Reinkarnasi Sang Kaisar

Reinkarnasi Sang Kaisar
Episode 32


__ADS_3

Episode sebelumnya...


"Dasar wanita brengsek aku akan menghajarnya!," kata Felix yang akan terbang maju ke arah Arendell namun Sashuang menahan Felix. Zhang Wei melihat ke arah Sashuang dan menatap Sashuang dengan sangat tajam namun Sashuang hanya tersenyum. Zhang Wei menghampiri Sashuang sementara Arendell berharap Zhang Wei akan memukul Sashuang.


...~Selamat membaca~...


Sashuang hanya terdiam dan bersedia untuk dimarahi oleh Zhang Wei. Zhang Wei berhenti tepat di hadapan Sashuang dan melihat Sashuang dari atas ke bawah dan melihat tangan Sashuang sedikit terluka.


"Apa kamu tidak apa-apa?," tanya Zhang Wei pada Sashuang.


"Aku tidak apa-apa cuman luka sedikit doang lah," jawab Sashuang.


"Kenapa kakak tidak memukul wanita itu?!," dalam batin Arrendel yang keliatan sedikit marah kepada Sashuang. Zhang Wei langsung menggendong Sashuang dan melangkah pergi dari situ.


"Kakak, kenapa kakak menggendong wanita itu aku luka parah loh kak jangan ninggalin aku kak!," teriak Arrendel sambil mengejar Zhang Wei.


"Kenapa kamu tidak menolongnya?," tanya Sashuang kebingungan.


"Karena kamu adalah wanita yang aku cintai bukan dia!," jawab Zhang Wei sambil tersenyum dan mencium Sashuang di keningnya. Seketika wajah Sashuang memerah dan dia menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya.


"Kakak, kalau kakak tidak mau memukulnya biar aku yang menghajarnya!," tegas Arendell sambil mengangkat tangannya untuk menampar Sashuang. Namun Zhang Wei menghalangi Arrendel dari menampar Sashuang dan menatap sangat tajam ke arah Arendell.


"Kalau kamu berani menyentuhnya aku akan mematahkan tanganmu!," tegas Zhang Wei sambil melangkah pergi dari hadapan Arrendel.


"Wanita itu berani sekali mengambil calon suamiku!," kata Arrendel sambil mengepal tangannya. Sementara Sashuang memeluk erat tubuh Zhang Wei.


"Jadi kamu sangat ingin berpelukan seperti itu yah?," tanya Zhang Wei sambil tersenyum.

__ADS_1


"Jangan sembarangan!," tegas Sashuang sambil melepaskan tangannya dari tubuh Zhang Wei. Dan akhirnya mereka kembali ke tempat pertama kali mereka hadir di sana. Zhang Wei menurunkan Sashuang dan mendudukkannya di bawah pohon. Zhang Wei pun turut duduk di sebelah Sashuang dan memeluk Sashuang dengan lembut.


"Zhang Wei, ada apa denganmu lepaskan aku lagian juga aku tidak terluka sama sekali!," kata Sashuang sambil mencoba mendorong Zhang Wei.


"Jangan bergerak tubuhku dingin aku ingin tubuhku di hangatkan olehmu!," kata Zhang Wei sambil memeluk Sashuang.


"A..a...apa maksudmu dengan menghangatkan tubuhmu aku tidak mau!," tegas Sashuang dengan otaknya yang mulai traveling.


"Sayang..kita belum menikah tapi dirimu yang seperti ini membuatku ingin memakan kamu loh," kata Zhang Wei sambil berbisik ke telinga Sashuang. Seketika Sashuang mulai hampir pingsan karena nafas Zhang Wei yang kena di telinganya sangat hangat dan membuat dia merasa nyaman.


"Zhang Wei...aku..hah..hah...," kata Sashuang yang merasa nyaman saat Zhang Wei meniup lehernya dengan lembut. Seketika Zhang Wei berhenti meniup Sashuang dan dia melihat wajah Sashuang seperti anak imut dan wajah Sashuang pada saat itu sangat imut dan menggemaskan.


"Sashuang...jangan menggodaku!," tegas Zhang Wei sambil mengalihkan pandangannya.


"Siapa yang menggoda kamu lagian kamu meniup telingaku tadi sangat nyaman," kata Sashuang sambil bergerak sedikit ke atas.


"Anu..Zhang Wei aku benar-benar tidak bermaksud seperti itu!," kata Sashuang sambil mencoba berdiri tapi lagi-lagi tubuhnya mengenai timun Zhang Wei lagi.


"Oh tuhan, bantu aku aku tidak bisa terus seperti ini!!," dalam batin Sashuang. Zhang Wei yang sudah tidak menahan nafsunya lagi langsung mencium bibir Sashuang dengan lembut. Seketika Sashuang membulatkan matanya karena kaget Zhang Wei tiba-tiba menciumnya. Zhang Wei mulai memegang kedua belah tangan Sashuang dan menggenggam tangan Sashuang. Dan bibir Zhang Wei mulai ke telinga Sashuang dan Zhang Wei mengigit telinga Sashuang dengan lembut.


"Zhang Wei..kumohon jangan lakukan ini lagi!," kata Sashuang yang mencoba memberontak tetapi semakin dia bergerak nafsu Zhang Wei semakin tinggi dan meninggi seperti gunung.


"Zhang Wei, aku mohon!," kata Sashuang yang hampir mengeluarkan air matanya.


"Ya ampun mataku ternodai!," kata Felix sambil menutup matanya menggunakan sehelai kain hitam di matanya. Seketika Zhang Wei berhenti dan sadar kembali. Dia melihat Sashuang yang hampir mengeluarkan air mata seperti seekor kucing yang hampir menangis. Zhang Wei yang sudah sadar kembali itu langsung berdiri dan dia mengelap air mata Sashuang secara perlahan sambil berjongkok.


"Maafkan aku, aku tidak akan buat seperti itu lagi," kata Zhang Wei yang merasa bersalah karena ingin memakan Sashuang. Zhang Wei mengangkat tangannya dan dia melompat ke atas dahan pohon itu dan langsung duduk di situ.

__ADS_1


"Air mataku keluar karena nyaman dan hangat pula tapi gak papa lah lagian juga gua masih mau jadi perawan kok," dalam batin Sashuang sambil berbaring.


Saat malam harinya...


Sashuang tertidur dengan nyaman karena Zhang Wei memeluknya tanpa ia sadari.


"Kamu adalah jodohku aku akan menjagamu sampai akhir hayatnya," kata Zhang Wei sambil mengelus lembut wajah Sashuang sambil tersenyum bahagia melihat wajah Sashuang yang bahagia.


Sementara Arendell yang melihat mereka dari jauh itu pun sangat mulai iri kepada Sashuang wajahnya keliatan sangat marah saat Sashuang bersama Zhang Wei.


"Siapapun tolong lah aku dari adegan manis ini!," kata Felix yang masih menutup matanya. Sementara Arrendel mengeluarkan sebuah ular berwarna hitam ke arah Sashuang.


Sedikit pemberitahuan ular hitam adalah sejenis ular berwarna hitam yang sangat kuat bisanya kalau terkena bisa ular itu orang yang digigit oleh ular hitam akan mati dalam waktu 2 menit kalau tidak secepatnya mencari penawar. Tetapi penawar untuk racun ular itu saja sangat susah ditemui mana waktunya cuman 2 menit sebelum mati jadi ular ini sangat berbahaya.


...~Lanjut membaca~...


Ular itu mulai menghampiri Sashuang dan saat ular itu akan mematuk kaki Sashuang tiba-tiba sahaja ular itu di tarik oleh Sashuang.


"Mau ngapain kau hah?," tanya Sashuang sambil tersenyum dengan mata yang mengarah tajam ke arah ular itu. Seketika ular itu menggeliat karena takut melihat tatapan Sashuang.


"Dasar ular, sekarang kamu pergi lah mengigit orang yang mengantarmu ke sini dan kembali semula padaku kalau tidak aku akan memotong daging kamu dan membakar buat sambal belacan jadi lah kau ular bakar masak belacan mau kau?," tanya Sashuang sambil tersenyum bahagia. Ular itu langsung pergi ke arah Arrendel dan mematuk pantat Arrendel seketika Arrendel teriak sekeras-kerasnya sehingga membangunkan Zhang Wei yang sedang tidur.


"Siapa yang teriak?," tanya Zhang Wei kepada Sashuang yang dari tadi hanya tertawa kecil. Ular hitam itu kembali kepada Sashuang.


"Sashuang, pergi dari sini ular itu sangat bahaya!," teriak Zhang Wei sambil menggendong Sashuang untuk pergi dari situ.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2