Reinkarnasi Sang Kaisar

Reinkarnasi Sang Kaisar
Episode 27


__ADS_3

Episode sebelumnya...


"Hehehehe, keliatannya air hujan tidak masuk kok kering kali ruang tamu ini yah kayunya juga kokoh tidak ada bolongnya," kata Zhang Wei sambil tertawa kecil dan memegang bahu Sashuang. Dua orang itu hanya bisa membulatkan matanya dan hanya bisa bangong.


...~Selamat membaca~...


Zhang Wei mengangkat tangannya dari bahu Sashuang lalu pergi meninggalkan mereka.


"Felix, apa aku salah bicara atau emang ini airnya masuk ke ruang tamu?," kata Sashuang yang masih bangong.


"Manusia, ruang tamu ini benar-benar bolong dan banyak air yang masuk ke ruang tamu," jawab Felix. Dan tiba-tiba sahaja ada petir yang menyambar.


Darrr!


bunyi petir yang sangat kuat terdengar.


Seketika mereka berdua sadar kembali dari lamunan barusan dan mulai mengambil benda untuk menampung air hujan yang jatuh ke ruang tamu mereka. Setelah selesai membersihkan ruang tamu, mereka langsung rebahan di sofa karena kelelahan.


"Felix, aku harus keluar sebentar lagian juga hujan sudah berhenti dan cuaca di luar keliatan cerah," kata Sashuang sambil membuka pintu keluar sementara Felix hanya mengiyakan perkataan Sashuang. Dia pun langsung keluar dari rumah itu dan berlari ke suatu tempat yang dimana disana sangat tenang dan sunyi. Sashuang langsung duduk bersila di tanah itu dan mulai meletakkan tangannya ke paha dan dia menutup matanya.


"Tempat ini sangat sunyi dan tenang jadi aku bisa mengumpulkan energi ku agar level ku meningkat," dalam batin Sashuang. Wajahnya keliatan gembira. Hembusan angin yang lembut mulai berterbangan di sekeliling tempat itu dan bunyi kicauan burung itu sangat menenangkan Sashuang.


Sementara Zhang Wei...


"Aku harus mencari jodohku secepat mungkin atau jodohku akan hancur berkecai-kecai," kata Zhang Wei sambil menyandarkan badannya ke sebatang pokok.

__ADS_1


Di tempat Sashuang...


Suasana di sana sepi. Tetapi tempat itu pada mulanya sejuk tiba-tiba menjadi sangat panas, Sashuang yang merasa tubuhnya hampir terbakar itu langsung membuka matanya dan langsung melompat ke dahan pokok.


"Kok bisa api di sini?," kata Sashuang yang masih kebingungan karena selama dia mengenal tempat itu tidak pernah rasa panas sedikitpun. Dia mulai melihat kiri dan kanan dan pandangan nya terhenti di segerombolan orang yang sedang berjalan.


"Siapa mereka kok bisa mereka ada disini?," kata Sashuang sambil mengerutkan keningnya.


"Mereka dari kerajaan api, mungkin saja negara mereka sudah di serang," kata Felix yang tiba-tiba muncul di bahu Sashuang. Namun Sashuang tidak kaget sama sekali.


"Jadi sekarang mereka mau kemana?," tanya Sashuang kepada Felix.


"Mungkin mereka mencari orang yang sangat kuat untuk melindungi mereka agar mereka selamat tetapi mereka adalah orang yang sangat terkenal karena sanggup berkorban demi orang yang telah melindungi mereka," jawab Felix. Sashuang langsung melompat ke bawah dan langsung berlari ke arah segerombolan orang-orang itu. Dan dia berhenti tepat di hadapan mereka semua.


"Siapa kamu, jangan menghalangi kami!," tegas orang-orang itu secara serentak.


"Kau gila ya, walau mereka kelihatan seperti orang lemah tetapi kuasa mereka bahkan dewa api saja tidak bisa menyentuh mereka!," kata Felix yang dari tadi bersembunyi di belakang Sashuang. Tetapi tiba-tiba bulu Felix bertambah cantik dan level nya meningkat hingga level 40.


"Lah kok bisa kau mengumpulkan energi sehingga level 40?!," tanya Felix yang lagi-lagi kaget.


"Tempat ini tenang jadi aku bisa mengumpulkan banyak sekali energi untuk diriku dan tidak ku sangka energinya sekuat ini," dalam batin Sashuang sambil tersenyum. Sementara segerombolan orang-orang itu sudah mengiyakan tantangan yang sudah di beri oleh Sashuang.


"Baiklah, tapi apa hasilnya jika aku menang?," tanya Sashuang lagi.


"Kalau anda menang kami akan mengikuti semua perintah anda dan patuh kepada semua perkataan anda tetapi jika anda kalah anda harus kami bunuh agar kami merasa lebih selamat lagi," jawab salah satu orang api itu.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu aku setuju dengan semua telah kau bicarakan tadi," kata Sashuang sambil tersenyum. Saat Sashuang membalikkan badannya dengan sengaja salah seorang dari orang api itu menarik baju Sashuang hingga robek dan punggungnya keliatan dengan cepat Sashuang langsung menarik bajunya dan menoleh ke hadapan. Dan mereka sadar kalau punggung Sashuang ada tanda naga berwarna hitam. Seketika mereka mengundur ke belakang.


"Kenapa kalian mengundur?," tanya Sashuang yang kebingungan sementara Felix menjahit kembali baju Sashuang menggunakan jarum emas ajaib.


"Nona, anda adalah istri dewa Penjaga segala batu permata berkuasa yang sangat hebat itu bagaimana bisa kami melawan nona!," kata salah seorang dari mereka.


"Apa maksud kalian?," kata Sashuang yang semakin bingung.


Sementara Zhang Wei...


"Kemana wanita dan burung biru jelek itu pergi?," kata Zhang Wei sambil turun ke ruang tamu dia melihat ke seluruh tempat dan tidak menemukan mereka berdua sama sekali. Seketika Zhang Wei mulai panik dan keluar dari rumah itu untuk mencari Sashuang dan Felix.


Di tempat Sashuang...


"Jangan lah takut begitu, mana mungkin aku istri dewa lagian aku tidak terlalu berminat menjadi istri dewa!," kata Sashuang yang mulai kesal dengan para gerombolan orang-orang yang ada di hadapannya.


"Baiklah Nona, kalau itu yang anda mau kami akan mengabulkannya," kata salah seorang dari mereka dan orang badan perkasa dan keliatan sangat kuat itu berdiri tepat di hadapan Sashuang dan bersiap sedia untuk bertarung.


"Tuan, aku dengar jodoh dewa terkuat itu adalah wanita sangat lemah kalau dia adalah istri dewa itu mungkin mudah untuk mengalahkan wanita ini," kata salah seorang dari mereka sambil berbisik-bisik.


"Baiklah Nona, kenalkan lawan kamu hari ini bernama fire dan aku siap untuk bertarung dengan nona," kata Fire. Tanpa basa-basi Fire langsung menyerang Sashuang menggunakan bola api tetapi dengan mudahnya Sashuang mengelak semua bebola api itu. Aura di tubuh Sashuang mulai menjadi sangat kuat dan energinya benar-benar sangat kuat.


"Tuan, aku dapat merasakan wanita ini sangat kuat!," kata salah seorang dari mereka. Fire langsung mengeluarkan roh haiwan harimau dari tubuhnya dan harimau itu langsung melompat ke arah Sashuang dan tempat itu hampir terbakar karena api yang sangat kuat yang berada pada tubuh harimau itu. Sashuang langsung mengangkat kepalanya sedikit ke atas dan energinya bertambah 20 dan sekarang levelnya langsung meningkat kepada level 60. Dan Sashuang mengeluarkan haiwan rohnya yaitu Felix.


"Tuan, itu adalah burung lagenda yang dikenal dengan julukan Phoenix kan?," kata salah seorang dari mereka. Seketika semua orang di situ lagi-lagi mundur karena kekuatan Sashuang sangat mengerikan. Tetapi tiba-tiba saja Sashuang pingsan dan energinya kembali semula kedalam tubuhnya. Fire mengambil kesempatan itu untuk mengalahkan Sashuang. Saat dia hendak menikam Sashuang ada sesuatu yang menahan pedang Fire dan membuat Fire tergeletak. Dan Zhang Wei lah yang menghalang Fire, dia membuka kain putih dimatanya dan menatap segerombolan orang-orang itu dengan tatapan yang sangat mengerikan.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2