
Episode sebelumnya...
"Akhirnya, aku sudah sampai di pintu terakhir!," ucap Xiu Ying Yi kelelahan. Xiu Ying Yi mencoba membuka pintu terakhir tetapi pintu itu malah mengeluarkan ribuan bola api.
"Gawat, pintu ini salah!," ucap Xiu Ying Yi sambil melompat ke sebelah kanan ya.
"Jadi pasti ada teka-teki lagi disini, tapi apa yang harus kulakukan sekarang..," ucap Xiu Ying Yi. Dia pun duduk di satu batu besar dan mulai mencoba mencari teka-teki di balik pintu pintu ini. Dan satu menit telah berlalu dia tiba-tiba bangkit.
"Aku tahu, semua pintu tadi ada warna yang berbeda pintu pertama ada warna hijau, pintu kedua warna putih, pintu ketiga warna biru, pintu keempat warna hitam dan pintu terakhir berwarna merah itu berarti 4 pintu ada jebakan dan hanya satu pintu yang benar jadi bermaksud sekarang masih ada dua pintu jebakan dan mungkin jebakan pintu berikutnya lebih mengerikan," ucap Xiu Ying Yi sambil duduk kembali di batu besar itu. Dia sudah duduk di batu besar itu selama 4 menit dan tiba-tiba dia bangkit kembali.
"Kalau warna burung itu biru berarti pintu yang benar adalah pintu berwarna biru!," ucap Xiu Ying Yi. Dia pun langsung bergegas ke pintu ketiga dan itu mengambil masa selama 30 menit untuk sampai ke pintu ke tiga.
"Nah, ini pasti pintunya!," ucap Xiu Ying Yi dengan penuh keyakinan dia menyentuh pintu itu.
"Tahniah, anda berjaya menjawab teka-teki yang pertama dan sekarang sila masukkan kata kunci!," kata suara yang tiba tiba terdengar dan suara itu bergema di telinga Xiu Ying Yi namun Xiu Ying Yi mengabaikannya.
"Aku tiba di pintu terakhir dalam waktu 50 menit dan aku sampai kesini dalam waktu 30 menit jadi kata kuncinya adalah 30 menit!," kata Xiu Ying Yi sambil menulis di pintu itu nombor 30 dan benar saja pintu itu terbuka.
"Yes, akhirnya terbuka!," Xiu Ying Yi pun melangkah masuk ke dalam dan saat dia melangkah masuk pintu itu tertutup dengan sendirinya. Xiu Ying Yi mengabaikan pintu yang tertutup itu dan dia pun melangkah masuk lebih dalam saat dia mau melanjutkan langkahnya dia terdengar...
"Hebat, kau dapat memecahkan teka-teki ini dengan mudah tapi kau harus memecahkan lagi 3 teka-teki," ucap suara yang bergema di telinga Xiu Ying Yi. Dan tiba-tiba ada sesuatu yang melompat dari atas dan mendarat tepat di hadapan Xiu Ying Yi.
"Jadi kau lah penjaga di tempat ini?," tanya Xiu Ying Yi.
"Tepat sekali, aku lah yang menjaga tempat ini dan ini kali keempat aku memiliki tamu tapi semua telah mati karena tidak lolos teka-teki berikutnya!," ucap seekor harimau berwarna merah dan berbelang biru.
"Baiklah, aku sedia menjalankan teka-teki berikutny!," ucap Xiu Ying Yi dengan penuh keyakinan.
"Kalau begitu, aku akan mengikutimu," ucap harimau itu.
"Kalau begitu baiklah!," jawab Xiu Ying Yi. Mereka berdua pun berjalan masuk lebih dalam ke tempat yang sangat luas itu.
__ADS_1
"Wanita, namamu adalah Xiu Ying Yi kan?," tanya harimau itu.
"Iya, namaku adalah Xiu Ying Yi dan namamu siapa?," tanya Xiu Ying Yi sambil berjalan.
"Namaku adalah Tigerest, dan aku adalah harimau api yang menjaga tempat ini," jawab harimau itu.
Mereka pun tiba di tempat...
Xiu Ying Yi memberhentikan langkahnya karena melihat banyak sekali tulisan di dinding Xiu Ying Yi menyentuh dinding itu sambil memegang dinding itu.
1.Bulan
2.Lupakan
3.Ulah
4.Elak
5.Fantasi
7.Riang
8.Efauna
9.Orang
10.Fantastic
11.Tawuran
12.Haiwan
__ADS_1
13.Ela
14.Keliatan
15.Indah
16.Nanti
17.Galak
(itulah tulisan yang sudah di tulis di dinding itu)
"Apa makna dari tulisan dinding ini?," tanya Xiu Ying Yi.
"Tiada arti apapun di dinding itu kau tidak perlu khawatir," ucap sang harimau. Mereka pun melanjutkan perjalanan nya. Dan setibanya di suatu tempat harimau tiba-tiba harimau itu melompat sangat jauh sementara Xiu Ying Yi yang tiba-tiba merasa seperti goncangan hebat yang berlaku di tempat itu dan separuh dari tempat itu telah pun rusak dan sisa satu batu yaitu tempat Xiu Ying Yi berdiri. Sementara jalan yang lain jatuh ke bawah dan di bawah itu ada api yang sangat mendidih dan sangat panas. Xiu Ying Yi mengerutkan keningnya dan menatap ke arah harimau itu.
"Baiklah, kau harus memecahkan teka-teki pertama yang dimana kau harus tebak perkataan apa yang harus digunakan untuk melanjutkan perjalananmu dan waktu hanya tinggal 4 menit sebelum kau jatuh ke dalam api itu dan menjadi wanita panggang," ucap harimau itu sambil tersenyum ke arah Xiu Ying Yi. Sementara Xiu Ying Yi masih bertenang dan mulai duduk. Dia mencoba memikir kan caranya sambil menutup matanya.
"Aku sudah tahu, jawapanya adalah pada tulisan yang ada di dinding itu yang bermaksud aku harus mengambil huruf depan yang ada pada ayat-ayat di dinding itu ayat pertama, bulan berati aku harus ambil huruf (B) nya, ayat kedua Lupakan aku harus mengambil ayat pertamanya yaitu (L), ayat ketiga, ayat kelima, ayat keenam huruf awalnya adalah (U), (E), (F), (I) dan ayat yang ketujuh, kelapan, kesembilan, kesepuluh, kesebelas, keduabelas, ketigabelas, keempat belas, kelimabelas, keenam belas, ketujuhbelas dan delapan belas huruf depannya adalah (R), (E), (O), (F), (T), (H), (E), (I), (N) dan (G) kalau digabungkan jawabannya adalah BLUE FIRE OF THE KING," ucap Xiu Ying Yi sambil membuka matanya. Secara tiba-tiba batu itu membawa Xiu Ying Yi ke tempat harimau itu.
"Kamu sungguh pintar bahkan mampu menghafal semua perkataan dinding!," ucap harimau itu sambil tersenyum cilik.
"Terima kasih Tigerest, aku terasa di puji olehmu," kata Xiu Ying Yi sambil berjalan ke hadapan. Mereka pun tiba di teka-teki kedua.
"Baiklah Xiu Ying Yi, kau harus tengok dengan benar ayat di dinding itu dan ubahlah ayat itu menjadi bahasa Kazashtan," ucap harimau itu.
"Aku tidak bisa berbahasa Kazashtan!," tegas Xiu Ying Yi.
"Kalau begitu tidurlah kau disitu," ucap harimau itu sambil pergi meninggalkan Xiu Ying Yi.
"Aku akan mati kalau aku tidak lakukan apa pun tapi aku sama sekali tidak bisa berbahasa Kazashtan," ucap Xiu Ying Yi sambil terduduk. Dia mencoba mengingat bahasa Kazashtan yang pernah dia pelajari. Dia berhasil mengingat kembali semua yang di pelajari...
__ADS_1
"Теңіз суы, сені шақыратын менің даусымды есті, толқындарыңның үні мені тыныштандырады және мен сені алдыма келуге шақырамын!," ucap Xiu Ying Yi yang sedang membacakan mantera.
Bersambung...