
Episode sebelumnya...
"Kakak jangan manja kepadaku seperti sepasang kekasih lagi aku merasa seperti aneh," kata LeiLei yang masih sibuk memasak.
"Ututututututu adek kakak yang imut mana mungkin tidak memelukmu lagian kamu bertambah gendut dan pipimu semakin seperti bola," kata Sashuang sambil menyentuh pipi LeiLei. Seketika LeiLei kesal dan langsung menghindar dari Sashuang dia selalu kesal karena kakaknya selalu saja merepotkan kalau sudah waktu pagi.
...~Selamat membaca guysπ ~...
"Kakak sudah-sudah lah aku udah capek tau tiap hari harus ngurusin kakak seperti jadi mama aja lah ku ini," kata LeiLei sambil mengusap matanya yang tidak ada air mata sama sekali.
Sashuang hanya menggaruk kepalanya dan dia mengambil sekeping roti dan langsung kabur dari rumah itu sepantas kilat.
"Dasar kakak kagak ada akhlak kalo aku nasihat langsung kabur aja dah tuh anak hadeh sabar ikan lele sabar," kata LeiLei sambil menarik nafas dan menahan 5 detik dan menghembuskan nafasnya dengan pelan.
Sementara Sashuang...
"Buahahahha aku udah bebas sekarang waktunya untuk pergi bekerja!," kata Sashuang yang berlari dengan sangat pantas ke sebuah restoran mahal. Ternyata Sashuang bekerja di restoran itu.
"Bos, aku sudah tiba tepat pada waktunya!," kata Sashuang sambil membungkuk pada bos wanita yang ada di hadapannya.
"Baguslah kalau begitu kamu sungguh pekerja yang paling aku sayangi hohoho," kata bos wanita itu sambil tertawa. Sashuang pun ikut tertawa sementara pekerja lain hanya melihat mereka berdua dengan aneh.
"Memang deh bos ini pelit amat," dalam batin salah satu pekerja wanita yang menggulung tepung.
"Baiklah Sashuang lanjutkan pekerjaan mu aku harus pergi ke suatu tempat dulu," kata wanita itu sambil menepuk pelan bahu Sashuang. Sashuang pun hanya mengiyakan perkataan dari bos wanita itu. Setelah wanita itu keluar Sashuang langsung membuat pekerjaannya dengan sangat cepat bisa dibilang Sashuang sangat mahir dalam memasak setelah di ajarkan oleh Felix.
"Sashuang satu pesanan steak dan air sirup!," teriak salah satu pekerja yang memesan makanan.
"Baiklah Bob, aku akan menyiapkan nya dalam waktu 30 menit!," teriak Sashuang lagi.
"Baiklah buruan sebelum pelanggan nya ngamuk!," teriak Bob lagi.
"Enggak bakal kok Bob," jawab Sashuang lagi dan dia langsung menyiapkan hidangan untuk pelanggan yang telah memesan hidangan itu.
30 menit kemudian...
"Bob, ini makanannya sudah siap," kata Sashuang sambil membunyikan lonceng yang emang disiapkan untuk mengambil makanan yang sudah di siapkan. Bob pun langsung membawa makanan itu kepada orang yang telah memesan makanan itu. Sashuang pun duduk karena kakinya sedikit sakit karena terkilir.
"Apa-Apaan nih stik kayak hangus aja!," teriak seorang wanita yang terdengar dari hadapan.
__ADS_1
"Eh, ada apa itu," kata Sashuang sambil mengintip dari jendela yang ada di sebelah pintu dapur itu.
"Maaf Nona, tapi kan bentuk stik emang seperti ini," kata Bob yang berusaha menenangkan wanita.
"Seperti ini kamu bilang kalau saja pantat kamu yang kek gini emang kamu suka!," teriak wanita itu sambil memercikkan air ke wajah Bob.
Sashuang langsung keluar dari pintu dan berlari ke arah wanita itu.
"Nona ada apa ini?," tanya Sashuang.
"Kamu liat stik ini hangus!," teriak wanita itu.
"Nona, coba dulu deh rasain tuh stik aku jamin itu stik enak kok," kata Sashuang sambil tersenyum tipis.
"Heh aku tidak mau makan stik hangus aku mau makan stik yang warnanya putih!," bentak wanita itu.
"Nona kalau anda mahukan stik putih seperti pantat anda jangan lupa kasih bedak deh nanti putih lah itu kayak pantat anda," kata Sashuang sambil tersenyum. Semua orang yang mendengar perkataan Sashuang itu langsung tertawa.
"Kamu wanita tidak punya akhlak berani sekali kamu mengatakan itu padaku!," teriak wanita itu Sashuang langsung mengambil stik itu dan memasukkan ke dalam mulut wanita itu seketika wanita itu langsung terdiam dan mengunyah stik yang ada di dalam mulutnya.
"Emmm...enak banget," kata wanita itu dengan wajah seneng.
"Hehehe, makasih karena telah memuji masakan aku," kata Sashuang sambil tersenyum.
"Hebat banget sih luh bisa menghentikan wanita tadi dari mengamuk," bisik Bob.
"Ya sudah biasa aku mah kalau wanita seperti itu emang gitu lah biasalah orang banyak duit bisa beli apapun dia mau sekali dia sebar uang ramai orang yang akan menunduk padanya," bisik Sashuang dan langsung kembali ke dalam dapur.
Sore harinya..
"Sashuang kamu pergi beli bahan-bahan yang sudah ku senaraikan dalam kertas itu ya soalnya malam ini ada tamu yang akan datang ke rumahku lagian juga aku sibuk malam nanti," kata bos Sashuang. Sashuang pun langsung mengiyakan perkataan bos nya dan langsung berlari keluar untuk membeli bahan-bahan yang sudah di senaraikan di dalam kertas.
"Akhirnya aku bisa keluar juga dari restoran yang penuh sama orang kaya itu hadeh dasar orang kaya," dalam batin Sashuang sambil sedikit mengeluh sebenarnya dirinya sangat suka memasak di karenakan itu lah dia bekerja sebagai tukang masak di restoran mewah karena kemahiran memasaknya cukup hebat dan sempurna.
Setalah tiba di shoping...
"Nah sekarang mari kita cari bahan-bahan yang sudah di senaraikan di dalam ini," kata Sashuang sambil melihat sekeliling dia memilih bahan-bahan yang sangat bagus kualitas nya dan memasukkannya ke dalam bakul yang di bawa.
Setelah selesai belanja bahan-bahan masakan...
__ADS_1
"Sekarang sudah beres deh semuanya sekarang waktu untuk bekerja kembali tapi aku pengen beli minuman deh haus banget," kata Sashuang sambil membeli satu botol air minuman.
"Pak ini aku beli yah uangnya di atas meja itu yah," kata Sashuang sambil berjalan pergi dari situ.
"Iya!" jawab bapak-bapak yang menjual minuman itu.
Kring! kring! kring!
Bunyi telfon Sashuang yang berbunyi.
Dia pun langsung mengambil hp nya dan mengangkat panggilan itu.
"Halo," kata Sashuang.
"Kakak kapan kakak pulang?," tanya LeiLei.
"Nanti jam 5 deh kakak pulang kan sekarang masih jam 4," jawab Sashuang.
"Yaudah deh kak buruan yah," kata LeiLei lagi. Sashuang pun mengiyakan nya dan langsung menutup hp nya dia pun membawa semua barangan dan kembali ke restoran.
Di restoran...
"Bos sudah ku beli nih barangan nya!," teriak Sashuang.
"Yodah letak saja di atas meja itu," kata bosnya.
"Sashuang mereka mahu pencuci mulut paling mahal disini," kata Bob yang sudah berada di hadapan dapur.
"Oke siap," kata Sashuang sambil menyiapkan pencuci mulut.
"Huwaa papa aku mau yang ini!!," teriak seorang anak laki-laki.
"Bob, ada apa itu?," tanya Sashuang.
"Tuh itu yang duduk di situ," tunjuk Bob pada 4 orang yang duduk di meja VIP.
Sashuang pun melihat ke arah meja VIP itu dan seketika dia kaget melihat...
Bersambung...
__ADS_1
...πππ Jangan lupa likeπππ...
...ππ Dan Comment juga yah ππ...