Reinkarnasi Sang Kaisar

Reinkarnasi Sang Kaisar
Episode 44


__ADS_3

Episode sebelumnya....


"Baiklah mama Xiaobao akan mendengar perintah dari mama!," kata Xiaobao sambil berjalan keluar dari kamar Sashuang. Sashuang sudah mulai baikan jadi dia rebahan di ranjang sambil memainkan hp nya. Walau dia keliatan sedih dia tetap mencoba tersenyum karena dia harus bisa menahan segala rasa sakit yang dia alami. Baru saja Sashuang mah melelapkan matanya tiba-tiba sahaja pintu kamarnya di buka oleh Zhang Wei yang berlari masuk ke kamar Sashuang.


"Tuan, anda tidak di benarkan masuk," tegas Felix sambil merubah bentuknya menjadi seorang pria.


...~Selamat membaca ΒΆβˆ†ΒΆ~...


Zhang Wei langsung mendorong Felix dengan sangat kuat sehingga dia terjatuh Zhang Wei langsung berlari ke arah Sashuang.


"Zhang Wei jangan mendekat kalau kamu tidak mau mengenai sengatan listri!," teriak Sashuang yang mencoba kabur dari Zhang Wei.


Namun Zhang Wei tetap mengejar Sashuang sehingga dia dapat menggenggam tangan Sashuang Zhang Wei terkena sengatan listrik itu tetapi dia tetap menarik Sashuang ke dalam pelukannya.


"Zhang Wei badanmu akan cedera bila terus begini!," kata Sashuang sambil mencoba meronta-ronta dia sudah tidak tau harus ngapain lagi tubuhnya sudah semakin lemah dikarenakan energi yang ada di tubuh Sashuang mulai lancar kembali.


Zhang Wei masih memeluk tubuh Sashuang dan dia tiba-tiba sahaja pingsan di hadapan Sashuang. Seketika wanita itu mulai panik dia mulai memanggil sekretaris Zhang Wei untuk membawanya ke kamar.


Di kamar Zhang Wei...


Arrendel tiba-tiba saja masuk ke kamar Zhang Wei dan mendorong Sashuang yang sedang duduk di sebelah Zhang Wei.


"Tolong sesiapa bawa keluar wanita ini sekarang!," teriak Arrendel dengan sangat kuat pengawal yang ada di sana hanya mendengar perintah dari Arrendel. Sashuang pun didorong keluar dari tempat itu dia sedikit marah tapi dia takut untuk menimbulkan masalah.


Ada seorang kakek-kakek yang berjalan masuk ke rumah Zhang Wei kakek itu keliatan sangat panik mungkin saja dia takut kalau ada yang terjadi pada Zhang Wei.


Di tempat Zhang Wei...


Zhang Wei mulai membuka matanya dia melihat Arrendel yang sudah berada di sampingnya sepertinya Arrendel ketiduran Zhang Wei langsung melihat sekeliling nya.


"Sashuang! mana Sashuang?!," teriak Zhang Wei. Arrendel langsung bangun sambil menenangkan Zhang Wei tetapi Zhang Wei langsung mendorong Arrendel.


"Zhang Wei jangan bersikap kasar pada istrimu!," teriak suara seorang kakek yang berada di depan Zhang Wei tetapi Zhang Wei tidak menyadarinya.


"Ayah, kenapa ayah bisa disini?," tanya Zhang Wei.

__ADS_1


"Ayah mau kamu menikahi Arrendel sebelum berita kamu menghamili anak orang dan tidak mau tanggung jawab ini tersebar!," tegas kakek itu dengan tatapan tajam.


"Tapi ayah aku sudah punya wanita yang akan ku jagain dan akan ku hakiki tuh wanita!," tegas Zhang Wei lagi sambil menatap tajam balik pada ayahnya.


Kakek itu langsung menampar Zhang Wei dengan sangat keras sehingga pipinya bengkak.


"Berani sekali kamu menatap ayahmu seperti itu mulai sekarang kamu menikahi Arrendel atau ayah akan membunuh wanita yang sangat ingin kamu hamilin itu!," bentak ayah Zhang Wei. Dia hanya terdiam karena dia tahu dia tidak akan mampu menentang ayahnya. Ayahnya itu langsung keluar dari kamar dan menutup keras pintu kamar Zhang Wei.


"Arrendel kamu sengaja kan!," teriak Zhang Wei sambil menarik rambut Arrendel. Dan ayah Zhang Wei langsung kembali ke kamar Zhang Wei dan memukul Zhang Wei memakai tongkat yang ada di tangannya.


Di tempat Sashuang..


"Nona, mari kabur sekarang!," teriak sekretaris Zhang Wei yang langsung menarik tangan Sashuang.


"Kita mau kemana?," tanya Sashuang.


"Kita harus kabur sekarang sebelum ayah tuan mendapatkan Nona!," jawab sekretaris yang langsung memasukkan Sashuang ke dalam mobil dan langsung pergi dari rumah itu. Sashuang hanya menyentuh jendela mobil itu air matanya mulai menetes dan tiba-tiba saja di belakang mobil mendengar sesuatu pergerakan.


Sashuang langsung menoleh ke belakang.


"Xiaobao kenapa kamu ada di sini?!," tanya Sashuang sambil menggendong Xiaobao.


"Aku tidak mau kehilangan mama makanya aku ikut mama pergi," kata Xiaobao sambil memeluk erat tubuh Sashuang.


"Xiaobao nanti pasti papa mu akan bimbang kalau kamu tidak ada di rumah," kata Sashuang sambil mengelus lembut kepala Xiaobao.


"Tapi papa yang nyuruh aku untuk ikut sama mama," kata Xiaobao dengan polos.


Sashuang pun langsung menutup belakang mobil itu dan langsung membawa masuk Xiaobao ke dalam mobil.


"Mama, jangan tinggalin Xiaobao yah," kata Xiaobao sambil menyandar di paha Sashuang. Sashuang hanya tersenyum dan mengelus lembut rambut Xiaobao.


Dan mereka pun melanjutkan perjalanan yang lumayan lama mungkin mengambil waktu selama 7 jam lamanya.


"Mama aku lapar," kata Xiaobao yang terbangun dari tidurnya.

__ADS_1


Sashuang mengeluarkan aura biru dari tubuhnya dan keluarlah Felix dari tubuh Sashuang.


"Felix ambil uang ini dan belilah banyak makanan untuk di makan sama Xiaobao," kata Sashuang kepada Felix.


Felix pun langsung terbang keluar dari jendela dan langsung kembali dalam 1 saat saja waktunya untuk membeli makanan yang banyak.


"Ini semua barangan yang kau butuhkan," kata Felix sambil menyerahkan semua barangan itu kepada Sashuang. Dan Felix langsung masuk kembali ke tubuh Sashuang. Xiaobao pun mengambil makanan itu dan langsung memakannya dengan lahap.


Di tempat Zhang Wei...


"Kemana perginya Xiaobao?!," bentak Zhang Wei yang sudah dari tadi keberadaan Xiaobao dari 7 jam lalu.


"Maaf tuan, kami tidak menemui tuan muda dari tadi kami sudah mencarinya di semua tempat," jawab sekretaris itu.


Wajah Zhang Wei mulai dingin semua pikirannya sudah bercampur aduk dia semakin marah lagi apabila mengetahui Xiaobao sudah menghilang.


"Zhang Wei, tadi aku melihat Sashuang membawanya pergi dengan paksa," kata Arrendel sambil menunjukkan sebuah foto. Seketika Zhang Wei langsung mengamuk.


"Kepung mobil yang membawa Sashuang dan bawa pulang keduanya kemari!," teriak Zhang Wei semua pengawal langsung pergi mencari Sashuang menggunakan 20 mobil untuk mencari keberadaan Sashuang.


Tit! tit! tit! lokasi dikesan!


Kata suara yang berada di dalam mobil.


"Eh apanya yang dikesan?," kata Sashuang yang sedikit bingung. Xiaobao langsung merusak alat itu menggunakan tongkat bisbol yang sudah ada di dalam mobil itu dari tadi.


"Xiaobao hentikan kenapa kamu merusakkan alat itu?," tanya Sashuang sambil menarik Xiaobao.


"Mama kita harus menghancurkan alat itu sebelum papa dapat mencari kita!," kata Xiaobao sambil meronta.


"Apa maksudmu kamu bilang papa mu yang kasi kamu untuk mengikuti mama?," kata Sashuang yang sudah mulai panik.


Bersambung...


...πŸ’–πŸ’–πŸ’– Jangan lupa likeπŸ’–πŸ’–πŸ’–...

__ADS_1


...πŸ’–πŸ˜˜ Dan Comment juga yah πŸ˜˜πŸ’–...


__ADS_2