukannya dia gelisah akan hal itu. Dia terus-terusan mondar mandir di dalam kamar itu dia mulai bingung harus ngapain sekarang.
Tok! tok! tok!
Bunyi ketukan pintu yang terdengar.
"Kak, waktunya makan buruan mandi dan turun untuk makan," kata LeiLei. Sashuang hanya mengiyakan dan dia langsung masuk ke kamar mandi.
"Li Sashuang, kamu mau kabur kemana lagi sekarang?!," tanya Zhang Wei yang sudah membuka pintu kamar mandi itu.
"Bagaimana bisa kamu masuk ke sini keluar sekarang!," teriak Sashuang. Dan seketika dia sadar kembali dan untung saja itu cuman mimpi.
"Aku ketiduran karena berendam terlalu lama, sudahlah lebih baik aku keluar sekarang," kata Sashuang sambil berdiri dan keluar dari kamar mandi.
Sementara LeiLei...
Tok! tok! tok!
Bunyi ketukan pintu.
LeiLei langsung berdiri dan menuju ke pintu depan untuk membuka pintu. LeiLei membuka sedikit pintu itu dan dia melihat wajah Zhang Wei yang melihat ke arahnya seketika LeiLei langsung menutup pintu rumahnya itu.
"Buka pintunya atau aku akan membakar rumah ini!," tegas Zhang Wei.
"Emang mau ngapain!," teriak LeiLei lagi.
"Aku tahu Sashuang ada di dalam rumah itu aku mau kamu memanggilnya untuk bertemu denganku!,"
"Kakak, tidak ada di rumah jadi pergi dari sini sebelum aku panggil polisi!,"
Zhang Wei yang mulai kesal itu pun langsung menendang pintu itu sehingga membuat LeiLei terjatuh ke lantai. Dia melihat Zhang Wei bersama para pengawalnya masuk ke dalam rumahnya.
__ADS_1
"Kamu pria tidak tahu diri keluar dari rumahku sekarang!!!!," teriak LeiLei yang coba mengusir Zhang Wei dari rumahnya.
"Tutup mulut wanita itu dengan selotip," arah Zhang Wei kepada salah satu pengawalnya. Pengawal itu pun langsung menutup mulut LeiLei menggunakan selotip lalu mengikat tangan dan kakinya.
Sementara Sashuang...
"Kenapa ada bunyi berisik di luar apa LeiLei bawa temanya untuk masuk ke dalam rumah," kata Sashuang sambil membuka pintu kamarnya. Dia kaget melihat LeiLei yang sudah diikat dan di selotip mulutnya di letakkan di lantai dan rumah yang berantakan seperti rumah yang dirampok. Yang membuat Sashuang bertambah kaget adalah Zhang Wei yang menatap ke arahnya.
"Kamu kenapa bisa kamu berada di sini?!," teriak Zhang Wei sambil menatap tajam ke arah Zhang Wei.
"Sashuang ikutlah aku untuk pulang ke rumah," kata Zhang Wei dengan tatapan lembut.
"Aku tidak ingin ada hubungan denganmu lagi sekarang pergi dari hadapan ku dan lepaskan LeiLei!," tegas Sashuang. Hati Sashuang seketika kembali hancur apabila melihat wajah Zhang Wei.
"Sashuang, kembalilah bersamaku mari Mulan hidup baru bersamaku," kata Zhang Wei yang sedang memohon kepada Sashuang agar Sashuang mengikuti dirinya untuk pulang ke rumah bersamanya.
"Zhang Wei aku sudah bilang keluar dari rumahku dan aku tidak ingin mengikuti dirimu lagi karena aku sudah punya suami!," teriak Sashuang dengan mata yang tajam. Seketika Zhang Wei langsung mengambil sebuah pisau dan melempar ke arah LeiLei dan hampir mengenai LeiLei tapi untung saja tidak tepat.
"Ikut denganku untuk pulang atau adik mu akan ku bunuh dan ku siksa," kata Zhang Wei dengan wajah yang mulai suram.
"Kamu, berani sekali kamu mengancam ku!,"
"Aku bilang ikut denganku pulang!."
Dikarenakan Sashuang takut terjadi sesuatu pada adik kesayangannya dia pun melangkah ke arah Zhang Wei dan menunduk kepada Zhang Wei.
"Ikut denganku pulang," kata Zhang Wei lagi tapi dengan kata-kata yang lembut.
"Zhang Wei kau itu sudah gila setelah mencampakkan aku masih berani mengambilku lagi kamu kira aku seperti mainan di ambil bila di butuhkan dan di campak bila sudah bosan!," bentak Sashuang air matanya mulai berkaca-kaca dia sudah tidak bisa menahan air matanya. Perlahan air matanya membasahi pipinya...
Bersambung....
...πππJangan lupa likeπππ...
...πππ Dan Comment yahπππ...
__ADS_1