Reinkarnasi Sang Kaisar

Reinkarnasi Sang Kaisar
Episode 37


__ADS_3

Episode sebelumnya...


"Sashuang, jangan berpura-pura sakit atau aku akan mencampakkan kamu ke kandang harimau," tegas Zhang Wei sambil menendang Sashuang. Namun Sashuang tidak bergerak sedikitpun.


"Zhang Wei, aku sudah lama menunggumu," kata seorang pria yang masuk ke dalam kamar itu.


...~Selamat membaca~...


Pria itu langsung menghampiri Zhang Wei sementara Zhang Wei masih mencoba membangunkan Sashuang karena dia berpikir bahwa Sashuang hanya berpura-pura pingsan agar dia bisa kabur dari rumah besar itu.


"Zhang Wei, apa yang tengah kau lakukan?,'' tanya pria itu yang sudah berada di belakang Zhang Wei seketika pria itu kaget dan langsung memegang bahu Zhang Wei.


"Temen, jangan bilang kau membunuh wanita ini?," tanya pria itu. Seketika Zhang Wei menoleh ke arah pria itu dengan tatapan yang sangat tajam sehingga membuat pria itu langsung mengangkat tangannya dari bahu Zhang Wei.


"Aku tidak membunuhnya dia berpura-pura pingsan aja!," tegas Zhang Wei sambil berdiri.


"Jelas-jelas wanita itu kesakitan karena kau menyiksanya masih berkata dia masih bisa hidup setelah apa yang dia lalui," kata pria itu sambil menghampiri Sashuang yang sudah terbaring di lantai tandas itu pria itu langsung mengambil tangan Sashuang dan memeriksa nadinya.


"Zhang Wei, kau benar-benar menyiksa wanita ini dan kau menembak tepat ke arah tangannya dan kau hanya membiarkannya yang benar saja kau?," kata pria itu sedikit meninggikan suaranya sementara Zhang Wei hanya menunduk. Pria itu pun langsung menggendong Sashuang tetapi Zhang Wei menahan mereka untuk keluar dari kamar mandi itu.


"Kau mau membawa wanita itu kemana?," tanya Zhang Wei.

__ADS_1


"Kalau tidak merawatnya secepat mungkin nyawanya bisa melayang!," tegas pria dan dia langsung mendorong Zhang Wei pria itu membaringkan Sashuang di ranjang dan mulai mengambil bahan-bahan kedokteran nya.


Setelah selesai membuat pemeriksaan..


Pria itu bangun dari ranjang dan menuju ke arah Zhang Wei yang masih berdiri bermain hp dengan tidak merasa bersalah sedikit pun. Pria itu langsung mengambil hp Zhang Wei.


"Kalau kamu mengambil wanita itu untuk menyiksanya lebih baik serahkan padaku saja," kata pria itu sambil melangkah pergi. Wajah Zhang Wei keliatan sedikit kesal karena pria itu berani sekali mengambil hp yang ada di tangannya.


"Dasar wanita tidak tahu diri," kesal Zhang Wei sambil keluar dari kamar itu. Setelah beberapa jam Sashuang pingsan akhirnya dia sadar kembali dan memegang kepalanya yang terasa masih sakit.


"Aku sudah dipulihkan," kata Sashuang sambil memegang tubuhnya yang sudah mulai pulih kembali. Dia merasa bersyukur karena akhirnya dia dapat keluar dari kamar mandi yang menurutnya menyeramkan dan sangat gelap hanya suara percikan air lah yang terdengar saat dia bermain dengan air. Seketika wajah Sashuang yang terluka pulih dengan sendirinya dan matanya berubah yang barusan berwarna coklat sekarang menjadi berwarna biru.


"Berhenti melompat seperti orang kenak mental!," tegas Sashuang yang duduk di atas ranjang. Seketika Sashuang menoleh ke arah Zhang Wei dan wajahnya mulai ketakutan dan dia langsung berlari keluar dari kamar itu.


"Aku tidak bisa terus berada di samping pria itu atau aku akan mati kalau terus berada di sampingnya," dalam batin Sashuang yang berlari keluar dari kamar itu. Zhang Wei langsung berteriak untuk tidak membiarkan Sashuang kabur dari rumahnya. Saat Sashuang sudah melihat pintu keluar wajah nya mulai menunjukkan ekspresi gembira tetapi malangnya pintu itu ditutup dengan sangat cepat sehingga dia menabrak pintu keluar itu.


"Brukkk!."


Bunyi hentakan kuat yang mengenai seluruh tubuh dan kepalanya.


"Sialan kalian semua!," teriak Sashuang yang sudah mulai kesal. Dan saat dia kesal itu lah Zhang Wei dari jauh sudah keliatan berjalan ke arah Sashuang.

__ADS_1


"Pria itu kenapa sih selalu ingin menyiksaku ngeselin banget dah," dalam batin Sashuang. Tanpa ragu-ragu lagi dia langsung memanjat pintu itu seperti seekor monyet yang memanjat dahan pohon. Zhang Wei yang sudah berada di depan pintu keluar itu langsung menarik kaki Sashuang sehingga membuat Sashuang jatuh dan untungnya Zhang Wei dapat menangkap Sashuang.


"Kau masih berani untuk melawan perintahku hah?," tanya Zhang Wei yang sudah mulai kesal pada Sashuang. Zhang Wei tanpa bekas kasihan langsung menjatuhkan Sashuang dari tangannya dan membuat Sashuang jatuh ke tanah.


"Tuan, maafkan aku, aku benar-benar tidak akan berani lagi menentangnya!," teriak Sashuang sambil memohon di hadapan Zhang Wei. Namun Zhang Wei hanya menggemgam tangan Sashuang dan kali ini dia mengurung Sashuang di dalam kamar.


"Tetap disini dan jangan pergi ke mana-mana tanpa izinku!," tegas Zhang Wei sambil berjalan keluar dari kamar itu Sashuang sedikit sedih karena dirinya selalu di siksa oleh Zhang Wei sehingga dia akhirnya membenci Zhang Wei sekali lagi. Dia sudah tidak tahan dengan jalan hidupnya pada saat dia akan membenturkan kepalanya ke dinding dia tidak merasa sakit sama sekali melainkan serasa kepalanya terbentur oleh kapas. Perlahan Sashuang mengangkat kepalanya dan dia melihat Zhang Wei menahan kepalanya dari mengenai dinding malah mengenai bantal.


"Apa yang kau ingin lakukan ingin bunuh diri?," tanya Zhang Wei sambil menatap Sashuang dengan aura membunuh yang sangat kuat.


"A..aku cuman ingin pergi ke..," kata Sashuang yang sudah mulai ketakutan tubuhnya gementaran karena ketakutan.


"Apa sampai segitunya kau takut padaku," dalam batin Zhang Wei dengan raut wajahnya yang keliatan sedikit kecewa. Sementara Sashuang sudah terduduk dan dia menutup wajahnya seperti orang yang hampir tidak waras.


"Sashuang, aku tidak akan melukaimu lagi," kata Zhang Wei sambil mengelus lembut kepala Sashuang. Sashuang masih ketakutan karena dirinya masih histeris dengan apa yang boleh dilakukan Zhang Wei kepada dirinya pada saat Zhang Wei mendekati Sashuang untuk mengantarnya ke meja makan Sashuang tanpa sengaja malah menendang wajah Zhang Wei.


"Berani sekali kau!," bentak Zhang Wei yang keliatan sangat kesal kepada orang yang telah menendangnya. Namun Sashuang semakin ketakutan dan dia malah membuka jendela untuk melompat untung saja Zhang Wei menghalanginya.


"Sashuang, dengarkan aku kamu harus makan jangan membuatku semakin membencimu," kata Zhang Wei sambil memeluk erat pinggang Sashuang. Dan kali ini Sashuang mulai tenang karena dia sudah lama tidak merasakan kehangatan apabila bersama Zhang Wei lagi setelah dia berpindah tubuh dan zaman.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2