Reinkarnasi Sang Kaisar

Reinkarnasi Sang Kaisar
Episode 13


__ADS_3

"Batu itu adalah batu lagenda yang hanya berada pada tangan para dewa tingkat atas," jawab burung biru.


"Hah, cuman ada pada para dewa tingkat atas?," tanya Xiu Ying Yi dengan kaget.


"Iya, tetapi batu ini hanya ada 6 tetapi dengan warna berbeda dan kekuatan berbeda," jawab burung itu lagi.


"Jadi, maksudnya wanita yang jumpa tadi itu adalah dewa?," tanya Xiu Ying Yi dengan kaget.


"Jadi orang seperti apa yang telah memberikan mu batu biru itu?," tanya burung itu lagi.


"Wanita itu sangat cantik dan menawan..," potong burung itu saat Xiu Ying Yi mau melanjutkan perkataanya.


"Aku tidak menanyakan mu kalau wanita itu cantik atau menawan tapi aku bertanya padamu seperti apa orang yang telah memberikan mu batu ini?," tanya burung biru.


"Emm, wanita itu mempunyai aura biru yang sangat kuat dan aku melihat wanita itu melayang karena aku tidak melihat kakinya rambutnya berwarna biru dan sangat panjang dan aku ada liat dia ada dua telinga di kepalanya dan dia ads ekor juga," jawab Xiu Ying Yi.


"Baiklah, aku sudah mengenal wanita itu," jawab burung itu.


"Hah, kok bisa padahal aku baru beritahumu sedikit doang!," kata Xiu Ying Yi.


"Wanita berambut biru yang ku kenal cuman ada seorang sahaja dan nampaknya dewa ini menyerahkan batu permata itu padamu karena dia tahu kau pasti bisa menjaganya," kata burung biru.


"Heh, kenapa dia menyerahkan batu itu padaku dan tiba tiba sahaja sangat percaya padaku sehingga menyerahkan batu berharga itu padaku?," tanya Xiu Ying Yi lagi.


"Mungkin nyawanya akan di ambil oleh seseorang dan mungkin saja dia kabur dan cuman menemukan mu seorang mungkin dia tiada pilihan lain selain menyerahkan batu permata biru padamu," kata burung biru lagi.


"Tapi tadi aku tidak menelan seluruh permata ini kok bisa aku melayang?," tanya Xiu Ying Yi lagi.

__ADS_1


"Itu karena batu biru itu tahu kau adalah tuan barunya...," jawab burung itu.


"Baiklah aku mengerti!," teriak Xiu Ying Yi secara tiba tiba.


"Jadi apa yang kau akan lakukan?," tanya burung itu.


"Burung biru, aku mau menggunakan kuasamu untuk keluar dari sini!," tegas Xiu Ying Yi.


"Kau bisa saja keluar dari sini karena ini hanyalah dunia bawah sadarmu," jawab burung itu.


"Kalau begitu, tolong aku keluar dari penjara api itu!," ucap Xiu Ying Yi.


"Aku bisa membantumu tetapi kau tidak akan mampu melawan dewa api manusia," jawab burung biru.


"Jadi aku harus melawan dewa api?," tanya Xiu Ying Yi lagi.


"Iyalah, kau harus melawan dewa api itu untuk keluar dari dunia itu kalau kau memusnahkan api nya kau hanya keluar dari penjara itu dan kau takkan keluar dari dunia api ini," ucap burung biru.


"Kau harus keluarkan aku dari sini," jawab burung biru itu.


"Lah, emang luh gak bisa keluar?," tanya Xiu Ying Yi.


"Kuasaku telah disegel selama 100 tahun disini tanpa kuasaku aku tidak akan bisa keluar dari sini," jawab burung biru.


"Kalau begitu gimana caranya untuk membuka segel itu?," tanya Xiu Ying Yi.


"Kau harus makan benda biru yang di tanganmu itu," ucap burung biru.

__ADS_1


"Kalau aku makan permata biru ini kau tidak akan dapat apa apa dan aku harus memberimu apa?," tanya Xiu Ying Yi.


"Kau bisa mengembalikan kuasaku," jawab burung biru.


"Baiklah kalau begitu yang kau mahu," Xiu Ying Yi memasukkan permata itu ke dalam mulutnya dan kali ini dia benar benar menelan permata biru itu. Dan seketika suara ombak yang sangat besar menuju ke arah Xiu Ying Yi dan lagi lagi tubuh Xiu Ying Yi melayang dan tubuh badan ya bercahaya biru.


"Ombak itu!," tegas Xiu Ying Yi sambil menengok ke arah ombak besar yang menuju ke arahnya. Dengan cepat burung itu menghalang ombak itu menggunakan sayapnya.


"Manusia, kau harus bisa menahan rasa sakit itu dan teruskan menyerap energi yang ada di tempat ini, pastikan kau bisa membuka segel agar kuasaku bebas!," tegas burung biru sambil mengibarkan sayapnya agar ombak itu mundur ke belakang. Namun burung itu tidak bisa menghalang ombak itu tetapi ombak itu terlalu kuat hingga burung biru tidak bisa menahan ombak besar yang menuju ke arah mereka. Sementara Xiu Ying Yi menahan sakit yang sangat hebat dia tidak teriak sama sekali matanya mulai bertukar menjadi biru dan tubuhnya mulai melayang lebih tinggi.


"Manusia kau pasti bisa mengawal kuasa itu aku percaya padamu!," teriak burung biru yang sudah mulai melemah dan ombak itu mulai menghampiri burung biru.


"Tidak, burung biru!!!," teriak Xiu Ying Yi yang melihat burung biru sudah di hantam ombak besar itu dan tiba tiba ada sebuah cahaya yang menyerap Xiu Ying Yi kedalam cahaya biru itu. Xiu Ying Yi membuka matanya dan kali ini dia berada di sebuah hutan.


"Aku ada dimana, burung tadi itu apa sudah mati?," ucap Xiu Ying Yi sambil bangkit. Dia berjalan ke dalam hutan yang sangat luas itu dia melangkah semakin dalam dan di karenakan hutan itu sangat tebal suasana di hutan itu mulai bertambah gelap.


"Tempat ini sudah mulai gelap mungkin karena pohon pohon di sini besar dan sangat tebal," dalam batin Xiu Ying Yi sambil melangkah masuk ke dalam hutan itu. Dan tiba tiba dia menghentikan langkahnya...


"Apa benda yang besar itu?," ucap Xiu Ying Yi karena melihat benda yang sangat besar berbentuk seekor harimau.


Xiu Ying Yi mulai menyentuh benda besar itu dan mulai mengelilingi tempat itu. Dan dia terus mengelilingi benda besar itu selama 50 menit lamanya sehingga dia menghentikan langkahnya. Dia melihat sebuah pintu masuk yang besar dan kelihatanya pintu itu sangat besar dan kebal.


"Pintu ini sangat besar dan kelihatan sangat kebal gimana bisa aku masuk ke sini?," kata Xiu Ying Yi kebingungan.


"Tadi aku berpusing di sini selama 50 menit dan mungkin juga petunjuk ada di tempat yang aku kelilingi tadi..," ucap Xiu Ying Yi sambil memikir.


"Aku tahu, kalau di hitung hitung aku telah keliling tempat ini selama 50 menit mungkin juga disini ada 5 pintu dan berarti aku harus memilih pintu yang benar agar aku bisa masuk!," kata Xiu Ying Yi. Xiu Ying Yi mulai mengelilingi tempat itu dan kali ini dia mengambil masa sehingga 50 menit. Dan akhirnya dia tiba di pintu yang terakhir.

__ADS_1


"Akhirnya, aku sudah berada di pintu terakhir!," ucap Xiu Ying Yi yang sudah kelelahan.


Bersambung...


__ADS_2