
Episode sebelumnya...
"Aku merasa energi ini akan ku serap lagi 5 menit dan seluruh tubuhku akan pulih kembali!," jawab Felix.
...~Selamat membaca~...
"Buruan Felix, perasaan ku tidak tenang sekarang," kata YingYing yang takut akan sesuatu terjadi pada Zhang Wei.
"Tenang lah badanku masih belum pulih, pergi lah dulu ke arah calon suamimu," jawab Felix. YingYing pun langsung berlari dan berpatah balik ke belakang.
"Zhang Wei, kekuatanmu masih ku segel tapi kau bisa menghancurkan mantra ku sungguh orang yang hebat!," kata Dewa langit sambil memijak Zhang Wei.
"Kenapa kau menghancurkan para dewa yang menjaga batu permata?!," tanya Zhang Wei yang sudah tidak berdaya.
"Karena aku mau menjadi hebat sendiri makanya aku merampas batu permata yang mereka miliki agar aku bisa menghancurkan seluruh dunia, hahahahah!," kata Dewa Api sambil tertawa jahat. Sementara YingYing yang langsung berlari ke arah Zhang Wei pun terhenti karena seorang wanita menghalanginya.
"Ketepi, atau aku akan menghancurkan mu!," teriak YingYing.
"Kau harus melangkah mayatku dulu!," kata wanita itu. Dengan keadaan tergesa-gesa YingYing langsung menendang wanita itu dan wanita itu langsung tumbang YingYing pun langsung bergegas ke arah Zhang Wei.
"Kau tidak pantas menjadi seorang Dewa!," tegas Zhang Wei yang sudah mengeluarkan darah dari mulutnya.
"Aku adalah Dewa api dan Dewa abadi mana mungkin tidak pantas menjadi Dewa!," jawab Dewa api. YingYing yang sudah tiba disana langsung duduk bersila dia menutup matanya dan membaca beberapa mantra. Dan tiba-tiba saja ada ombak besar yang tiba-tiba menuju ke arah mereka.
"Gimana bisa ada ombak?!," kaget Dewa Api sambil mengangkat kakinya dari badan Zhang Wei. Ombak yang sangat besar itu menghantam Dewa api sehingga kuasanya hampir hilang. Dan YingYing tiba-tiba pingsan di dalam aliran air ombak itu.
"YingYing, kemana YingYing?," kata Zhang Wei sambil berenang ke dalam air itu untuk mencari YingYing. Sementara YingYing jatuh semakin dalam ke dalam air. Zhang Wei yang melihat YingYing langsung menuju ke arahnya dan langsung memeluk YingYing.
"YingYing, sadarlah," kata Zhang Wei sambil berenang ke atas permukaan. Saat mereka hampir tiba di daratan Dewa Api langsung menyerang Zhang Wei dan Zhang Wei dapat mengelak.
"Hahahahahah, wanita mu itu akan mati," ketawa Dewa Api kepada Zhang Wei. Zhang Wei mengabaikan dan dengan cepat berenang ke atas. Tetapi dirinya tidak bisa bertahan lagi. Zhang Wei tiada pilihan lain selain memberikan YingYing bantuan pernafasan.
"Uhukk Uhukk," batuk YingYing.
Mata YingYing mulai terbuka dan dia melihat Zhang Wei di depan matanya.
__ADS_1
"Zhang Wei, kau masih hidup," kata YingYing sambil mengelus wajah Zhang Wei.
"YingYing, kamu harus berenang sampai ke atas tinggalkan aku disini," kata Zhang Wei sambil menolak YingYing ke atas permukaan.
"Zhang Wei!," teriak YingYing yang sudah menjauh dari Zhang Wei.
"Felix, bantu aku dan buka segel yang ada pada tubuh Zhang Wei!," kata YingYing.
"Baiklah, lagian kuasaku udah mulai pulih kembali!," kata Felix sambil berenang masuk ke dalam air.
"Zhang Wei, tamatlah riwayatmu!," kata Dewa Api sambil melontarkan bebola api ke arah Zhang Wei. Dan Felix tiba tepat masa dia mengibaskan sayapnya dan bebola api itu kembali semula ke arah Dewa Api.
"Burung biru, kenapa kau disini?," tanya Zhang Wei.
"Ini atas perintah majikan ku!," jawab Felix. Felix langsung melaju ke arah Dewa api dan langsung mengambil semua batu permata yang telah dirampas dalam kantong baju nya.
"Tidak, batu-batu berhargaku!," teriak Dewa Api perlahan meledak dan tubuhnya hancur. Felix langsung menyerahkan batu permata berwarna hitam kepada Zhang Wei. Zhang Wei mengambil batu itu lalu memasukkan ya ke dalam badannya. Sementara YingYing masih bolak-balik karena takut mereka berdua tidak bisa selamat. Dan tiba-tiba sahaja Felix muncul dari dalam air dan membawa Zhang Wei di punggungnya.
"Felix, kau kembali!," teriak YingYing. Felix langsung mendarat di sebelah YingYing dan dia masuk kembali ke dalam tubuh YingYing.
"Zhang Wei, aku mau minta maaf juga karena telah melibatkanmu dalam masalah ini!," kata YingYing sambil tersenyum bahagia. Zhang Wei pun memeluk YingYing dan mencium keningnya.
"Mari kita pulang," kata Zhang Wei.
"baiklah!," jawab YingYing. Mereka berdua pun langsung melangkah pergi dari tempat itu.
"Zhang Wei, kenapa kau membohongi semua orang yang kau buta dan memakai kain putih?," tanya YingYing yang masih kebingungan.
"Kalau aku tidak memakai kain putih itu mereka semua akan tahu bahwa aku adalah Dewa," jawab Zhang Wei lagi.
"Ouh, begitu yah," ucap YingYing sambil melangkah.
"Ehh?," kaget YingYing karena Zhang Wei tiba-tiba menggendongnya.
"Kau sangat lambat kalau berjalan aku akan menggendong mu agar lebih cepat," kata Zhang Wei sambil melompat dengan sangat tinggi ke udara.
__ADS_1
Setelah tiba di kediaman YingYing...
Zhang Wei menurunkan YingYing.
"Terima kasih karena telah menghantarku pulang!," kata YingYing sambil tersenyum. Dan Zhang Wei hanya tersenyum balik ke arah YingYing sambil mengelus kepala YingYing lalu dia pun pergi dari situ sambil memakai kembali kain putihnya. YingYing pun melangkah masuk ke dalam rumahnya.
Brakk! bunyi pintu rumah YingYing yang tiba-tiba di terobos dan XingXing yang keluar dari rumahnya dengan muka takut.
"XingXing, ada apa denganmu?," YingYing.
"Tuan Putri, gawat adik perempuan Tuan Putri, sudah menjabak anda!," teriak XingXing dengan nafas yang terengah-engah.
"Apa maksudmu?," tanya YingYing lagi.
"Tuan Putri, berhenti bercanda adik anda LeiLei, telah menjabak anda!," teriak XingXing.
"Jadi LeiLei, lah yang telah kalah denganku dalam ujian yang mistrius itu," kata YingYing. YingYing langsung masuk ke dalam rumahnya dan langsung melihat ke sekeliling rumahnya.
"Tuan Putri, dia telah membawa seorang pria ke atas kasur anda saat saya keluar untuk membeli makanan tadi aku sudah coba menyeretnya keluar tapi itu gagal!," kata XingXing.
"XingXing, kamu buka lemari kayu itu sekarang dan tunggu aku kembali ke sini!," tegas YingYing sambil menggendong pria itu.
Beberapa menit kemudian...
Ramai orang tiba di hadapan rumah YingYing.
"Gawat, mereka semua sudah datang!," kata XingXing sambil bergegas ke hadapan rumahnya untuk membuka pintu.
"XingXing, buka pintu ini!," teriak orang-orang di luar rumah. XingXing pun langsung membuka pintu itu.
"Tuanku, kenapa anda disini?," tanya XingXing.
"LeiLei, bilang YingYing telah membawa seorang pria ke dalam kamarnya!," tegas Raja.
Bersambung....
__ADS_1