Reinkarnasi Sang Kaisar

Reinkarnasi Sang Kaisar
Episode 45


__ADS_3

Episode sebelumnya...


"Xiaobao hentikan kenapa kamu merusakkan alat itu?," tanya Sashuang sambil menarik Xiaobao.


"Mama kita harus menghancurkan alat itu sebelum papa dapat mencari kita!," kata Xiaobao sambil meronta.


"Apa maksudmu kamu bilang papa mu yang kasi kamu untuk mengikuti mama?," kata Sashuang yang sudah mulai panik.


...~Selamat membaca guys😘~...


"Mama maafkan Xiaobao karena telah membohongi mama tapi aku cuman mau bersama mama!," kata Xiaobao yang seketika berhenti memberontak air mata nya keluar Sashuang tahu bahwa Xiaobao sangat menyayangi nya tetapi dia tidak mau membuat Zhang Wei khawatir pada Xiaobao.


"Xiaobao kamu sungguh membuat mama berada dalam masalah besar tapi kamu harus ingat papa kamu itu bukan orang yang mudah untuk di lawan dia bisa saja membunuh mama dengan hanya satu petikan jari," kata Sashuang yang masih menjalankan mobil itu.


"Sashuang hentikan mobil itu sebelum aku yang akan akan membunuhmu dengan menabrak kamu dari belakang!!!," teriak suara Zhang Wei yang terdengar dalam mobil itu. Sashuang tidak tahu harus ngapain dia mau hentikan mobil tetapi dia melihat wajah Xiaobao yang sedih dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan langsung merusakkan alat yang sudah di pasang di dalam mobil itu.


Di tempat Zhang Wei...


"Hans, teruskan melaju tangkap mereka berdua jangan sampai terlepas kalau terlepas aku akan menghukum kalian semua!," teriak Zhang Wei yang sudah menghancurkan semua barangan yang ada di dalam rumah itu.


Di tempat Sashuang....


"Mama mereka sudah hampir mendekati kita!," teriak Xiaobao yang melihat banyak sekali mobil berwarna hitam dan mewah sedang mengikuti mereka dari belakang. Sashuang sudah hampir kehabisan minyak dalam mobil dia sudah mulai panik dan tidak tahu harus ngapain lagi.


Dan pada akhirnya mereka tetap terkepung juga oleh mobil-mobil hitam itu.

__ADS_1


"Mereka terlalu ramai kalau terus begini aku bakalan kalah untung saja tiada Zhang Wei jadi aku bisa kabur dengan membawa salah satu mobil mereka setalah aku membunuh satu persatu dari mereka," dalam batin Sashuang sambil melihat ke sekelilingnya.


Sementara Xiaobao hanya memeluk Sashuang sambil ketakutan dia anak laki-laki itu sudah tahu itu lah yang bakal terjadi tetapi dia tidak mau meninggalkan mama kesayangan nya. Orang-orang itu mulai mendekati Sashuang dan langsung menyerang mereka berdua.


"Berhenti!," teriak Zhang Wei yang sudah turun dari mobil bersama Arrendel.


Sashuang membulatkan matanya dia melihat Arrendel memeluk lengan Zhang Wei tetapi Zhang Wei hanya membiarkannya dia mulai sedih dan wajahnya mulai muram.


"Bawa Xiaobao padaku sekarang," arah Zhang Wei pada sekretaris Han. Han pun langsung menggendong Xiaobao sementara Sashuang hanya berdiri dan tidak berbuat apa-apa pun.


"Mama aku mau bersama mama paman aku mohon lepasin aku!," tangis Xiaobao sambil meronta-ronta.


"Kamu diam dan cepat masuk ke dalam mobil!," teriak Zhang Wei dan seketika Xiaobao mulai terdiam dia mulai ketakutan.


Arrendel menghampiri Sashuang dan dia langsung menampar Sashuang dengan sangat kuat sehingga Sashuang terjatuh.


"Arrendel cukup mari kita pulang sekarang," kata Zhang Wei sambil menggendong Arrendel masuk ke dalam mobil mereka pun pergi meninggalkan Sashuang sendirian di tengah-tengah jalan. Langit mulai mendung dan dengan perlahan turunlah air hujan yang membasahi pakaian Sashuang dan membasahi seluruh tubuhnya dia hanya terduduk di tengah-tengah hujan.


"Sampai kapan kamu harus tetap duduk di tengah-tengah jalan kalau mau mati silahkan tapi luh tidak bakal mati karena memiliki semangat burung phoenix," kata Felix.


"Hei, luh pikir di dunia ini cuman ada si brengsek itu doang di dunia ini ada ramai sekali pangeran yang lebih tampan dari pria yang meninggalkanmu itu sekarang bangkitlah dan cari pangeran baru kalau pangeran lain menyakitimu juga berarti muka luh jelek," kata Felix yang sedikit mengejek Sashuang. Namun Sashuang hanya terdiam dia terus merenung dan tidak bergerak sama sekali. Dan tiba-tiba sahaja ada seorang wanita yang datang dan memayungi Sashuang dengan payung yang lumayan besar. Sashuang melihat ke atas dan dia melihat wajah LeiLei yang sedang berdiri di belakang nya.


"Kakak aku mengenalimu kamu adalah Sashuang sekarang jangan jadi lemah itu bukanlah dirimu kan sekarang bangunlah," kata LeiLei sambil menarik Sashuang untuk bangun.


"LeiLei bagaimana kamu bisa," kata Sashuang yang melihat LeiLei.

__ADS_1


"Kakak maafkan aku atas kejadian yang dulu sekarang aku akan membantumu menjalani kehidupan bahagia sekarang marilah ikut denganku dan hidup lebih bahagia tanpa seorang pria pun," kata LeiLei sambil menawarkan sebuah jas hujan kepada Sashuang dengan senyuman. Sashuang mengambil jas hujan itu lalu memakainya LeiLei langsung memeluk Sashuang.


"Kakak marilah kita pulang sekarang kamu bisa menghangatkan tubuhmu di rumahku," kata LeiLei sambil memeluk erat tubuh Sashuang. Akhirnya Sashuang mau untuk mengikuti LeiLei pulang ke rumahnya.


2 tahun kemudian...


"Kakak bangun sarapan kalau tidak ku bakar sarapan mu!," teriak LeiLei sambil melempar bantal ke wajah Sashuang.


"LeiLei kakak masih mau tidur loh jangan ganggu lah," kata Sashuang yang masih belum sadar dari tidurnya.


"Aku benar-benar akan ngamuk bila punya kakak malas sepertimu ayo bangun dan bekerja sebelum telat kakak atau ku panggil mantanmu buat mandiin kakak!!," teriak LeiLei sambil mengetuk pantat panci menggunakan sendok. Sashuang yang mendengar itu pun langsung bangun dari tempat tidurnya dengan keadaan setengah sadar.


LeiLei yang sudah tidak tahan itu langsung mengambil seember air yang sangat penuh lalu melemparkannya ke wajah Sashuang. Sashuang langsung sadar dan dia langsung ke toilet dan buru-buru mandi.


"Punya kakak gini amat tiap pagi harus dibangunin kayak orang tidur mati aja ya ampun," dalam batin LeiLei sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal dia sedikit kesal mempunyai kakak pemalas seperti Sashuang tetapi dia sangat menyayangi kakak angkat nya itu.


Setelah beberapa menit...


Sashuang yang sudah siap mandi itu langsung memakai pakaian yang sudah disiapkan oleh LeiLei dan langsung berlari ke dapur Sashuang langsung memeluk LeiLei dari belakang.


"Kakak jangan manja kepadaku seperti sepasang kekasih lagi aku merasa seperti aneh," kata LeiLei yang masih sibuk memasak.


"Ututututututu adek kakak yang imut mana mungkin tidak memelukmu lagian kamu bertambah gendut dan pipimu semakin seperti bola," kata Sashuang sambil menyentuh pipi LeiLei. Seketika LeiLei kesal dan langsung menghindar dari Sashuang dia selalu kesal karena kakaknya selalu saja merepotkan kalau sudah waktu pagi.


Bersambung...

__ADS_1


...πŸ’–πŸ’–πŸ’– Jangan lupa likeπŸ’–πŸ’–πŸ’–...


...πŸ’–πŸ˜˜ Dan Comment juga yah πŸ˜˜πŸ’–...


__ADS_2