
Episode sebelumnya...
"Kenapa pria ini begitu menakutkan saat dia marah padaku aku benar-benar tidak mengerti!," dalam batin Sashuang sambil berlari. Dan dia berhenti sejenak dan mulai terduduk. Dia mengelap bibirnya yang terluka menggunakan tangan nya.
......~Selamat membaca~......
Sashuang benar-benar kesal kali ini dan dia menatap ke arah Zhang Wei yang jauh beberapa meter dari dia namun Zhang Wei dengan berasa bersalah malah menjauh dari Sashuang.
Saat malam harinya...
"Felix, apa ini salahku sehingga calon suamiku menjauhiku?," tanya Sashuang sambil berbaring di rerumputan.
"Aku tidak berapa mengerti sama sifat kalian lagian juga dia kan calon suamimu ya pasti dia cemburu lah kalau melihat kamu sama pria lain," jawab Felix sambil keluar dari tubuh Sashuang dengan wujud seekor burung lalu berdiri di atas dahan pohon. Seketika Sashuang terdiam dan merasa bersalah akan hal yang terjadi barusan. Dia mulai berdiri dan pergi mencari Zhang Wei.
"Aku harus meminta maaf padanya kalau tidak aku merasa bersalah selamanya," dalam batin Sashuang sambil melihat kiri dan kanannya dan pandangan terhenti pada Zhang Wei yang duduk di bukit yang hujung bukit. Zhang Wei berdiri dan akan menjatuhkan dirinya sendiri ke bawah seketika Sashuang dengan cepat berlari ke arah Zhang Wei dan langsung menghalanginya dan memeluk Zhang Wei dari belakang.
"Zhang Wei, jangan bunuh diri aku minta maaf!," kata Sashuang yang memeluk erat tubuh Zhang Wei.
"Bunuh diri, apa maksudmu?," kata Zhang Wei yang kebingungan.
"Kamu mau terjun dari sini untuk bunuh diri kan?," tanya Sashuang lagi dan tangan nya masih memeluk rapat tubuh Zhang Wei.
"Enggak lah aku sudah pernah melakukan ini berkali-kali dan tidak ada apa-apa pun yang terjadi padaku," kata Zhang Wei sambil sedikit tertawa kecil. Seketika Sashuang langsung menarik kembali tangannya dari tubuh Zhang Wei dan sedikit mengundur ke belakang. Zhang Wei menoleh ke belakang dan melihat Sashuang beberapa menit.
"Baiklah Sashuang, kenapa kau berada di sini bukanya tadi kau berada di dalam hutan?," tanya Zhang Wei.
"Aku ke sini untuk minta maaf padamu karena mencoba mencium pria lain aku tidak akan melakukan itu lagi!," tegas Sashuang dengan muka nya yang memerah karena malu dia hanya menunduk saat mengatakan semua itu.
"Jadi istriku sudah mengaku kesalahan nya ya," kata Zhang Wei sambil mengelus lembut rambut Sashuang.
"Baiklah kalau begitu sekarang sudah waktu malam dan mari tidur aku sudah memaafkan mu dari tadi kok," kata Zhang Wei sambil menggendong Sashuang. Kali ini Sashuang hanya membiarkan itu terjadi karena dia sudah mengalah dengan Zhang Wei. Zhang Wei membaringkan Sashuang pada pohon besar lagi tetapi kali ini pohon itu seperti kapas yang sangat lembut dan enak saat menyandar. Lalu Zhang Wei pun berbaring di sebelah Sashuang dan dia memeluk calon istri nya dengan lembut dan suasana di sana sangat sepi dan menenangkan.
__ADS_1
"Zhang Wei, apa kau akan mencintaiku sampai akhir?," tanya Sashuang sambil mendongakkan kepalanya.
"Aku akan selalu mencintaimu sampai ke hujung nyawaku kok," jawab Zhang Wei sambil melihat wajah Sashuang yang mengemaskan.
"Zhang Wei, saat pertama kali melihatmu aku sungguh ingin berada di sampingmu dan saat itu sangat menyukaimu tetapi saat aku ingin membuka kain putih yang ada di matamu kamu memarahiku dan itu membuatku benci padamu," sambung Sashuang dengan wajah kecewa dan dia sedikit menunduk kepalanya.
"Sashuang, aku minta maaf atas kejadian yang lalu tapi sekarang kalau kamu membuka kain putih di mataku juga tidak apa-apa kok," ucap Zhang Wei sambil tersenyum bahagia.
"Baiklah kalau begitu!," jawab Zhang Wei dengan wajahnya yang kembali bersinar.
"Emm...Zhang Wei kamu tahu kan bahwa ini bukan tubuh asliku?," tanya Sashuang lagi.
"Aku tahu kok aku akan tetap mencintaimu walau kamu berada di tubuh orang lain," jawab Sashuang lagi.
"Kalau begitu....," belum sempat Sashuang melanjutkan perkataannya Zhang Wei sudah menutup mulut Sashuang dengan jarinya.
"Jangan banyak bicara tidurlah atau aku akan mengigit mu," kata Zhang Wei sambil mencium kening Sashuang.
Keesokan harinya...
Sashuang bangun dari tidurnya dan saat dia mencoba untuk bangun Zhang Wei malah menarik tubuh Sashuang dan kembali jatuh ke pelukan Zhang Wei.
"Zhang Wei, aku harus mencari kakakku dan kembali ke istana kita harus bergegas sebelum matahari terbenam," tegas Sashuang sambil menyentuh wajah Zhang Wei.
"Tidak perlu mencarinya karena dia sendiri yang akan datang kepada kita kok," jawab Zhang Wei sambil membuka matanya.
"Sampai kapan aku akan melihat kalian bermesraan di hadapan ku?," suara seorang pria yang terdengar dari belakang. Sashuang langsung melihat ke arah suara itu dan dia melihat seorang pria yang berdiri.
"Zhang Wei, itu adalah kakaku?," tanya Sashuang dan pandangan nya masih ke arah pria itu.
"Iya, dia adalah kakakmu lah," jawab Zhang Wei lagi.
__ADS_1
"Kakak akan mengambil alih takhta ayah dan kalian segera pulang untuk mengadakan upacara pernikahan secepat mungkin karena aku melihat kalian sudah tidak bisa tahan lagi untuk menahan nafsu," kata pria itu sambil menoleh ke belakang lalu pergi meninggalkan mereka.
"Zhang Wei, ayok pulang sekarang!,'' tegas Sashuang sambil meronta di dalam pelukan Zhang Wei. Zhang Wei pun melepaskan Sashuang dan mereka berdua pun bergegas untuk kembali ke upacara pernikahan.
Setelah tiba di istana...
"Wah sudah di siapkan semua," ucap Sashuang yang melihat sekeliling istana itu sudah penuh dengan hiasan pengantin.
"Nona, anda sudah pulang mari lah aku akan menggantikan pakaian anda kok," kata XingXing yang langsung menarik tangan Sashuang.
"XingXing, kamu harus buat aku menjadi cantik sehingga semua orang di upacara itu terpanah padaku," kata Sashuang sambil sedikit tertawa.
"Nona, kalau anda tidak memakai perhiasan aja sudah bikin orang terpanah," kata XingXing sambil tertawa kecil.
"XingXing, kenapa selama ini aku tidak pernah melihat kakak laki-laki ku?," tanya Sashuang kepada XingXing yang sedang sibuk menghias wajah Sashuang.
"Kerana Kakak laki-laki Nona, pergi belajar ilmu bela diri di suatu tempat," jawab XingXing dan Sashuang hanya mengangguk kan kepalanya.
Setelah menghiasi seluruh wajah Sashuang....
"Nona, mari keluar sekarang mereka semua sudah menanti anda sekarang loh!," kata XingXing. Sashuang pun berdiri dan dengan perlahan berjalan ke arah Zhang Wei.
"Pegang lah tanganku kita akan berjalan ke hadapan sekarang," kata Zhang Wei dan saat itu dia memakai kain putih di matanya. Mereka pun berjalan sambil menggandeng tangan. Tetapi saat mereka sudah tiba di hadapan. Ada sebuah cahaya yang menarik Sashuang.
"Sashuang!!," teriak Zhang Wei sambil menarik tangan Sashuang dengan sangat kuat.
"Zhang Wei, aku tidak bisa memegang tanganmu lagi," kata Sashuang yang seluruh tubuhnya hampir masuk ke dalam portal itu. Zhang Wei dan semua orang disitu mencoba menolong Zhang Wei tetapi usaha mereka sia-sia sementara Zhang Wei yang masih berusaha menarik Sashuang kembali.
"Zhang Wei, jagalah dirimu dengan baik karena aku mungkin tidak akan bertemu denganmu lagi aku sungguh bahagia apabila berada di sisimu terima kasih atas semuanya," kata Sashuang dan air matanya mengalir dia mulai melepaskan tangannya dari tangan Zhang Wei dan akhirnya seluruh tubuhnya telah masuk ke dalam portal.
"Sashuang!!!," teriak Zhang Wei.
__ADS_1
Bersambung...