Reinkarnasi Sang Kaisar

Reinkarnasi Sang Kaisar
Episode terakhir.


__ADS_3

Episode Sebelumnya...


"Hoamm, sampai kapan mau selesai 2 orang manusia ini berantem," kata Sashuang yang menguap sambil duduk di meja makan sambil tongkat dadunya menggunakan tangan kanannya. Mereka berdua tetap berantem sehingga Sashuang tidak bisa menahan matanya lagi dan akhirnya dia terlelap di meja makan sementara 2 orang yang tidak mau mengalah sama sekali itu juga tertidur di lantai karena kelelahan dan akhirnya mereka ketiduran bukan karena di ceritain di belai tetapi ketiduran karena berantem. Ketiga orang itu tertidur di dapur karena kelelahan dan mereka seperti keluarga bahagia. Sashuang sedikit membuka matanya dengan kepalanya yang masih terbaring di atas meja.


"Sepertinya ini lah yang aku harapkan dalam hidupku," kata Sashuang dan menutup matanya kembali.


...😘~Selamat membaca~😉...


Keesokan paginya..


Sashuang dengan perlahan membuka matanya dan dia melihat dirinya yang terbaring di kasur.


"Eh bukanya kemarin malam aku ketiduran di dapur yah apa mimpi yah," gumam Sashuang yang sedikit kebingungan.


"Nona, waktunya turun untuk sarapan," kata pelayan yang berdiri sambil memanggil Sashuang untuk turun kebawah dan makan sarapan.


"Baiklah," jawab Sashuang yang masih terduduk di atas ranjang.


Kring! Kring! Kring!


Bunyi deringan telfon yang terdengar di sebelah kanan Sashuang. Dia pun langsung melihat telfon yang ada di atas meja.


"Ini hp Zhang Wei kan?," kata Sashuang sambil mengambil hp Zhang Wei yang terletak di atas meja. Di skrining telfon tertulis nama yang aneh dan sedikit lucu.


"Kenapa nama nya baby sapi sih," kata Sashuang sambil tertawa kecil dia mengangkat panggilan telfon itu.


"Helo."


"Iya maaf yah Tuan Zhang Wei sedang makan sarapan."


"Kalau begitu saya akan datang ke rumahnya sekarang."


"Eh jangan kak, nanti aku yang ngasih tau ke Zhang Wei yah."


"Aku mau tanya dulu nih."


"Tanya apa?."


"Kamu sedang telfon siapa sekarang?."


"Baby sapi.."


"Yodah yang bi nanti aku telfon kamu lagi yah muachh."

__ADS_1


Sashuang langsung mematikan telfon itu dan letak kembali ke atas meja dia buru-buru mengambil handuknya dan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi. Tidak lama setelah Sashuang masuk ke dalam kamar mandi Zhang Wei masuk ke dalam kamar dan mengambil hp nya dan duduk di kasur. Dia menelepon kembali yang namanya "Baby sapi."


"Halo sayangku cintaku." jawab panggilan itu setelah tersambung.


"Apa maksudmu dengan sayang ku cintaku hah?," tegas Zhang Wei.


"Kupikir wanita tadi yang mengangkat telfon ternyata eluh ," kata pria itu.


"Ku bunuh, mati kau," tegas Zhang Wei lagi dan langsung mematikan telfonnya dan langsung keluar dari kamar nya.


"Kalau Zhang Wei tau dia bakalan mukul aku lagi gak yah moga aja enggak," dalam batin Sashuang yang sedikit ketakutan.


Setelah beberapa menit kemudian...


"Akhirnya sudah selesai waktunya turun buat sarapan deh," kata Sashuang langsung berjalan keluar dari kamar dan langsung menuju ke meja makan. Sashuang duduk di sebelah BaoBao yang sedang makan wortel di mulutnya. Sementara Zhang Wei dengan wajah dingin nya hanya terdiam sambil berdiri dan keluar dari rumah itu.


"Kenapa dengan papa kamu?," tanya Sashuang yang kebingungan.


"Itu karena mama bikin papa cemburu lah itu makanya dia dingin," kata BaoBao dengan wajah kesal nya.


"Ternyata dia cemburu yah karena aku mengangkat telfon temenya waduh dia beneran Zhang Wei kah," dalam batin Sashuang sambil menyuapkan seketika es batu ke dalam mulutnya. Setelah selesai makan Sashuang langsung berdiri dan berpamitan untuk keluar rumah sebentar.


"Waduh gimana yah aku harus memberitahu kabarku pada LeiLei dia pasti risau dengan keadaan ku," kata Sashuang yang mondar-mandir di hadapan rumah Zhang Wei dia mau menelepon adek kesayangan nya tetapi semua alat komunikasi di dalam rumah itu di sembunyikan.


"Bosen deh tidak ada film apapun biasanya kan banyak drama kalau jam segini," dalam batin Sashuang yang dari tadi gonta-ganti saluran tv.


"Mama lagi ngapain?," tanya BaoBao yang tiba-tiba saja ada di sebelah Sashuang.


"BaoBao kok bisa kamu muncul disini?," kaget Sashuang yang melihat BaoBao berada di sebelahnya.


"Mami, aku mau mami jadi ibu terbaik buat BaoBao bisa gak?," tanya BaoBao dengan wajahnya yang sedih. Sashuang membelai nya dengan belaian lembut di kepala BaoBao. "Mami ayolah pergi ke kantor papa," kata BaoBao sambil menarik tangan Sashuang.


"Eh, kenapa kita harus ke kantor papa?," tanya Sashuang yang kebingungan.


"Untuk kasi papa pelukan kan tadi papa cemburu sama mama," kata BaoBao sambil melihatkan muka imutnya di hadapan Sashuang. Sashuang hanya tertawa kecil dia merasa anak laki-laki yang ada di hadapannya itu sungguh mengemaskan dengan wajah imut seperti itu. "Baiklah mama akan ke kantor papa jam 5 nanti," jawab Sashuang sambil tersenyum manis.


"Tidak bisa, mama harus pergi sekarang nanti papa pergi sama wanita lain gimana dong ayolah mama," kata BaoBao sambil menarik tangan Sashuang. Pada akhirnya Sashuang pun mengikuti BaoBao ke kantor Zhang Wei.


Setibanya di kantor Zhang Wei...


"Papa!," teriak BaoBao yang berlari ke arah Zhang Wei. "BaoBao!," tegas Zhang Wei dengan wajah datarnya yang membuat BaoBao berlari kembali ke arah Sashuang dan bersembunyi di belakang Sashuang.


"Apa yang kalian lakukan di kantor ku?," tanya Zhang Wei sambil menatap tajam dua orang yang ada di hadapannya. "Papi jahat amat sih udahlah muka serem terus muka datar kan tambah serem senyum dikit napa," kata BaoBao yang masih bersembunyi di belakang Sashuang.

__ADS_1


"Kalau kalian datang kesini mau cari masalah keluar sekarang!," bentak Zhang Wei yang membuat dua orang itu langsung berlari keluar. "BaoBao gimana bisa mama mau manjain iblis yang sifatnya emang seperti iblis," kata Sashuang yang ngeri dengan wajah Zhang Wei yang datar. "BaoBao apa yang kalian lakukan disini?," tanya seorang wanita yang berada di belakang Sashuang.


"Tante Mili, aku kesini buat ketemu papa tapi papa malah mengusir aku sama mama," kata BaoBao sambil mengeluarkan air mata palsu.


"Bisa jago akting juga padahal umurnya masih 4 tahun yang benar aja lah," dalam batin Sashuang yang masih kebingungan. "Biarkan Tante masuk dulu yah kalian tunggu disini," kata Mili sambil berjalan masuk ke dalam ruangan CEO.


Beberapa menit kemudian...


"Keluar!," teriak Zhang Wei yang sampai kedengaran sampai ruangan bawah. Keluarlah Mili dengan wajah sedih nya sambil menutup perlahan pintu Zhang Wei. "Tante juga diusir huahahahahahh," tawa BaoBao yang sedang mengejek Mili sementara Sashuang hanya tertawa kecil. "Bapak mu itu nanti ku kasih garam ku goreng juga lah nanti," kata Mili dengan suara perlahan agar Zhang Wei tidak mendengar nya.


"Mama, masuk lah mungkin mama tidak di usir loh ayo lah ma," paksa BaoBao sambil menggoyangkan tangan kanan Sashuang. "Baiklah," kata Sashuang sambil melangkah masuk ke dalam ruangan CEO itu dengan wajah sedikit ketakutan dan ragu-ragu dia membuka pintu itu dan terlihat Zhang Wei dengan wajah dinginnya menatap Sashuang dengan tajam. Seluruh tubuh Sashuang mulai bergeletar dia perlahan berjalan ke arah Zhang Wei. Sementara Zhang Wei masih menatap tajam wajah Sashuang.


"Kenapa masuk ke ruangan ku?," tanya Zhang Wei. Sashuang terdiam sebentar dan berpikir sejenak. "Aku tanya padamu jawab sekarang!," bentak Zhang Wei yang membuat Sashuang terhenti seketika. "Suamiku..maksudku calon suamiku jangan marah-marah dong nanti aku nangis nih," kata Sashuang sambil membuat muka kasihan nya. "Aku bukan calon suamimu," cuek Zhang Wei tetapi tubuhnya berkata lain dia sangat ingin menerkam seekor kelinci yang berada di sebelahnya itu.


"Suamiku kalau marah-marah terus gak dapat jatah loh," kata Sashuang yang mencoba merayu Zhang Wei. Seketika Zhang Wei langsung menarik tangan Sashuang dan mendudukkannya ke paha nya. "Kalau aku memaafkan mu apa kamu akan memberiku kesempatan untuk menerkam mu?," tanya Zhang Wei yang menggoda Sashuang.


"Pasti boleh kok tapi jangan marah-marah yah," kata Sashuang yang menggoda calon suaminya itu balik. Zhang Wei langsung menyambar bibir imut Sashuang dan Sashuang membalasnya.


30 menit kemudian...


Sashuang keluar dari ruangan Zhang Wei dengan tubuh lemah yang berjalan ke arah BaoBao. "Mama, kenapa mama bisa begini?," tanya BaoBao yang melihat Sashuang berjalan lemah di tangan ruangan. "Papamu itu udah puasa berapa abad sakit amat pinggang ku," keluh Sashuang sambil menyentuh pinggang nya yang sudah kesakitan. "Jadi mama apa papa sudah tidak marah lagi?," tanya BaoBao dengan muka penasaran. "Sudah tidak marah lagi kok," kata Zhang Wei yang tiba-tiba muncul di belakang Sashuang membuat Sashuang kaget sekaligus mencoba kabur.


"Kalian pulanglah dulu papa ada pekerjaan nih," kata Zhang Wei sambil menarik Sashuang yang mencoba melarikan diri. "Ok papa kami pamit dulu," kata BaoBao sambil menarik tangan Mili dan menjauh dari Zhang Wei. "Sayang, jangan kabur mari lanjut yang tadi," goda Zhang Wei sambil mengelus lembut kepala Sashuang yang membuat Sashuang merinding di sekujur tubuhnya.


"Aku tidak mau lepaskan aku!," teriak Sashuang. Zhang Wei langsung menggendong Sashuang ke dalam ruangannya.


Keesokan harinya...


Sashuang yang sudah berada di rumah sudah disiapkan dengan makeup dan gaun pengantin yang sangat cantik sedang duduk di ranjang.


"Kok bisa pulak tuh pria siapin acara pernikahan ini apa mungkin dia sudah dari 3 hari lepas membuat tempat ini menjadi acara pernikahan," dalam batin Sashuang.


"Kakak!," teriak LeiLei dari belakang sambil memeluk tubuh Sashuang. "LeiLei kenapa bisa kamu ada disini?," tanya Sashuang sambil menoleh kebelakang.


"Kan hari ini hari pernikahan kakak mana mungkin aku tidak hadir," kata LeiLei. Sashuang hanya bersyukur karena adik kesayangannya menyetujui pernikahan dia bersama pria yang entah sejak kapan dia sukai.


"Nona, waktunya untuk nona keluar sekarang," kata seorang pelayan sambil tersenyum pada Sashuang. Sashuang pun keluar dari kamar itu dan diiringi oleh LeiLei dengan ramah nya orang yang berada di sebelah kanan dan kirinya membuat Sashuang sedikit ragu-ragu.


"Kakak jangan gugup kalau kakak gugup kakak tidak akan bisa bahagia dengan acara pernikahan ini," kata LeiLei yang mencoba menenangkan Sashuang. Sashuang pun berjalan dengan tenang ke arah Zhang Wei. Sementara Zhang Wei menarik tangan Sashuang ke pelukannya. "Zhang Wei, kamu benar-benar tidak akan meninggalkan aku kan?," tanya Sashuang yang mencoba bertanya kepada Zhang Wei.


"Aku akan mencintaimu dan tidak akan meninggalkanmu sampai maut memanggilku," kata Zhang Wei. Zhang Wei mengucapkan janji setia di hadapan ribuan orang tanpa rasa gugup sama sekali wajahnya keliatan sangat bahagia saat melihat Sashuang yang berada di hadapannya.


...~Tamat~...

__ADS_1


__ADS_2