
Episode sebelumnya...
"Tadi aku sudah bertanya kepada semua orang disini dan mereka berkata ini adalah kue berbentuk burung loh, kok bisa yah apa mungkin tubuh mereka semua ada seekor burung yang menjaga jiwa mereka?," tanya Sashuang sambil tersenyum.
...~Selamat membaca~...
Penjual toko itu mulai panik dan sedikit tersenyum mendengar perkataan yang keluar dari Sashuang.
"Emmm...mungkin mereka tidak bisa melihat dengan benar mungkin," jawab penjual toko itu sambil mencoba untuk kabur dari situ namun Sashuang menahan baju penjual toko itu.
"Sudahlah, aku mau beli kue ini aku tidak ingin bermain lagi dan jangan buat masalah lagi!,'' kata Sashuang sambil melepaskan baju penjual toko itu. Penjual toko dengan cepat membungkus kue itu dan menyerahkan nya pada Sashuang.
"Berapa harga kue ini?," tanya Sashuang sambil mengeluarkan uang dari dompetnya.
"Nona, karena anda sudah memberi belas kasihan maka saya memberinya secara percuma kepada anda," kata penjual toko sambil menunduk hormat pada Sashuang.
"Baiklah terima kasih atas kue nya!," kata Sashuang sambil melangkah pergi dari tempat itu. Dia lagi-lagi mencari makanan untuk dimakan saat di dalam perjalanan dia membeli kue bulan dan beberapa jajan lalu kembali semula ke arah Zhang Wei.
Sementara Zhang Wei...
"Lama sekali wanita ini apa dia mau belanja atau mencari pria lain!," kata Zhang Wei yang sudah lelah berdiri dari tadi karena menunggu Sashuang dan Sashuang yang baru hadir di sana dengan membawa beberapa kue dan jajan dan ada rantai emas pada tangan kanannya.
"Zhang Wei, maaf tadi aku bermain tebak-tebakan batu emas terus menyelesaikan kue burung terus itu aja deh maaf karena telat!," kata Sashuang dengan nafasnya yang terputus-putus dan menyerahkan semua kue yang ada di tangannya. Zhang Wei mengambil kue itu walau dia sedikit marah kepada Sashuang. Tanpa kata-kata yang keluar dari mulut Zhang Wei dia langsung menaiki kuda dan mengangkat tubuh Sashuang ke atas kuda lalu mendudukkannya.
"Zhang Wei, kita sudah mau pergi tidak mau makan dulu?," tanya Sashuang. Zhang Wei hanya menggelengkan kepalanya lalu menunggangi kuda dengan sangat laju Sashuang hanya tenang.
"Kenapa dengan sikap pria ini kelihatannya dia sudah sedikit berubah," dalam batin Sashuang yang mulai curiga.
__ADS_1
Setelah tiba di suatu tempat...
Zhang Wei langsung menurunkan Sashuang dari kuda dan dia juga turun turun dari punggung kuda itu lalu pergi meninggalkan Sashuang.
"Zhang Wei, kau mau kemana?," tanya Sashuang yang mau mencoba mengejar Zhang Wei tetapi dia tidak bisa mengejar Zhang Wei sama sekali.
"Kenapa dengan sikap pria itu apa dia stress?," kata Sashuang yang kebingungan sambil kembali semula ke arah kudanya. Sashuang duduk di batu yang sedikit besar sambil makan beberapa jajan yang baru saja di beli tadi.
Sementara Zhang Wei...
"Tuanku, Putri Arrendel benar-benar sangat ingin bertemu bersama anda jadi pulanglah sekarang dia udah demam dan belum pulih lagi jadi mohon Tuanku, pulang sekarang!," kata pria misterius.
"Sudah ku bilang bahwa aku tidak ingin bertemu dengan wanita sampah sepertinya!," tegas Zhang Wei pada pria misterius itu.
"Tuanku, aku mohon padamu karena Putri Arrendel saat sakit selalu memanggil nama anda," kata pria yang ternyata adalah Ling Jin He.
"Aku sudah bilang aku tidak mau bertemu dengannya!," tegas Zhang Wei sambil melangkah pergi dari situ.
"Manusia aku dapat merasakan bahwa orang dari kota naga ada di sekitar sini!," kata Felix.
"Kota naga?," tanya Sashuang yang mulai bingung dengan kata-kata Felix.
"Iya aku juga merasa kalau Zhang Wei adalah orang dari kota naga tapi aku tidak bisa merasa haiwan rohnya," kata Felix lagi.
"Auchh!,"
Terdengar suara yang berhampiran dari Sashuang.
__ADS_1
"Aku mendengar suara seseorang!," kata Sashuang sambil melihat ke sekelilingnya dan pandangan Sashuang terhenti ke arah seorang wanita bertubuh seksi wajahnya yang putih bersih dan sangat cantik. Sashuang langsung menghampiri wanita itu dengan perlahan.
"Apakah kamu baik-baik sahaja?," tanya Sashuang pada wanita yang terjatuh itu. Saat Sashuang mencoba menolong wanita itu bangun.
"Jangan menyentuh ku dengan tangan kotor kamu itu!," tegas wanita itu sambil mendorong Sashuang.
"Aku tidak akan menyentuhmu kok karena kamu emang kotor karena sifat kamu yang sombong dan sikap seperti anak kecil yang berumur 5 tahun keliatan banget kalau kamu itu anak yang paling di manjakan oleh ibu bapa kamu kan hehehehe," kata Sashuang sambil tersenyum dan sedikit mengejek wanita itu.
"Kamu orang rendahan beraninya kamu menghinaku!," tegas wanita itu sambil bangun dari tanah dan menatap Sashuang dengan mata tajam.
"Kenapa mau berantem ayo maju!," kata Sashuang sambil bersiap sedia untuk bertarung. Wanita mengeluarkan aura hitam dari tubuhnya dan matanya mulai berubah seperti mata seekor naga.
"Manusia dia benar-benar adalah seekor naga!," kata Felix. Namun Sashuang hanya tenang dan tidak ketakutan sama sekali. Wanita itu mendorong Sashuang dengan kuat sehingga Sashuang mengundur ke belakang hingga menabrak sebuah pohon besar.
"Hahahhahah, mau menantang aku liat sekarang kau sudah tidak bisa bangun lagi kan!," kata wanita itu sambil tertawa terbahak bahak. Sashuang bangkit kembali dan aura biru di tubuhnya mulai keluar dan energinya sangat lah kuat sehingga pokok besar yang sudah patah tadi pulih kembali.
"Kau bagaimana mungkin kau bisa buat begitu!," kata wanita itu kaget karena melihat Sashuang yang tidak cedera sama sekali.
"Makanya jangan sembarangan menyerang orang lah!," tegas Sashuang sambil menghampiri wanita itu dengan tatapan yang sangat tajam. Wanita itu langsung mengeluarkan naga yang ada di tubuhnya dan menyuruh naga itu untuk menyerang Sashuang.
"Dasar wanita tidak tahu diri!," kata Sashuang sambil mengeluarkan Felix dari tubuhnya. Pada saat naga itu ingin menghampiri Felix seketika naga itu terhenti dan kembali semula kepada wanita itu karena ketakutan.
"Wanita ini...mana mungkin dia bisa punya haiwan roh burung phoenix yang sangat jarang di temui ini!," kata wanita yang kaget melihat Felix. Dan seketika wanita itu melihat Zhang Wei yang menuju ke arah mereka dia langsung mengambil batu dan menghantam kan batu itu ke kepalanya sendiri dan pura-pura terjatuh seperti orang yang ditindas sementara Sashuang yang mulai bingung dengan tingkah laku wanita itu hanya terdiam.
"Arrendel, kenapa kamu bisa ada di sini dan siapa yang buat kamu sampai jadi seperti itu?," tanya Zhang Wei.
"Kakak, wanita itu menindas ku dia membaling batu ke arahku dan menyuruh burung phoenix itu untuk menghajar aku!," kata Arrendel sambil mengusap air matanya.
__ADS_1
"Dasar wanita brengsek aku akan menghajarnya!," kata Felix yang akan terbang maju ke arah Arendell namun Sashuang menahan Felix. Zhang Wei melihat ke arah Sashuang dan menatap Sashuang dengan sangat tajam namun Sashuang hanya tersenyum. Zhang Wei menghampiri Sashuang sementara Arendell berharap Zhang Wei akan memukul Sashuang.
Bersambung...