Reinkarnasi Sang Kaisar

Reinkarnasi Sang Kaisar
Episode 51


__ADS_3

Episode sebelumnya...


"Ampun, ampun aku akan menghubungi rumah sakit sekarang," kata Ling Jin He sambil menutup hp nya. Zhang Wei pun meletakkan hp nya di atas meja dan langsung duduk di sebelah Sashuang dan dia menggenggam erat tangan kanan Sashuang. Setelah 7 menit kemudian dokter pun tiba di rumah Zhang Wei.


"Oh iya, kalau kalian tanya kenapa bisa dokter nya tiba dalam waktu satu saat doang?, ya biasalah dunia khayalan kalau realiti di bilang punya sihir ntar hehehehe,"


...💖😘~Selamat membaca~😘💖...


"Tuan, silahkan tunggu sebentar yah," kata dokter itu sambil mengeluarkan semua barangan yang ada. Dia mulai memeriksa denyut nadi Sashuang.


"Istri tuan baik-baik saja cuman dimohon tuan jangan terlalu berkasar padanya," kata dokter sambil berdiri dokter itu pun memberi beberapa botol obat pada Zhang Wei.


"Berikan obat ini bila dia sadar nanti," kata dokter itu sambil melangkah pergi dari kamar Zhang Wei. Zhang Wei pun hanya menatap pada wajah Sashuang yang pucat di karenakan oleh dirinya sendiri. Zhang Wei mengusap lembut kepala Sashuang.


Beberapa jam kemudian..


"Uhh," kata Sashuang sambil bangun dari kasur dia melihat Zhang Wei yang ketiduran di sofa karena menjaganya semalaman.


"Apa pria itu masih akan menyiksaku seperti seekor anjing lagi ah sudahlah," dalam batin Sashuang. Dia menurunkan kedua belah kakinya dengan perlahan dan mulai berjalan.


"Berhenti di situ!," tegas Zhang Wei. Sashuang pun berdiri dan tidak bergerak sama sekali dia langsung menundukkan kepalanya. Sementara Zhang Wei yang menghampiri Sashuang hanya berdiri di hadapan Sashuang dengan tatapan tajam.


"Mau pergi kemana?," tanya Zhang Wei dengan wajah datar.


"A...a..aku mau ke toilet," kata Sashuang dengan sedikit gugup. Zhang Wei langsung menggendong Sashuang ke dalam toilet dan mengunci pintu toilet dari luar.


"Zhang Wei lepaskan aku, aku tidak mau kamu mengurungku di sini!!," teriak Sashuang sambil menggedor-gedor pintu toilet itu.

__ADS_1


"Katanya mau ke toilet kalau tidak menutup pintu kamu mau aku melihat tubuhmu bertelanjang di hadapanku?," tanya Zhang Wei . Seketika Sashuang berhenti dan dia langsung membuat urusannya di dalam toilet.


Beberapa menit kemudian.


"Kenapa wanita itu masih belum keluar apa terjadi sesuatu padanya," dalam batin Zhang Wei.


"Sashuang, apa kamu baik-baik saja?," teriak Zhang Wei dari luar pintu toilet wajahnya keliatan bimbang kalau sesuatu terjadi pada Sashuang.


"Zhang Wei tolong bantu aku sebentar tolong!!!!," teriak Sashuang dari dalam toilet. Zhang Wei langsung masuk ke dalam toilet dengan panik dan dia mulai melihat ke sekelilingnya. Sashuang yang berada di pojokan sedang ketakutan, Zhang Wei langsung berlari ke arah Zhang Wei.


"Kenapa denganmu?," tanya Zhang Wei. Namun Sashuang masih ketakutan dan tetap mengarah ke tab mandi yang masih ada air nya.


"Huwaaa!!!!," teriak Sashuang yang langsung melompat ke tubuh Zhang Wei dia memeluk erat tubuh Zhang Wei.


"Li Sashuang, apa yang kamu lakukan?," kata Zhang Wei yang sedikit kesal dengan tingkah Sashuang.


"Kecoak!!!!," teriak Sashuang dengan sangat kuat sehingga mereka berdua jatuh ke lantai. Mereka berdua saling bertatapan namun saat Sashuang mendekatkan wajahnya ke wajah Zhang Wei tiba-tiba sahaja ada kecoak yang terbang di wajah Sashuang.


...


"Li Sashuang berhenti berteriak telingaku bisa-bisanya berdarah mendengar teriakan mu!," teriak Zhang Wei sambil menutup mulut Sashuang. Tetapi Sashuang malah mengigit tangan Zhang Wei sehingga Zhang Wei menarik tangannya kembali dan Sashuang pun berteriak lagi. Zhang Wei yang sudah kesal langsung menepuk pundak Sashuang hingga dia pingsan dan berhenti berteriak.


"Ribet amat punya orang menyusahkan kayak luh," kata Zhang Wei sambil menggendong Sashuang kembali ke ranjangnya. Sashuang tertidur lelap dan Zhang Wei langsung keluar dari kamar karena dia masih banyak urusan yang harus di urus kan.


Pada tengah malamnya...


"Uh..kepalaku sakit," kata Sashuang sambil bangkit. Dia mulai berdiri di lantai dan berjalan keluar dari kamar untuk pergi ke dapur karena perutnya berbunyi kelaparan. Saat dia melangkah untuk ke dapur dia melihat kamar yang masih di terangkan oleh cahaya dia pun langsung pergi ke kamar itu dan sedikit mengintip.

__ADS_1


"Pria itu masih belum tidur padahal sekarang udah jam 12 tengah malam loh," dalam batin Sashuang yang masih mengintip di balik pintu kamar itu. Dia terus mengintip Zhang Wei yang duduk di kursinya dan mengetik komputer yang ada di atas meja kerjanya. Zhang Wei yang merasa ada yang memerhatikan ya pun langsung berdiri dari kursinya dan menuju ke arah Sashuang yang masih mengintip.


"Gawat kalau aku ketahuan bisa-bisanya di hajar lagi," kata Sashuang sambil berlari tanpa suara. Tetapi langkah nya tiba-tiba mengundur ke belakang karena Zhang Wei menarik pergelangan tangan Sashuang. Sashuang pun terjatuh ke pelukan Zhang Wei. Zhang Wei meletakkan dagunya ke bahu Sashuang.


"Apa kamu mengintip ku dari tadi?," tanya Zhang Wei sambil tersenyum.


"A..a..aku cuman mau emm mau..," gugup Sashuang sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal dia mulai panik pada saat itu tapi dia berusaha dan mencoba menenangkan dirinya sendiri.


"Sudahlah tidak perlu segugup itu," kata Zhang Wei sambil mengangkat dagunya dari bahu Sashuang dan dia mengelus lembut kepala Sashuang.


"Tuan, tidak marah?," tanya Sashuang.


"Tidak kok, emang kenapa bangun jam segini?," tanya Zhang Wei lagi.


"Aku cuman lapar," kata Sashuang malu-malu dia menutup wajahnya karena malu.


"Kamu duduk lah di meja makan aku akan menyiapkan makanan untukmu," kata Zhang Wei sambil berjalan ke arah dapur. Sashuang pun mengikuti Zhang Wei dari belakang dan dia duduk di meja makan. Sementara Zhang Wei yang sibuk memasak untuk Sashuang.


"Emm..kemana LeiLei?," Sashuang yang


tiba-tiba bertanya.


"Aku telah menceraikan nya dan dia pergi ke luar negeri," jawab Zhang Wei yang masih memotong sayuran.


"Emang kenapa bukanya BaoBao itu anak kandungku?," tanya Sashuang lagi.


"Bukan anak kandungku tapi itu adalah anak nya bersama pria lain lagian aku tidak pernah berani menyentuh tubuh wanita selain kamu kok," kata Zhang Wei sambil mengernyitkan mata ke arah Sashuang. Seketika Sashuang langsung menunduk ke bawah meja karena dia tidak tahu Zhang Wei akan mengatakan itu padanya.

__ADS_1


"Oh iya, setelah kamu meninggalkanku pada zaman dulu aku tidak berani memikirkan wanita lain selain kamu, jadi kamu masih mengingatku tidak saat tiba di sini?," tanya Zhang Wei sambil berjongkok dan melihat Sashuang dengan senyuman nakal.


Bersambung...


__ADS_2