Reinkarnasi Sang Kaisar

Reinkarnasi Sang Kaisar
Episode 20


__ADS_3

Episode sebelumnya....


"Sayang, mama harus jujur sama kamu agar kamu tahu semuanya dan mama merasa kamu sudah cukup besar untuk mengetahui perkara yang sebenarnya terjadi," kata Dewa sambil mengelus wajah lembut YingYing.


...~Selamat membaca~...


"Dewa jangan bercanda kamu bukan ibuku kan?," tanya YingYing yang masih ragu-ragu. Ibunya mulai mengelus wajah YingYing dengan lembut.


"YingYing, mama tau kamu akan sulit hadapi semua ini tapi kamu harus sabar ya sayang agar kamu bisa membuat dirimu lebih tenang," kata Dewa itu sambil mengeluarkan sesuatu dari kantongnya dan memasukkanya ke dalam mulut YingYing. Seketika YingYing tidur dan tidak sadarkan diri.


Keesokan harinya...


"Nyenyak sekali tidurku malam tadi!," kata YingYing yang baru bangun dari tidurnya. Dia pun meletakkan tapak kakinya di lantai lalu menuju ke kamar mandi.


"XingXing, apa air panasnya udah di sediakan?," tanya YingYing.


"Tuan Putri, aku sudah menyiapkan semua kebutuhan anda hari ini," jawab XingXing sambil membungkukkan sedikit badanya sebagai tanda hormat. YingYing pun masuk ke kamar mandi dan mengunci pintu kamar mandi. Dia mencelupkan kedua kakinya ke air hangat itu dan dengan perlahan dia memasukkan semua bahagian tubuhnya ke dalam air hangat.


"Aku pasti sudah lupakan Zhang Wei lagian aku bisa cari yang lebih baik dari dia," kata YingYing sambil tersenyum dengan matanya yang tertutup.


"Jadi kamu yang mengintipku kemarin?," tanya suara seorang pria yabg terdengar seperti suara Zhang Wei. Denfan kaget YingYing membuka matanya.


"Zhang Wei, kenapa kamu bisa ada disini?," tanya YingYing.


"YingYing, apa kamu tidak bisa memperjuangkan diriku yang tampan ini?," tanya Zhang Wei sambil tersenyum licik sementara YingYing menutup tubuh badanya menggunakan kedua belah tangannya.


"Kenapa aku harus memperjuangkanmu lagian aku tidak minat sama orang playboy sepertimu!," kata YingYing dengan kesal sambil mengembungkan pipinya. Zhang Wei perlahan mendekati YingYing dan mengangkat kepala YingYing dengan lembut. Wajah YingYing tepat-tepat di hadapan wajah Zhang Wei.

__ADS_1


"Sekarang aku akan berjuang demi dirimu... sayang~," bisik Zhang Wei ke telinga YingYing. Muka YingYing mulai memerah pikiranya sudah tidak tentu arah karena malu.


"Kamu pria tidak waras, menjauh dariku!!!," teriak YingYing sambil mendorong Zhang Wei dengan sangat kuat sehingga Zhang Wei terjatuh di kamar mandi itu.


"Zhang Wei, aku tidak ingin ada hubungan apa pun denganmu dan aku tidak butuh orang sepertimu dalam hi...," belum sempat YingYing menghabiskan perkatanya Zhang Wei langsung mencium bibir lembut YingYing. Selepas Zhang Wei mencium YingYing wajahnya mulai menjauh dari wajah YingYing dan melangkah pergi dari kamar mandi dan sedikit menoleh ke arah YingYing dan berkata...


"YingYing, kali ini biarkan aku yang berjuang untuk mendapatkanmu," kata Zhang Wei sambil melangkah keluar dari kamar mandi itu.


"Zhang Wei, kurang ajar berani sekali dia mencuri ciuman pertamaku!," kata YingYing dengan wajah memerah. Setelah selesai mandi air hangat dia langsung keluar dari kamar mandi.


"Tuan Putri, apa air nya cukup hangat atau kurang hangat?," tanya XingXing yang sudah menunggu YingYing dari tadi. Tetapi YingYing langsung tidak berkata-kata karena dia masih malu dengan kejadian yang baru saja berlaku 5 menit lalu.


"Tuan Putri, apa anda mendengarku?," tanya XingXing lagi sambil melambaikan kedua belah tangannya. Seketika YingYing mulai sadar kembali dari kejadian tadi.


"XingXing, air nya sejuk kok dingin banget aku suka," kata YingYing yang masih merasa canggung.


"Iya..maksudku itu hangat iya hangat lah itu hehehehe...," kata YingYing sambil melangkah pergi dari hadapan XingXing. Dia langsung memakai bajunya tanpa sadar baju yang dia kenakan adalah baju pria.


"Ya Tuhan, kenapa aku memakai baju ini tapi gak papa lah ya cantik juga sih soalnya," kata YingYing sambil melihat ke arah cermin besar yang ada di hadapannya. YingYing langsung keluar dari kamarnya.


"Kamu, kenapa kamu keluar dari kamar Tuan Putri, hah?," tanya XingXing sambil memegang sebatang kayu. YingYing hanya tersenyum cilik.


"Sayang, aku adalah pria yang kebetulan lalu disini jadi gak papa lah ya," kata YingYing sambil mengelus pipi XingXing karena XingXing masih belum tau identitas nya jadi dia mau memukul YingYing pake batang penyapu yang dia pegang. YingYing langsung menggenggam batang penyapu itu dengan kuat sehingga XingXing pun tidak bisa mengambil batang penyapu yang ada di genggaman YingYing.


"Kamu jangan sembarangan yah aku lapor pengawal kerajaan baru tau rasa Luh!," kesal XingXing dan sedikit marah. YingYing yang berpakaian pria itu langsung menggendong XingXing dan melompat keluar dari kediaman itu.


"Lepaskan aku, aku takut!!!," teriak XingXing karena ketakutan saat YingYing melompat melepasi dinding kediamannya. Dia mendarat tepat di hadapan toko pakaian wanita. YingYing pun melepaskan XingXing sementara orang-orang di sekeliling nya terpesona dengan ketampanan YingYing.

__ADS_1


"Kenapa kamu membawaku ke sini?," tanya XingXing masih kebingungan dan sedikit marah.


"Baiklah, aku mau kamu beli pakaian apa pun yang kamu mau dan aku traktir semuanya," kata YingYing sambil tersenyum.


"Apa kamu serius?," kaget XingXing sambil membulatkan matanya dan melihat ke arah YingYing dengan mata kaget.


"Jangan membuat raut wajah seperti itu lagi wajah mu itu menakutkan aku tau!," kata YingYing sambil menoleh ke arah lain.


"Kalau begitu aku mau borong pakaian dulu!," teriak XingXing dengan penuh semangat dia langsung masuk ke dalam toko pakaian


"Oh iya, namamu siapa?," tanya XingXing yang seketika berhenti memilih pakaian.


"Namaku adalah Fei Lan, manggil aja Fei, jawab YingYing.


"Baiklah kakak Fei, aku mau yang ini, ini, ini lagi, itu juga, terus yang itu juga dan yang itu pokoknya aku mau borong satu toko pakaian ini hahahaha!!!," teriak XingXing dengan semangat yang membara-bara.


"Wanita ini bahkan lebih banyak membeli pakaian dibandingkan aku, bahkan aku mau membeli satu toko ini aja masih ragu-ragu dia malah borong satu toko pakaian ini hadeh bengek," dalam batin YingYing.


Setelah selesai memborong semua barang di kedai itu....


"Ya ampun kamu yang benar saja gimana bisa aku bawa semua ini pakai tangan imutku," kata YingYing yang capek karena bawa banyak sekali baju di tangannya.


"Pokoknya kamu harus bawa pulang ke kediaman Tuan Putri dan meletakkan nya di kamarku!," tegas XingXing. Tanpa sadar ada orang yang tiba-tiba melompat dari arah belakang XingXing.


"Hati-hati!!!," teriak YingYing dan dengan cepat dia mendorong XingXing. YingYing langsung menggenggam tangan orang itu dan langsung menghempaskan nya ke sebuah pohon.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2