
Episode sebelumnya...
"Sashuang, pergi dari sini ular itu sangat bahaya!," teriak Zhang Wei sambil menggendong Sashuang untuk pergi dari situ.
...~Selamat membaca~...
Ular itu semakin menghampiri mereka berdua.
"Zhang Wei, tenanglah ular itu tidak akan memakan ku kok!," kata Sashuang sambil tersenyum tipis.
"Itu adalah ular yang sangat beracun bagaimana bisa kamu tidak akan apa-apa!," kata Zhang Wei sambil mengerutkan keningnya. Ular itu menghampiri Sashuang dan melilit tangan Sashuang dan ular itu tidak mematuk Sashuang sama sekali.
"Apa ular itu punyamu?," tanya Zhang Wei kebingungan karena ular itu tidak mencedara kan Sashuang sama sekali.
"Sekarang ular ini adalah temenku jadi dia baik padaku lah," kata Sashuang dengan sangat bangga pada dirinya sendiri. Zhang Wei menurunkan Sashuang dan mulai tidur kembali.
Sementara Arrendel yang sakit dan tidak tertahankan lagi itu langsung melompat ke arah Zhang Wei. Dan dia menindih Zhang Wei.
"Eh?," kata Sashuang yang kaget melihat Arendell tiba-tiba menindih tubuh Zhang Wei.
"Arrendel apa yang kau lakukan?," tanya Zhang Wei yang sedikit kesal sambil mendorong Arrendel dari tubuhnya.
"Kak tolong aku ular hitam itu mematuk ku!," kata Arrendel sambil menunjukkan ke arah Sashuang. Zhang Wei melihat Arendell yang sudah terluka itu langsung menggendong nya untuk mencari obat secepatnya dan meninggalkan Sashuang sendirian.
"Dia sudah pergi hehehe akhirnya aku bebas!," kata Sashuang sambil berbaring di pohon itu sementara ular hitam itu masih berada di tangan Sashuang.
__ADS_1
Tetapi dia tidak bisa tidur sama sekali dan selalu terbangun saat dia mau melelapkan matanya.
"Kenapa sih tidak bisa tidur!," geram Sashuang sambil terduduk.
"Mungkin kau cemburu kali," kata Felix yang sedang mengejek Sashuang.
"Emang aku mau cemburuan sama siapa sih!," tegas Sashuang dan dia keliatan sedikit marah.
"Kamu cemburu karena Zhang Wei pergi meninggalkan mu dan dia pergi bersama wanita itu kan hayok lu ngaku gak lu!," kata Felix sambil tertawa dan mengejek Sashuang.
"Burung gak ada akhlak jangan sembarangan bicara kamu yah!," tegas Sashuang lagi dan dia berbaring semula ke pohon itu. Dan lagi-lagi dia tidak bisa tidur tetapi dia mencoba melelapkan matanya tetapi dia tidak bisa tidur sama sekali walaupun dipaksa.
"Aku kenapa sih, hatiku sakit saat melihat Zhang Wei menggendong menyukai wanita itu tapi aku tidak bisa jatuh cinta padanya!," dalam batin Sashuang.
Keesokan harinya...
"Pfft, tahap kecemburuan kamu melebih-lebih deh sampai tidak tidur semalaman," tawa Felix pada Sashuang tetapi Sashuang mengabaikan nya lalu berjalan pergi ke sungai untuk mencuci mukanya ular hitam itu langsung naik ke tubuh Sashuang dan membelit kepala Sashuang.
"Hah, sudah lah pria itu tidak akan kembali selamanya jadi kita pergi langsung mencari pangeran untuk mencintai aku!," teriak Sashuang yang sudah kesal karena Zhang Wei tidak kunjung pulang dari malam tadi. Sashuang langsung melangkah dan dia menaiki kuda dan langsung melarikan kuda itu secepatnya.
Sementara Zhang Wei...
"Ling Jin He, apa dia baik-baik saja?," tanya Zhang Wei.
"Tuanku, Putri Arrendel sudah baikan sekarang," jawab Ling Jin He sambil tersenyum. Dan tiba-tiba sahaja Zhang Wei mengigat Sashuang yang masih berada di dalam hutan.
"Gawat, Sashuang masih di sana!," kata Zhang Wei sambil bergegas kembali ke tempat Sashuang berada tadi. Setalah sampai di sana Zhang Wei tidak melihat Sashuang sekali pun.
__ADS_1
"Kemana wanita itu pergi?!," kata Zhang Wei yang sudah mulai panik karena dia tidak menemukan jodohnya yang sudah berlalu pergi dari tadi.
Sementara Sashuang...
"Baiklah, kita istirahat di sini!," kata Sashuang sambil turun dari kuda yang ia tunggangi. Dia melihat sekeliling nya dan tidak melihat apapun disana kecuali pohon dan rerumputan. Dan saat dia melangkah tiba-tiba sahaja ada seorang pria yang terjatuh di hadapan Sashuang.
"Woi apaan nih!," teriak Sashuang yang kaget melihat ada seorang pria yang jatuh tepat di hadapannya.
"Lah dia jatuh dari langit yah?," kata Sashuang sambil melihat ke atas langit. Pria itu mencoba duduk dan pria itu hanya menatap ke arah Sashuang.
"Kenapa kau melihatku seperti itu hah?," tanya Sashuang yang kebingungan. Pria itu langsung menarik Sashuang sehingga membuat Sashuang terjatuh dan terduduk di paha pria itu.
"Ya ampun, ganteng banget!," kata Sashuang yang melihat pria itu dengan tatapan manis. Pria itu mendekatkan wajahnya ke wajah Sashuang dan mereka hampir berciuman tetapi tiba-tiba sahaja tangan Sashuang di tarik oleh seseorang.
"Eh?," Sashuang yang sedikit emosi karena tidak dapat mencium pria itu langsung menoleh ke belakang. Dan dia lagi-lagi kaget melihat Zhang Wei yang keliatan nya sangat marah dan wajahnya seperti berubah menjadi dingin.
"Zhang Wei, bagaimana bisa kau berada di sini?," tanya Sashuang sambil mencoba bebas dari genggaman Zhang Wei. Tetapi Zhang Wei malah memeluk Sashuang dengan sangat kuat dan itu membuat Sashuang tidak bisa meronta sedikit pun karena Zhang Wei memeluknya dengan sangat kuat.
"Pergi kau dari sini!," teriak Zhang Wei kepada pria yang ada di hadapannya. Pria itu langsung kabur dari situ dengan sangat cepat.
"Berani sekali kau bermain bersama pria lain saat aku tidak ada disamping mu!," tegas Zhang Wei kepada Sashuang dengan tatapan dingin nya. Namun Sashuang hanya terdiam dan hanya menunduk. Dengan penuh emosi kali ini Zhang Wei mendorong Sashuang hingga jatuh ke tanah. Pada saat Sashuang mencoba kabur Zhang Wei langsung menindih tubuh Sashuang dan menekan kedua belah tangan Sashuang dengan sangat kuat sehingga membuat Sashuang tidak bisa bergerak sama sekali. Zhang Wei mulai mengigit bibir Sashuang sehingga terluka. Sashuang mulai kesakitan dan meronta-ronta karena bibirnya perih. Sementara ular hitam itu langsung mengigit tangan Zhang Wei dan seketika Zhang Wei mengambil ular itu dan mencoba membunuh ular hitam itu.
"Zhang Wei, hentikan!," teriak Sashuang dengan bibirnya yang sudah keluar darah. Seketika Zhang Wei tersadar dan meletakkan ular itu ke tanah dan dia melihat Sashuang yang sudah terluka.
"Sashuang, maafkan aku, aku tidak bermaksud seperti itu,'' kata Zhang Wei sambil mencoba menyentuh bibir Sashuang yang terluka. Namun kali ini Sashuang mendorong tangan Zhang Wei dan dia langsung berdiri dan langsung kabur dari situ dengan air mata nya yang mengalir di pipinya.
"Kenapa pria ini begitu menakutkan saat dia marah padaku aku benar-benar tidak mengerti!," dalam batin Sashuang sambil berlari. Dan dia berhenti sejenak dan mulai terduduk. Dia mengelap bibirnya yang terluka menggunakan tangan nya.
__ADS_1
Bersambung....