
Episode sebelumnya....
Dia berlari masuk ke kamarnya dan langsung menahan pintu itu dengan menyandarkan tubuhnya ke pintu itu.
"Ya ampun, aku kok bisa buat begitu seharusnya kan aku langsung menyambarnya tadi bukanya kabur aduh kesempatan tadi itu aku malah membuat nya menjadi sia-sia," dalam batin Sashuang yang sedikit kesal.
...~¶∆¶ Selamat membaca ^~^ ~...
Tok! tok! tok!
Bunyi ketukan pintu yang terdengar dari luar.
Sashuang membuka pintunya dengan perlahan karena dia masih malu kalau orang yang ada di hadapan pintu itu adalah Zhang Wei.
"Mama, aku mau masuk," kata suara itu. Sashuang yang mendengar suara Xiaobao itu pun langsung membuka pintu.
"Xiaobao, kenapa kamu berada di sini?," tanya Sashuang sambil mengelus kepala Xiaobao.
"Mama aku mau makan sama mama!," kata Xiaobao sambil memeluk Sashuang. Sashuang hanya terdiam dan menggendong Xiaobao untuk makan di bawah walau dia masih malu menatap wajah Zhang Wei tetapi dia tetap harus melakukan keinginan anak tirinya yang diperlakukan seperti anak kandung sendiri.
"Xiaobao kemana papa?," tanya Sashuang yang tidak melihat wajah Zhang Wei sama sekali di meja makan.
"Papa pergi memeriksa matanya katanya matanya hampir buta loh mama!," kata Xiaobao sambil turun dari kursi dan bocah itu langsung memanjat ke paha mulus Sashuang.
"Emang matanya kenapa?," tanya Sashuang lagi.
"Katanya mata papa itu seperti orang yang hampir buta lah mama makanya tiap harinya dia selalu marah" padaku mama," jawab Xiaobao sambil tersenyum manis ke arah Sashuang.
"Kok bisa Zhang Wei buta padahal kemarin aja perasaan matanya baik-baik saja ih paling bohongan tuh anak," dalam batin Sashuang yang sedikit kesal.
__ADS_1
"Mama siapin dedek!," kata Xiaobao yang mulai manja dengan Sashuang anak itu berkali-kali mengelus kepalanya sendiri ke tangan Sashuang.
"Xiaobao jangan bergerak begitu marilah cepat makan nanti mama harus pergi mencari kerja," kata Sashuang sambil tersenyum tipis.
"Mama, papa tidak memberimu cukup uang kah? kalau papa tidak bagi ke mama biar dedek yang kasi uang buat mama," kata Xiaobao dengan wajah polosnya.
"Yang benar saja bocah seumuran anak ini sudah punya uang?!!," dalam batin Sashuang. Dia sedikit kaget dengan jawapan yang diberi oleh Xiaobao.
"Mama harus mencari uang mama sendiri jadi kamu simpan aja uangmu mungkin nanti juga kamu butuhkan uang loh Xiaobao," kata Sashuang sambil mengangkat tubuh Xiaobao dan meletakkan nya di bawah. Sashuang langsung berlari masuk ke kamar untuk mandi dan mengganti pakaian nya.
"Ya ampun, gua baru sadar Xiaobao itu anak siapa?," kata Sashuang yang baru sadar selama ini Xiaobao itu bukanlah anaknya sendiri melainkan Xiaobao sudah berada di sini sebelum dirinya muncul. Sashuang mulai berjalan kesana kemari di dalam pikirannya hanya muncul pertanyaan siapakah ibu Xiaobao? siapa yang melahirkan Xiaobao? apakah Zhang Wei pernah menikahi wanita lain? di dalam pikiran Sashuang penuh dengan pertanyaan.
"Nanti aja lah ku pikirkan sekarang aku harus berangkat kerja!,'' kata Sashuang dengan penuh semangat dia berlari keluar dari rumah itu untuk pergi mencari pekerjaan. Di dalam perjalanan untuk mencari pekerjaan dia baru sadar bahwa suasana di dalam taksi yang dia tumpangi itu sedikit aneh dan terasa tidak nyaman sama sekali.
"Nona, anda mau saya hantarkan kemana?,'' tanya supir taksi itu.
"Wanita rendahan cepat sekali kau bisa menebak ku!," kata pria itu dengan merubah bentuknya menjadi sangat besar dan mengerikan.
"Ini adalah monster bagaimana bisa dia berada di zaman ini apa mungkin semua monster datang kesini untuk menyerang ku?," dalam batin Sashuang sambil keluar dari taksi dan langsung kabur secepat mungkin sementara monster itu masih mengejar Sashuang dari belakang.
"Felix, aku butuh bantuan kamu sekarang," kata Sashuang sambil duduk bersila dia mengeluarkan energi yang ada di tubuhnya. Dan tiba-tiba sahaja tempat itu dipenuhi oleh ombak yang menuju ke arah monster itu. Sashuang semakin mengeluarkan banyak energi dari tubuhnya dan satu hempasan ombak saja monster itu telah tumbang.
"Sekarang sudah beres satu monster," kata Sashuang sambil berdiri dia hanya berjalan kaki kali ini karena dia berada di tengah jalan kosong mana mungkin ada taksi lewat di situ lagian taksi yang dia tumpangi tadi aja sudah hancur.
"Terpaksa dah aku ikut jalan ini dari tidak pulang sama sekali," kata Sashuang sambil berlari sekencang-kencangnya.
Sementara di rumah Zhang Wei...
"Xiaobao kemana perginya mama kamu?," tanya Zhang Wei yang sudah berada di hadapan pintu rumahnya.
__ADS_1
"Tadi mama bilang mau cari pekerjaan katanya uangnya tidak mencukupi," jawab Xiaobao dengan santai dia masih bermain permainan video di tangannya.
"Apa wanita ini masih kekurangan uang lagi ya," dalam batin Zhang Wei. Dia langsung kembali semula ke dalam mobilnya.
"Lalu di tempat ini aku yakin wanita itu ada di situ," kata Zhang Wei yang sudah kesal dengan sikap Sashuang.
Sashuang.....
"Sampai kapan lagi aku harus berjalan begini aku malah tidak menemukan tempat kerja apapun di sini aku sudah mulai kehausan sekarang," kata Sashuang yang sudah kecapean karena sudah berjalan 6 kilometer. Dia sedikit membungkuk dan dia melanjutkan berjalan berharap agar ada kota untuk dia bekerja. Dan akhirnya keinginannya tercapai dia melihat kota yang sangat mewah dan sangat besar dia pun berlari ke tempat itu tetapi ada tangan yang menangkap bajunya.
"Eh?,"
"Kenapa kau tidak di rumah saja malah berani kabur dari rumah yah," kata Zhang Wei.
"Sejak kapan aku mau kabur dari rumah lagian juga aku mau mencari pekerjaan agar aku tidak bosan seharian di rumah doang," kata Sashuang sambil mengembungkan pipi imutnya.
"Kamu itu kelinci percobaan maka duduk diam saja di rumah!," bentak Zhang Wei sambil melempar Sashuang ke dalam mobil.
"Auchh!,"
Zhang Wei pun menaiki mobil itu dan duduk di belakang bersama wanita meresahkan. Suasana di dalam mobil sangat tegang dan keduanya menatap ke arah lain. Sashuang menjatuhkan kepalanya ke bahu Zhang Wei karena dia ketiduran ya mana mungkin tidak ketiduran dia sudah lelah berjalan pasti dia lelah karena berjalan jauh-jauh ke kota tetapi usahanya gagal.
"Dasar wanita menyebalkan andai saja kamu bukan jodohku sudah ku lempar kau ke kandang buaya," kata Zhang Wei sambil membaringkan kepala Sashuang ke paha nya. Dia mengusap kepala Sashuang dengan lembut.
"Tuan, kita sudah tiba di rumah," kata supir yang memandu mobil Zhang Wei.
"Baiklah kamu keluarlah dulu aku akan menunggu di mobil sehingga wanita ini bangun," kata Zhang Wei.
Bersambung...
__ADS_1