
Episode sebelumnya...
Dikarenakan Sashuang takut terjadi sesuatu pada adik kesayangannya dia pun melangkah ke arah Zhang Wei dan menunduk kepada Zhang Wei.
"Ikut denganku pulang," kata Zhang Wei lagi tapi dengan kata-kata yang lembut.
"Zhang Wei kau itu sudah gila setelah mencampakkan aku masih berani mengambilku lagi kamu kira aku seperti mainan di ambil bila di butuhkan dan di campak bila sudah bosan!," bentak Sashuang air matanya mulai berkaca-kaca dia sudah tidak bisa menahan air matanya. Perlahan air matanya membasahi pipinya...
...~ ^Β°^ Selamat membaca ΒΆβΒΆ ~...
Zhang Wei merasa kesal mendengar perkataan Sashuang dia ingin sekali memukul wanita yang berada di hadapannya itu.
"Sekarang aku tidak ingin pulang denganmu karena kamu itu selalu saja menyakiti hati aku kamu selalu aja ngerepotin aku mulu!," bentak Sashuang sambil memegang tangan LeiLei. Zhang Wei yang tidak puas itu pun langsung mendaratkan tangganya pada wajah Sashuang.
PLAKK
Bunyi tamparan yang sangat kuat.
"Zhang Wei jangan sembarangan menampar kakakku yah kamu mau ku lubangi kepala mu itu yah!," tegas LeiLei sambil memarahi Zhang Wei. Zhang Wei langsung membawa Sashuang pergi dan dia mendorong LeiLei sehingga jatuh.
"Lepaskan kakak ku woi ku laporin polisi kau yah dasar laki-laki kurang ajar kau ya," teriak LeiLei tetapi seketika dia pingsan karena seseorang telah memukul kepalanya hingga pingsan.
"Zhang Wei lepaskan aku sudah ku bilang kan aku tidak mau ikut denganmu!," teriak Sashuang yang meronta-ronta karena dia sangat membenci reinkarnasi kaisar yang dulunya sangat baik pemurah hati kini menjadi seperti seorang iblis yang sangat kejam dan tidak baik sama sekali. Sashuang hanya pasrah dan dia berhenti meronta dan kini dia di masukkan ke dalam mobil.
__ADS_1
Di dalam mobil...
"Sungguh menyesal karena aku menyukainya dahulu tapi sekarang aku merasa sangat tidak menyukai dirinya bahkan aku sendiri tidak bisa mengerti orang seperti apa pria yang berada di hadapan ku ini," dalam batin Sashuang dan dia sedikit menundukkan kepalanya.
Sashuang sungguh sangat sedih karena dirinya pasti akan disakiti buat kali ketiga dia sungguh sangat menyesal karena telah mengenali pria yang digelar sebagai CEO yang sangat kejam di kotanya. Sungguh saat itu Sashuang sangat ingin melompat dari gedung setinggi 12 tingkat agar semua yang terjadi di masa lalu tidak akan terjadi lagi. Setelah beberapa jam menempuh perjalanan akhirnya mereka tiba di rumah Zhang Wei.
Saat Sashuang akan turun dari mobil Zhang Wei malah memasukkan kembali Sashuang ke dalam mobil dan dia memakaikan gelang di tangan Sashuang gelang itu berbentuk seperti gelang listrik.
"Kenapa kau memakaikan gelang ini padaku?!," tanya Sashuang sambil menarik kembali tangannya.
"Biar bila kamu buat masalah bakal mudah aku akan membuat sengatan listrik pada tubuhmu!," teriak Zhang Wei sambil megambil remote yang bersaing kecil dan ada tombol merah di tengahnya Zhang Wei menekan tombol itu dan tubuh Sashuang seperti terkena sengatan listrik yang lumayan kuat.
"Arrgghhh!!," teriak Sashuang yang kesakitan. Tetapi Zhang Wei tetap menekan tombol itu selama 15 saat lalu mengangkat ibu jarinya dari tombol merah itu.
"Dengarkan aku, jangan membuat masalah lagi atau aku akan melakukan sengatan listrik pada mu atau aku akan membakar seluruh tubuhmu," kata Zhang Wei sambil menarik rambut Sashuang yang panjang.
"Kalau kau sangat membenciku kenapa tidak sekalian membunuhku saja tidak perlu menyiksaku seperti ini sungguh ini sangat menyakitkan," dalam batin Sashuang yang sudah terbaring di kursi mobil air matanya keluar namun dia tidak bisa bergerak karena tubuhnya terlalu lemah.
Malam harinya....
Ayah Zhang Wei yang bernama Qing itu tiba-tiba saja datang ke rumah Zhang Wei dan keliatan sangat marah akan sesuatu. Saat dia berjalan dan akan masuk ke rumah Zhang Wei dia melihat Sashuang yang masih terbaring lemah di dalam mobil. Tuan Qing pun langsung menghampiri Sashuang yang tengah lemah itu dan dia sedikit menatap ke wajah Sashuang.
"Anak muda, siapa yang melakukan seperti ini padamu?," tanya Tuan Qing dan wajahnya yang tadi keliatan emosi sekarang terlihat sedih melihat Sashuang yang terbaring lemah.
__ADS_1
"Tuan, maaf aku tidak menunduk hormat padamu karena badanku lemah..," kata Sashuang sambil melihat sedikit ke arah Tuan Qing yang berdiri di hadapannya.
"Kamu kemari sebentar!," teriak Tuan Qing pada salah satu pembantu yang bekerja pada malam hari untuk mencuci lantai. Pelayan yang mendengar dirinya dipanggil itu pun langsung bergegas ke arah Tuan Qing.
"Ya Tuan, ada yang bisa saya bantu?," tanya pembantu itu dan sedikit menunduk sebagai tanda hormat.
"Siapa yang telah melakukan kekejaman pada anak muda ini?," tanya Tuan Qing dan wajahnya lagi-lagi menjadi dingin.
"Tuan Zhang Wei, yang telah memaksa wanita ini kesini dan meletakkan gelang yang ada sengatan listrik pada pergelangan tangan wanita ini dan tuan juga telah menekan tombol yang bisa terkena sengatan listrik Tuan Qing," jawab pembantu itu dengan sangat jujur.
"Anak ini sungguh tidak menghormati seorang wanita tunggu saja aku akan membantai tuh anak sampai jadi kayak bayi yang hanya bisa merangkak liat saja," kata Tuan Qing yang keliatan emosi dan sangat marah.
"Bawa wanita ini masuk ke dalam rumah sekarang," arah Tuan Qing. Pelayan itu pun langsung membawa Sashuang masuk ke dalam rumah. Sementara Zhang Wei yang masih belum tidur duduk di kursi sambil minum segelas air kopi.
Pelayan itu masuk ke dalam rumah Zhang Wei tetapi Tuan Qing tidak masuk ke dalam rumah itu karena dia mau melihat apa yang akan di lakukan oleh Zhang Wei pada Sashuang nanti.
"Berani sekali kamu membawanya masuk ke rumahku apa kamu mahu di pecat hah?!," tanya Zhang Wei sambil menatap tajam ke arah pelayan itu namun pelayan itu hanya terdiam dan kepalanya sedikit tertunduk sementara Sashuang yang masih lemah itu masih tidak ingin melihat wajah Zhang Wei dia hanya menunduk dari tadi dan tidak melihat Zhang Wei sama sekali.
"Bila aku berkata padamu liat aku!," bentak Zhang Wei dan tangganya sudah hampir mengenai wajah Sashuang namun Tuan Qing langsung menahan tangan Zhang Wei.
"Papa kok bisa papa disini?," tanya Zhang Wei yang melihat bapanya berada tepat di hadapannya dengan tatapan mengerikan yang mengarah ke bola mata Zhang Wei.
Bersambung...
__ADS_1
...πππJangan lupa likeπππ...
...πππ Dan Comment yah πππ...