
Episode sebelumnya...
"Sashuang, dengarkan aku kamu harus makan jangan membuatku semakin membencimu," kata Zhang Wei sambil memeluk erat pinggang Sashuang. Dan kali ini Sashuang mulai tenang karena dia sudah lama tidak merasakan kehangatan apabila bersama Zhang Wei lagi setelah dia berpindah tubuh dan bertukar zaman.
...~Selamat membaca semuanya~...
Saat Sashuang tertidur dengan lelap tiba-tiba sahaja tubuhnya malah merasakan panas yang luar biasa sehingga seluruh tubuhnya penuh dengan keringat yang keluar dari tubuhnya. Dia mulai menggulingkan tubuhnya ke kiri dan kanan sehingga Zhang Wei yang ada di sebelah Sashuang itu pun terjaga.
"Apa kau tidak bisa tidur dengan benar?," tegas Zhang Wei yang keliatan kesal karena Sashuang dari tadi selalu memusingkan tubuhnya ke kira dan ke kanan.
"Sashuang, energi di tempat ini tiba-tiba sangat kuat sehingga aku tidak bisa menyerap nya lagi," kata Felix yang mencoba menyerap seluruh energi yang ada di tempat itu.
"Sashuang, ada apa denganmu?," tanya Zhang Wei karena dia baru sadar bahwa Sashuang penuh keringatan di tubuhnya. Zhang Wei menyentuh dahi Sashuang dan dia langsung mengangkat tangannya karena dahi Sashuang sangat panas sehingga dia sendiri merasa Sashuang adalah sebuah api yang membara.
"Bertahanlah aku akan membawamu ke kamar mandi sekarang!," kata Zhang Wei dengan panik langsung menggendong Sashuang ke dalam tab mandi dan menyiram Sashuang menggunakan air sejuk.
"Zhang Wei, ini sangat panas seperti air mendidih," kata Sashuang dengan tubuhnya yang sudah mulai melemah. Zhang Wei memasukkan tangannya ke dalam air sejuk itu tapi dia kaget karena air itu tiba-tiba sahaja menjadi air panas. Tanpa membuang waktu Zhang Wei langsung duduk bersila dan dia mulai membacakan beberapa mantra dan membuat seluruh aura di tubuhnya keluar di dahi Zhang Wei sudah ada tanda seperti seekor naga.
"Sashuang, bertahanlah," kata Zhang Wei sambil menyerap energi berlebihan yang berada di tubuh Sashuang. Namun itu membuat Sashuang semakin merasakan panas yang luar biasa. Zhang Wei tidak bisa berbuat apa lagi selain memeluk Sashuang dan mengeluarkan aura sejuk yang berada di tubuhnya. Dan tiba-tiba sahaja seekor naga berwarna biru keluar dari tubuh Zhang Wei dan mulai melilit seluruh tubuh Sashuang untungnya Sashuang dapat bertahan dan tubuhnya mulai menjadi normal kembali sementara Zhang Wei menyerap semula energinya. Secara perlahan Sashuang membuka matanya dan dia melihat Zhang Wei yang sudah berada tepat di hadapannya.
"Zhang Wei, aku minta maaf karena telah menyusahkan mu!," kata Sashuang yang keliatan ketakutan saat melihat Zhang Wei. Zhang Wei cuman mengabaikan kata-kata Sashuang dan dia mengangkat Sashuang dan membaringkannya di kasur.
"Zhang Wei, apa yang akan kamu lakukan?," tanya Sashuang yang sudah terbaring di kasur. Zhang Wei membalikkan tubuh Sashuang dan dia mulai menyerap energi berlebihan yang berada di tubuh Sashuang dan itu membuat Sashuang tertidur.
Keesokan harinya...
__ADS_1
Sashuang membuka matanya dan dia melihat sekeliling nya dan bajunya sudah diganti dari kemarin memakai pakaian basah dan sekarang pakaian kering seketika wajah Sashuang memerah karena dia berpikir Zhang Wei telah membuat dia menjadi janda nanti.
Ckrek
Bunyi suara pintu yang terbuka.
"Mama, mari turun ke bawah papa sudah menunggu mama di bawah," kata Xiaobao sambil berlari ke arah Sashuang dan dia langsung memeluk Sashuang.
"Apa maksudmu dengan mama?," tanya Sashuang yang kebingungan dengan panggilan dari Xiaobao.
"Kan kakak mama baruku jadi aku harus manggil kakak mama lah," jawab Xiaobao dengan muka polos nya sambil menggeser kan kepalanya di tangan Sashuang.
"Sejak kapan aku jadi mama kamu!?," teriak Sashuang kaget sehingga terjatuh dari kasur.
"Mama, tidak apa-apa kan?," tanya Xiaobao sambil mencoba membangunkan Sashuang.
"Xiaobao, pergi dari sini sekarang," kata Sashuang sambil mendorong Xiaobao sedikit ke belakang.
"Kenapa?," tanya Xiaobao sambil mencoba menghampiri Sashuang namun Sashuang menahan tubuh Xiaobao untuk mendekat padanya.
"Xiaobao, dengarkan lah kata-kata mama cepat pergi dari sini sebelum kamu terluka!," tegas Sashuang. Namun Xiaobao yang tahu Sashuang sedang menahan sakit yang luar biasa itu pun langsung berlari keluar.
"Felix, sekarang apa lagi?!," tanya Sashuang.
"Kali ini aura kuat itu lagi-lagi masuk ke dalam tubuhmu dan kali ini lebih kuat dari malam kemarin!," jawab Felix. Sashuang duduk bersila dan mencoba menyerap seluruh energi itu sehingga dirinya mengeluarkan percikan darah dari mulutnya.
__ADS_1
"Kalau terus begini aku bisa mati," kata Sashuang yang tidak mengalah sedikitpun dan ada aura berwarna putih yang mengelilingi Sashuang dan membuat tubuh Sashuang semakin terasa hampir meledak.
Sementara Xiaobao.
"Papa, mama sedang sakit cepat pergi selamat kan mama!," teriak Xiaobao sambil menarik pakaian Zhang Wei.
"Ada apa dengan mamamu?," tanya Zhang Wei sambil melihat ke arah Xiaobao.
"Ada asap putih aneh yang melilit tubuh mama!," jawab Xiaobao. Zhang Wei langsung berdiri dari kursi dan berlari ke kamar Sashuang.
"Felix, aku sudah menyerap beberapa energi tetapi masih banyak di sini bagaimana bisa aku menyerap kesemuanya sekaligus!," kata Sashuang yang merasa tubuhnya semakin terasa terbakar suasana di kamar itu sangat panas.
"Sashuang!," teriak Zhang Wei yang sudah tiba di hadapan pintu kamar.
"Zhang Wei, jangan kemari atau kamu akan cedera nanti," kata Sashuang yang mencoba berdiri dan dia langsung membuka jendela kamar itu dan lompat ke bawah.
"Sashuang!!!," teriak Zhang Wei lagi sambil berlari ke arah jendela untung saja wanita itu tidak cedera sama sekali. Tanpa banyak berpikir lagi Zhang Wei langsung berlari ke bawah untuk pergi ke arah Sashuang.
"Felix, aku sudah berjaya menyerap ke semua energi!," kata Sashuang dengan wajah yang gembira. Zhang Wei langsung berlari kepada Sashuang dan langsung memeluknya. Wajah Zhang Wei nampak ketakutan kalau dia kehilangan Sashuang lagi dirinya tidak bisa kehilangan wanita yang dicintainya sekali lagi. Sashuang merasa pria itu sifatnya perlahan-lahan berubah jadi Sashuang pun memeluk kembali tubuh Zhang Wei.
"Sashuang, ribuan tahun lalu kau telah pergi dan aku mencari kamu ke serata dunia namun tidak menemui dirimu," kata Zhang Wei dengan air mata yang tidak tertahankan lagi itu pun dia langsung menangis karena air matanya tidak bisa menahan rasa cintanya kepada wanita yang sedang ada dalam pelukannya yang hangat.
"Zhang Wei, aku tidak bisa menahan lagi aku tidak bisa bernafas!," kata Sashuang sambil mencoba mendorong Zhang Wei. Zhang Wei yang mendengar itu pun langsung melepaskan tangannya dari tubuh Sashuang.
"Maaf aku tidak bisa menahan diriku lagi," kata Zhang Wei yang sedikit mengurut pinggang Sashuang.
__ADS_1
Bersambung...