Reinkarnasi Sang Kaisar

Reinkarnasi Sang Kaisar
Episode 52


__ADS_3

Episode sebelumnya....


"Bukan anak kandungku tapi itu adalah anak nya bersama pria lain lagian aku tidak pernah berani menyentuh tubuh wanita selain kamu kok," kata Zhang Wei sambil mengernyitkan mata ke arah Sashuang. Seketika Sashuang langsung menunduk ke bawah meja karena dia tidak tahu Zhang Wei akan mengatakan itu padanya.


"Oh iya, setelah kamu meninggalkanku pada zaman dulu aku tidak berani memikirkan wanita lain selain kamu, jadi kamu masih mengingatku tidak saat tiba di sini?," tanya Zhang Wei sambil berjongkok dan melihat Sashuang dengan senyuman nakal.


...πŸ’–πŸ˜˜~Selamat membaca yah~πŸ’–πŸ˜˜...


"Kamu jangan melihatku seperti itu!," teriak Sashuang yang langsung mencoba berdiri tetapi kepalanya terkena meja.


"Gedebuk,"


Bunyi kepala Sashuang yang terbentur ke meja.


Zhang Wei langsung berdiri dan bergegas ke samping Sashuang. Sementara Sashuang yang terduduk sambil mengelus kepalanya karena sakit.


"Kepalamu keras yah kayak batu," kata Zhang Wei sambil mengetuk kepala Sashuang.


"Zhang Wei, itu sakit!," tegas Sashuang yang bertambah sakit.


"Makanya duduk yang benar jangan jongkok kayak anak kecil," kata Zhang Wei sambil tertawa kecil. Sashuang langsung berdiri dan berjalan pergi namun Zhang Wei menahan tangan Sashuang.


"Kamu makanlah dulu capek aku bikin makanan buat kamu," kata Zhang Wei sambil mengelus kepalanya ke tubuh Sashuang.


"Kok bisa orang berhati iblis ini tiba-tiba lemah lembut padaku apa otaknya udah bertukar menjadi otak udang?," dalam batin Sashuang yang terdiam karena kebingungan.

__ADS_1


"Papa, BaoBao lapar," kata BaoBao yang masuk ke dapur sambil mengusap matanya. Aslinya anak kecil itu bangun dari tidur karena kelaparan. Seketika Sashuang langsung mendorong Zhang Wei secara pelan karena dia masih takut kalau Zhang Wei akan memarahinya lagi.


"Mama ngapain di dapur mamah?," tanya BaoBao sambil berlari ke arah Sashuang.


"Emm mama cuman lapar doang makanya mama turun," kata Sashuang sambil menggendong BaoBao yang memeluk tangan nya.


"Bocah ganggu aja tau gak Luh," kata Zhang Wei sambil memandang sinis pada BaoBao. Tetapi BaoBao hanya menjeling kan lidahnya dan mengejek Zhang Wei.


"Kamu anak tidak ada akhlak emang kau yah," kata Zhang Wei yang memarahi BaoBao.


"Sudahlah berhenti berantem bisa-bisanya nanti tidak jadi makan ayo lah makan sebelum makanan yang papa buat dingin nanti tidak enak kalau dingin," kata Sashuang yang mencoba menenangkan seorang anak laki-laki dan pria yang tidak mau kalah sama bocah. Sashuang mengambil makanan yang sudah di masak oleh Zhang Wei dan merapihkan satu persatu makanan di atas meja. Sementara dua orang menyebalkan yang masih bersaing menatap tajam satu sama lain.


"Berhenti menatap seperti itu dan makan sebelum mama ngamuk ntar," kata Sashuang. Mereka berdua pun makan dengan lahap sehingga Zhang Wei tersedak oleh tulang ikan.


"Uhukk, uhuk, uhuk," batuk Zhang Wei yang tersedak tulang ikan. Sashuang langsung berdiri dan menepuk pelan belakang Zhang Wei dengan lembut walau dia masih ketakutan saat menyentuh Zhang Wei. Sashuang memberikan air pada Zhang Wei dan Zhang Wei langsung mengambil gelas yang ada di tangan Sashuang dan langsung meminumnya.


"Kamu bocah mulut kayak emak-emak bergosip luh yah dasar anak gak ada akhlak," kata Zhang Wei yang kesal sama anak nya sendiri. Namun Sashuang hanya tersenyum canggung melihat dua orang yang sedang berantem.


"Oh iya, Xiaobao mana yah?," tanya Sashuang yang mencoba mengalihkan pembahasan.


"Kakak tinggal di rumah satunya lagi mama," jawab BaoBao yang seketika menutup matanya.


"Ouh, gitu yah besok mama mau melihat Xiaobao deh biar tenang dikit hatiku," kata Sashuang yang tersenyum kecil karena berhasil mengalihkan pembahasan. Zhang Wei langsung menarik Sashuang dan Sashuang terjatuh ke paha Zhang Wei.


"Kamu lihat wajahku masih belum puas kah?," tanya Zhang Wei sambil mendongakkan dagu Sashuang ke sedikit ke atas.

__ADS_1


"Heh, itu calon istriku di masa depan jangan pegang-pegangan!," teriak BaoBao yang langsung turun dari kursi dan langsung menarik tangan Sashuang tetapi tidak bisa karena Zhang Wei menahan Sashuang.


"Lepaskan istriku!," tegas BaoBao sambil mencoba menarik tangan Sashuang sekuat yang dia bisa.


"Siapa bilang dia istrimu dia ini calon istri papa jangan sok-sokan mau jadiin calon istri masa depanmu," jawab Zhang Wei sambil menatap tajam ke arah BaoBao.


"Heh, enak aja mana boleh BaoBao tidak mau jadiin dia sebagai mama tapi mau jadiin dia sebagai calon istriku!," tegas BaoBao lagi sambil menatap tajam kembali ke arah Zhang Wei. Mereka berdua bertatapan tajam ke arah satu sama lain sementara Sashuang yang masih terjebak di tengah-tengah pertengkaran hanya bisa tersenyum kecil.


"Sudahlah, BaoBao mari sambung tidur mama udah mau tidur nih," kata Sashuang yang bangkit dari paha Zhang Wei. BaoBao pun mengikuti Sashuang dari belakang.


"Mama, nanti mau cerita apa?," tanya BaoBao. Tetapi tidak ada yang menjawab dan dia melihat ke belakang.


"BaoBao mama tidak bisa bergerak loh," kata Sashuang yang berusaha bergerak tetapi tubuhnya seperti dikunci dan tidak bisa bergerak. Zhang Wei melihat ke belakang dan ternyata Zhang Wei lah yang menahan Sashuang dengan memeluknya.


"Tuan, mohon lepasin yah karena saya harus tidur kan anak tuan," kata Sashuang yang berusaha lepas dari pelukan Zhang Wei.


"Aku pun mau di ceritain oleh mu aku juga mau di elus olehmu aku juga mau di cium olehmu saat tidur," kata Zhang Wei yang manja seperti bocah yang sok imut.


"Papa, sadar diri dong umur papa udah 30 puluh loh tapi sikap masih seperti bocah sok imut padahal gak imut udah mau keriput lagi," kata BaoBao yang merendahkan Zhang Wei. Pada akhirnya mereka berdua berantem lagi sehingga jam 3.


"Hoamm, sampai kapan mau selesai 2 orang manusia ini berantem," kata Sashuang yang menguap sambil duduk di meja makan sambil tongkat dadunya menggunakan tangan kanannya. Mereka berdua tetap berantem sehingga Sashuang tidak bisa menahan matanya lagi dan akhirnya dia terlelap di meja makan sementara 2 orang yang tidak mau mengalah sama sekali itu juga tertidur di lantai karena kelelahan dan akhirnya mereka ketiduran bukan karena di ceritain di belai tetapi ketiduran karena berantem. Ketiga orang itu tertidur di dapur karena kelelahan dan mereka seperti keluarga bahagia. Sashuang sedikit membuka matanya dengan kepalanya yang masih terbaring di atas meja.


"Sepertinya ini lah yang aku harapkan dalam hidupku," kata Sashuang dan menutup matanya kembali.


Bersambung...

__ADS_1


...πŸ’“πŸ’–πŸ’–Jangan lupa likeπŸ’–πŸ’–πŸ’“...


...πŸ˜˜πŸ’–πŸ’– Dan Comment yah πŸ’–πŸ’–πŸ˜˜...


__ADS_2