
Episode sebelumnya....
"Berani sekali kamu membawanya masuk ke rumahku apa kamu mahu di pecat hah?!," tanya Zhang Wei sambil menatap tajam ke arah pelayan itu namun pelayan itu hanya terdiam dan kepalanya sedikit tertunduk sementara Sashuang yang masih lemah itu masih tidak ingin melihat wajah Zhang Wei dia hanya menunduk dari tadi dan tidak melihat Zhang Wei sama sekali.
"Bila aku berkata padamu liat aku!," bentak Zhang Wei dan tangganya sudah hampir mengenai wajah Sashuang namun Tuan Qing langsung menahan tangan Zhang Wei.
"Papa kok bisa papa disini?," tanya Zhang Wei yang melihat bapanya berada tepat di hadapannya dengan tatapan mengerikan yang mengarah ke bola mata Zhang Wei.
...π~Selamat membaca yah guys~π...
"Kamu jangan terlalu kejam pada wanita ini dia bukan hewan peliharaan mu yang bisa kamu pakaikan sengatan listrik hewan aja kalau kamu kasi pakai gelang itu bakal teriak kesakitan hanya saja dia tidak bersuara!," tegas Tuan Qing pada anak laki-lakinya itu.
"Ayah aku cuman menganggap wanita ini sebagai pelayan ku ya serah aku dong mau ngapain!," jawab Zhang Wei lagi.
"Kamu jangan melawan saat aku berbicara padamu yah, sungguh kamu anak durhaka yang tidak tau bersyukur," teriak Tuan Qing yang kesal sekaligus menyesal karena terlalu memanjakan anak laki-laki yang menjadi seorang CEO yang di kenal dengan sifat kejamnya. Tuan Qing yang kesal itu langsung memutar badannya dan keluar dari rumah itu dan masih ada penyesalan di dalam dirinya. Apabila Tuan Qing sudah menjauh dari rumah Zhang Wei, Zhang Wei menatap tajam ke arah Sashuang yang masih berdiri lemah di hadapannya.
"Sekarang kamu pinter ngadu juga yah tidak ku sangka kamu wanita murahan yang bisa membujuk seseorang untuk mendengar arahan mu," ejek Zhang Wei yang merendahkan Sashuang namun Sashuang hanya terdiam dan pelayan itu membawa Sashuang kedalam kamar. Belum lagi pelayan itu masuk ke dalam kamar Zhang Wei langsung menghalangi pelayan itu.
"Jangan tidurkan dia di kasur ku dia sungguh menjijikkan sekarang kurung kan dia di dapur," arah Zhang Wei.
"Tetapi Tuan ....," pelayan itu ragu-ragu tetapi setelah melihat tatapan Zhang Wei yang sangat menakutkan itu pun hanya bisa mendengar arah Zhang Wei dan segera membawa Sashuang ke dapur.
"Nona maafkan aku, sungguh bukan ini yang aku inginkan aku ingin nona istirahat di kamar," kata pelayan itu dengan wajah sedih.
__ADS_1
"Tidak apa-apa kok, aku tahu kamu takut pada bos mu maka dengarlah semua perintah pada orang yang menjadi bos mu," kata Sashuang sambil mengusap wajah pelayan itu dengan lembut walau tubuhnya masih lemah.
"Nona, terima kasih karena telah memahami situasi ku aku sungguh akan setia pada nona suatu hari nanti aku berjanji pada nona!," tegas pelayan itu dengan wajah yang penuh dengan kejujuran. Sashuang hanya mengangguk dia tahu pelayan itu tidak akan pernah membohonginya karena pelayan itu sungguh sangat jujur dan setia.
"Kalau bisa tau namamu siapa?," tanya Sashuang pada pelayan itu.
"Nona, kenalkan namaku ada XingXing aku sudah bekerja disini selama 5 tahun," kata XingXing yang keliatan seneng apabila Sashuang menanyakan namanya.
"Apakah wanita ini reinkarnasi dari XingXing, sungguh sifatnya tetap jujur dan setia dari dulu," dalam batin Sashuang sambil tersenyum manis.
"Nona, aku pamit dulu yah aku masih banyak pekerjaan yang harus ku bereskan sebelum pagi nanti," kata XingXing yang langsung berdiri dan Sashuang hanya mengangguk yang bermaksud "Iya." XingXing pun langsung pergi dari dapur untuk melanjutkan pekerjaannya. Sementara Sashuang yang masih terbaring di lantai dapur itu hanya pasrah. Hampir saja Sashuang melelapkan matanya ada orang yang menepuk lembut pipi Sashuang. Dia langsung membuka matanya.
"Mama!," kata seorang anak laki-laki yang berumur 2 tahun itu.
"Mama, jangan usir aku lagi aku kangen mama," kata anak itu sambil memeluk Sashuang anak itu memeluk Sashuang sambil mengeluarkan air mata.
"Baiklah, tapi kamu harus keluar dari dapur ini sekarang loh sebelum ada benda berbahaya mengenai tubuhmu loh nanti tidak imut lagi dong," kata Sashuang yang mencoba membujuk anak itu untuk keluar dari situ. Anak itu pun mengangguk dan langsung berjalan keluar namun anak itu terjatuh dan tersandar di lemari yang ada pisau nya. Pisau itu hampir terjatuh ke tubuh anak itu untung saja Sashuang langsung mengambil anak itu dengan cepat dan pisau itu terkena tepat di kakinya.
"Sakit," teriak Sashuang yang kesakitan karena kakinya ditikam oleh pisau yang lumayan tajam. Zhang Wei yang mendengar teriakan itu pun langsung berlari ke dapur.
"BaoBao, kamu tidak apa-apa kan?!," tanya Zhang Wei sambil menggendong BaoBao yang sedang menangis di depan dapur itu.
"Papa, mama ditikam oleh pisau gara-gara aku!!," teriak BaoBao sambil menangis di pelukan Zhang Wei. Zhang Wei pun menurunkan BaoBao dan menyuruhnya untuk masuk ke kamar. BaoBao pun langsung kembali ke dalam kamar sementara Sashuang yang masih menahan kesakitan itu tetap menahan matanya dari tertutup.
__ADS_1
"Sashuang," kata Zhang Wei yang langsung berlari ke arah Sashuang yang kesakitan dengan tubuhnya yang masih lemah.
"Kamu pria jahat jangan mendekatiku aku lebih rela mati kesakitan dari disiksa oleh pria berhati iblis seperti mu!," bentak Sashuang yang emosi apabila melihat Zhang Wei yang mencoba menghampiri Sashuang. Tetapi Sashuang mengabaikan perkataan Sashuang dan langsung menggendongnya.
"Lepaskan, sekarang lepaskan aku!," kata Sashuang yang meronta-ronta tetapi suaranya mulai melemah dan akhirnya matanya terlelap.
"Sashuang jangan mati lagi aku belum sempat menjadikanmu istriku tau!," teriak Zhang Wei yang melihat Sashuang sudah melelapkan matanya. Dia buru-buru membaringkan Sashuang ke kasur dan langsung mengambil hp nya dan menelepon seseorang yang bernama Ling Jin He.
"Ada apa tuan?."
"Panggil kan dokter ke rumahku segera."
"Kenapa, emang tuan hamil tua kah?."
"Lakukan saja perintahku atau aku akan membuatmu tidak punya keturunan!."
"Ampun, ampun aku akan menghubungi rumah sakit sekarang," kata Ling Jin He sambil menutup hp nya. Zhang Wei pun meletakkan hp nya di atas meja dan langsung duduk di sebelah Sashuang dan dia menggenggam erat tangan kanan Sashuang. Setelah 7 menit kemudian dokter pun tiba di rumah Zhang Wei.
"Oh iya, kalau kalian tanya kenapa bisa dokter nya tiba dalam waktu satu saat doang?, ya biasalah dunia khayalan kalau realiti di bilang punya sihir ntar hehehehe,"
Bersambung...
...πππJangan lupa likeπππ...
__ADS_1
...πππ Dan Comment yah πππ...