Reinkarnasi Sang Kaisar

Reinkarnasi Sang Kaisar
Episode 29


__ADS_3

Episode sebelumnya...


"Jadi sekarang kebalik dong aku lah yang akan memenggal kepalamu!," kata Sashuang sambil tersenyum.


...~Selamat membaca~...


"Aku akan menyuruh papa ku menghajar kamu sampai babak belur liat aja!," teriak wanita itu sambil berlari dan menjauh dari Sashuang. Semua yang ada disitu mulai berbisik-bisik dan mulai mengatai anak jenderal itu. Namun Sashuang langsung melangkah pergi dari situ untuk melanjutkan pembeliannya. Dia berjalan sambil melihat sekeliling setelah dia berjalan lama sekali dan akhirnya langkahnya terhenti dan dia melihat banyak sekali emas yang di jual di sebuah kedai yang keliatan sangat berkilau dan di penuhi dengan emas di dalam kedai itu. Tanpa berpikir panjang Sashuang langsung berlari masuk ke dalam kedai itu. Dia melihat seluruh kedai itu dan dia sepertinya berminat dengan barangan yang ada di situ.


"Nona, anda mau membeli sesuatu atau mau mencoba tebak-tebakan?," tanya salah seorang wanita yang menjaga kedai itu.


"Tebak-tebakan, emang ada tantangan apa?," tanya Sashuang yang seketika melihat ke sekelilingnya dengan wajah penasaran dan sangat bersemangat.


"Tebak-tebakan nya adalah Nona, harus bisa menebak emas yang berada dalam semua batu yang ada di sini dan kalau Nona, bisa menjawab dengan benar maka Nona bisa mendapatkan emas itu secara percuma dan kalau anda kalah anda harus membeli salah satu emas di kedai kami," kata pelayan itu sambil tersenyum. Sementara Sashuang mula terdiam dan dia termenung sejenak.


"Baiklah aku bermain tebak-tebakan!," kata Sashuang. Pelayan itu langsung menyuruh Sashuang masuk ke dalam sebuah ruangan yang penuh dengan batu-bata.


"Baiklah Nona, di dalam salah satu batu ini ada emas yang sangat jarang ditemui semoga anda lolos tebak-tebakan ini yah," ucap pelayan sambil tersenyum manis ke arah Sashuang. Sashuang mulai melihat-lihat batu-bata yang ada disekitarnya dan mulai mengambil satu batu yang lumayan besar dia menyentuh hati itu dan menutup matanya.


"Felix, apa ini batu emas itu?," dalam batin Sashuang yang bertanya kepada sang burung biru.


"Mana bisa kau bermain curang dengan menanyaiku cari sendiri lah!," tegas Felix kepada Sashuang. Sashuang membuka matanya dan meletakkan kembali batu itu dan mulai mengambil batu yang satunya lagi dan setelah beberapa menit berkeliling menyentuh semua batu itu dia langsung mengambil sebuah batu yang bentuk nya sangat kecil dan sangat ringan. Sashuang langsung menyerahkan batu itu kepada pelayan yang tadi menyuruhnya bermain tebak-tebakan. Pelayan itu langsung mengambil batu yang berada pada Sashuang dan dia mulai memecahkan batu itu di suatu meja kayu.

__ADS_1


"Nona, bersiaplah kalau tebakan anda benar anda akan mendapatkan emas percuma," kata pelayan itu dan mulai memecahkan batu kecil itu secara perlahan-lahan. Sementara Sashuang hanya tersenyum dan dia menantikan apa yang ada di dalam batu itu. Dan tiba saatnya batu itu pecah namun ada sesuatu di dalam batu itu dan benar saja 2 rantai emas lah yang berada dalam batu kecil itu.


"Nona, anda menang dalam main tebak-tebakan ini dan berjaya mendapatkan emas!," kata pelayan itu sambil menyerahkan 2 rantai emas kepada Sashuang. Wajah Sashuang yang sangat gembira itu langsung mengambil dua rantai emas itu dengan sangat gembira.


"Terima kasih atas permainan seru yang kalian berikan aku sangat senang jadi aku pamit dulu yah!," kata Sashuang sambil melangkah keluar dari tempat itu sementara pelayan itu hanya melambaikan tangannya pada Sashuang yang sudah keluar dari kedai itu.


"Aku sudah lama berada di kedai emas itu jadi aku harus segera mencari banyak makanan untuk kembali kepada Zhang Wei," kata Sashuang sambil berjalan dan melihat sekeliling nya lagi dan kali ini dia pergi ke toko yang menjual kue yang sedikit aneh.


"Emm..mau nanya ini kue apa yah kok bentuknya seperti seekor burung?," tanya Sashuang kepada penjual kue itu. Tetapi penjual toko itu hanya terdiam dan menunduk ke bawah.


"Maafkan saya, saya sedang menanyakan kepada anda nih kue apa yang berbentuk burung ini?," tanya Sashuang lagi dan seketika penjual kue itu langsung mengangkat kepalanya dan melihat ke tepat ke mata Sashuang.


"Anu.... apa maksud anda dengan saya yang selama ini anda cari yah?," tanya Sashuang.


"Nona, hanya kamu seorang yang bisa melihat kue ini seperti seekor burung!," kata penjual toko itu.


"Maksudnya ini bukan kue?," tanya Sashuang lagi.


"Nona, kalau orang biasa dia melihat ini bukan kue melainkan sebuah gelang getah yang tidak ada gunanya tetapi anda melihat seperti kue burung!," kata penjual toko itu sambil tersenyum dan senyum di wajahnya itu sangat manis dan matanya berkilau melihat Sashuang.


"Jadi apa gunanya kue ini apa bisa dimakan?," tanya Sashuang sambil menyentuh kue burung itu.

__ADS_1


"Nona, dalam tubuhmu ada burung phoenix dan juga anda sangat hebat dalam bertarung dan juga pikiran anda sangat hebat saat memikirkan sesuatu," ucap wanita penjual kue burung itu.


"Manusia yang benar saja kau percaya dengan kata-katanya aku merasa di berbohong!," kata Felix yang sedikit ragu-ragu.


"Maafkan saya karena memberitahu ini tapi kalau anda mau berbohong denganku silahkan saja saya tidak akan percaya dengan kata-kata orang sepertimu!," kata Sashuang sambil menatap tajam ke arah penjual toko itu.


"Nona, apa maksud anda aku tidak mengerti!," kata penjual toko itu lagi dan keliatannya dia sedikit panik.


"Kamu sengaja memberitahuku bahwa ini adalah kue burung dan berkata saat orang lain melihat ini bentuknya berubah dan saat aku yang melihat bentuknya menjadi kue burung, itu tidak masuk ke akal tau gak!," tegas Sashuang sambil megambil sebiji kue burung itu dan melangkah ke arah seorang wanita yang sedang memilih pakaian.


"Permisi bisa minta tolong tidak?," tanya Sashuang sambil memegang ke bahu wanita itu. Seketika wanita itu menoleh ke belakang.


"Iya saya bisa bantu apa?," tanya wanita itu sambil tersenyum manis ke arah Sashuang.


"Liat yang benar yah yang ada ditangan ku ini apa?," tanya Sashuang kepada wanita itu.


"Emm...itu seperti kue yang berbentuk burung!," jawab wanita itu dengan polos.


"Baiklah, terima kasih sudah menjawab," kata Sashuang sambil kembali semula ke toko tadi dan Sashuang tersenyum licik sambil menatap penjual toko itu.


"Tadi aku sudah bertanya kepada semua orang disini dan mereka berkata ini adalah kue berbentuk burung loh, kok bisa yah apa mungkin tubuh mereka semua ada seekor burung yang menjaga jiwa mereka?," tanya Sashuang sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2