
Episode sebelumnya...
"Zhang Wei, aku tidak bisa menahan lagi aku tidak bisa bernafas!," kata Sashuang sambil mencoba mendorong Zhang Wei. Zhang Wei yang mendengar itu pun langsung melepaskan tangannya dari tubuh Sashuang.
"Maaf aku tidak bisa menahan diriku lagi," kata Zhang Wei yang sedikit mengurut pinggang Sashuang.
......~Selamat membaca semua~ ......
"Zhang Wei, apa kamu bisa berhenti sekarang karena aku merasa geli sekarang," kata Sashuang yang hampir tertawa. Zhang Wei pun berhenti mengurut wanita itu dan langsung menggendong untuk masuk ke dalam rumah mereka.
"Papa turunkan mama dedek mau meluk mama!," tegas Xiaobao yang menarik-narik pakaian yang dikenakan oleh Zhang Wei.
"Xiaobao, kembali ke kamarmu sekarang kamu harus belajar dan juga jangan sembarangan keluar dari ruangan itu apa kamu mengerti?," bentak Zhang Wei sambil menatap tajam ke arah Xiaobao. Xiaobao hanya bisa menuruti perintah dari papa nya yang bersifat seperti iblis itu.
"Zhang Wei, bisakah kau menurunkan ku karena aku ingin membantunya belajar," kata Sashuang yang merasa kasihan kepada Xiaobao karena sudah di bentak oleh papa nya sendiri. Zhang Wei pun menurunkan Sashuang dari tangannya dan Sashuang langsung berlari ke kamar Xiaobao.
Tok! Tok! Tok!
Bunyi ketukan pintu kamar Xiaobao yang diketuk oleh Sashuang.
"Papa, jahat jangan masuk ke kamarku aku benci punya papa sepertimu papa selalu memarahiku selalu membentak ku aku mau melakukan sesuatu aja papa tidak kasi papa bukan papa yang terbaik," kata Xiaobao sambil menangis terisak-isak ya mana mungkin anak berumur 6 tahun selalu di marahi selalu di bentak dan selalu di kurung di kamar itu tidak membenci papanya sendiri. Seketika hati Sashuang seperti sakit mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Xiaobao, dan membuat air mata Sashuang menetes satu persatu. Sashuang langsung membuka pintu kamar Xiaobao dan langsung memeluk anak laki-laki yang menangis terisak-isak itu.
"Mama, apa mama yang mengetuk pintu kamar ku tadi?," tanya Xiaobao sambil membalas pelukan hangat seorang ibu.
__ADS_1
"Xiaobao, mama tidak tahu bagaimana penderitaan kamu selama ini tapi mulai sekarang mama akan menjalani kehidupan ini bersamamu walau hidup dalam penderitaan," kata Sashuang yang ikutan nangis.
"Pembohong, mama sama aja seperti wanita lain mama cuman memanfaatkan aku untuk mendekati papa!," teriak Xiaobao sambil mendorong Sashuang.
"Xiaobao, apa maksudmu?," tanya Sashuang.
"Aku tidak akan menganggap kamu seperti mama ku lagi! huwaa!!," tangisan Xiaobao sangat kuat sehingga terdengar oleh Zhang Wei yang sedang bersantai di ruang tamu dengan segelas kopi. Zhang Wei langsung berlari ke kamar Xiaobao.
"Xiaobao, mama bukan seperti wanita yang pernah bersama papa kamu!," kata Sashuang yang mencoba memeluk Xiaobao. Tetapi Xiaobao malah mendorong Sashuang lebih keras sehingga dia hampir terbentur untung saja Zhang Wei menahan Sashuang menggunakan tubuhnya.
"Xiaobao, berani sekali kamu mendorong mama kamu sendiri!," teriak Zhang Wei yang kelihatan sangat marah dan kesal.
"Zhang Wei, tenanglah dia mungkin perlu masa untuk bersendirian tenanglah mari kita keluar sekarang," kata Sashuang sambil sedikit mendorong Zhang Wei untuk keluar dari kamar itu. Dan mereka pun keluar dari kamar itu.
Di malam harinya...
Sashuang dengan perlahan membuka pintu kamar Xiaobao dan dengan perlahan dia mendekati Xiaobao yang sedang tertidur di kasurnya dengan kamar yang berantakan.
"Auchh!," teriak Sashuang kesakitan karena kakinya telah tertusuk kaca yang bertaburan di lantai. Dan waktu itu lah Xiaobao terbangun dan melihat Sashuang kesakitan. Wajah Xiaobao mulai ketakutan dia takut Sashuang akan memukulnya seperti wanita lain yang ada di samping papa nya. Sashuang menutup mulutnya dan mulai berjalan perlahan ke arah Xiaobao sementara Xiaobao berlutut ketakutan di hadapan Sashuang.
"Maafkan aku mohon jangan menyakitiku lagi aku mohon!," kata Xiaobao sambil menangis. Langkah Sashuang semakin hampir ke arah Xiaobao dan dia langsung menunduk dan mengelus lembut kepala Xiaobao. Seketika Xiaobao langsung mengangkat kepalanya dia melihat wajah Sashuang seperti bidadari yang jatuh dari langit yang akan membantu nya untuk menjalani kehidupan nya yang sangat derita dia dapat melihat senyuman hangat di wajah Sashuang. Xiaobao langsung berdiri dan memeluk Sashuang dengan erat.
"Mama, aku dedek minta maaf karena telah membuat mama membenciku!," kata Xiaobao sambil menangis terisak-isak. Sashuang hanya tersenyum dan dia menggendong Xiaobao ke ranjangnya dan membaringkan Xiaobao di kasur walau kakinya terluka karena terkena kepingan kaca yang bertebaran di lantai.
__ADS_1
"Mama, apa kamu bisa mencium ku?," tanya Xiaobao sambil menggenggam erat tangan Sashuang.
"Xiaobao, siapa yang tidak gemes bila kamu berkelakuan seperti ini!," kata Sashuang sambil mencium pipi Xiaobao. Dan lagi-lagi Xiaobao menangis karena itu pertama kalinya ada seorang wanita yang mau mencium keningnya layaknya seperti seorang ibu kandungnya.
"Xiaobao, jangan menangis terus nanti matamu bengkak tidurlah yang cukup biar mama beresin kamarmu biar kamu tidak terluka," kata Sashuang sambil bangun dari kasur dan berlari ke luar untuk mencari penyapuan. Xiaobao pun dengan perlahan melelapkan matanya.
Keesokan harinya...
Sashuang yang sudah beresin kamar Xiaobao semalam itu salah masuk kamar karena saking lelahnya dia malah tidur satu kasur bersama Zhang Wei. Dia memusingkan badannya dan menyentuh sesuatu yang lumayan lembut seperti ada hidung dan wajah yang dia sentuh.
"Sayang, besar sekali nyali kamu sehingga bisa tidur satu ranjang bersamaku apa kamu tidak takut aku mengigit mu?," kata Zhang Wei sambil mengigit jari kelingking Sashuang. Sashuang langsung bangun dari tidurnya.
"Kamu..kenapa bisa aku," kaget Sashuang sambil menarik tangan nya kembali. Dia mulai panik dan langsung membuka selimut yang dia pakai dan pakaian nya masih melekat di tubuhnya. Sashuang menghela nafas lega karena dirinya masih perawan dan belum lagi digigit oleh pria yang berada di sebelahnya.
"Sayang, aku berkata denganmu apa yang kamu renungkan sehingga tidak menjawabku?," kata Zhang Wei yang masih berbaring di kasur dengan posisi yang menggoda. Dan itu membuat Sashuang mimisan sehingga dia berlari keluar dari kamar itu sepantas kilat.
"Wanita ini benar-benar deh," kata Zhang Wei sambil meletakkan kedua belah kakinya di lantai, dia berdiri dan mengambil handuknya lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Sementara Sashuang...
Dia berlari masuk ke kamarnya dan langsung menahan pintu itu dengan menyandarkan tubuhnya ke pintu itu.
"Ya ampun, aku kok bisa buat begitu seharusnya kan aku langsung menyambarnya tadi bukanya kabur aduh kesempatan tadi itu aku malah membuat nya menjadi sia-sia," dalam batin Sashuang yang sedikit kesal.
__ADS_1
Bersambung...