Reinkarnasi Sang Kaisar

Reinkarnasi Sang Kaisar
Episode 16


__ADS_3

Episode sebelumnya...


"Felix, aku butuh bantuan mu!," teriak YingYing. Saat ular itu hampir menghancurkan YingYing tiba-tiba terdengar suara burung yang terdengar dari tubuh YingYing dan keluar seekor burung yang sangat besar dengan aura yang sangat kuat dan burung itu mengibaskan sayapnya yang membuat angin yang sangat besar menolak ular itu dengan sangat jauh.


...~Selamat membaca~...


"Felix, kamu datang tepat pada waktunya!," teriak YingYing.


"Manusia ini bukan waktunya untuk main-main lagi dewa itu akan datang bila-bila masa sahaja!," tegas Felix sambil menghalau ular raksasa itu.


Sementara itu di tempat Zhang Wei...


"Ling Jin He, apakah kau sudah menghapus mantra nya?." tanya Zhang Wei.


"Kaisar, aku sudah mencoba tetapi mantra yang ada di dunia api sangat kuat," jawab Ling Jin He.


"Kalau begitu ketepi lah aku akan menggunakan kuasaku untuk menghilangkan mantra itu!," ucap Zhang Wei. Ling pun mundur ke tepi dan Zhang Wei membuka matanya dan warna matanya berwarna hitam dan dia membaca beberapa mantra.


"Kaisar, adalah dewa yang menjaga permata hitam, permata hitam adalah permata pertama paling kuat di antara semua permata dia sangat hebat," dalam batin Ling. Zhang Wei melayang dan tiba-tiba langit menjadi gelap dan ada petir yang menyambar ke arah dunia api banyak sekali petir yang menyambar dunia api dan itu membuat mantra yang digunakan Dewa Api telah hilang.


"Tuan Dewa Api, mantra yang kita gunakan telah pun di musnahkan oleh seseorang!." kata seorang wanita.


"Siapa orang yang bisa menghancurkan mantra ku?," tanya Dewa Api.


"Saya tidak dapat melihatnya dengan jelas Tuan," jawab wanita itu lagi. Dewa api itu pun berdiri dan dia terbang ke arah Zhang Wei.


"Kaisar, mantra itu telah hilang!," kata Ling. Zhang Wei pun bangun dan dia langsung masuk ke dalam dunia api.


Sementara YingYing....


"YingYing, cepat naik ke punggung aku kita akan keluar dari sini sekarang!," tegas Felix. YingYing pun melompat ke atas punggung Felix dan Felix pun terbang dengan sangat tinggi. Setelah beberapa menit mereka terbang YingYing melihat seketul bebola api yang sedang menuju ke arah seseorang.


"Felix, apa-apaan itu?!," tanya YingYing.


"Itulah Dewa Api!," jawab Felix.

__ADS_1


"Tapi dia mau kemana?," tanya YingYing lagi.


"Aku tidak tau tapi kita harus terbang lebih laju dari dia kalau tidak mungkin saja dia akan menguatkan mantra lagi, YingYing pegang dengan kuat aku akan melaju sekarang!," tegas Felix. YingYing pun memeluk erat Felix dan dia merasakan suatu aura yang sangat kuat.


"Felix, kenapa aku merasa ada seseorang mempunyai aura yang sangat kuat?," kata YingYing.


"Dewa Api, mungkin mengejar aura kuat itu dan mungkin orang yang mempunyai aura kuat ini lah yang telah menghancurkan mantra yang ada disini.," jawab Felix.


"Ling, seberapa jauh lagi kita harus berjalan?," tanya Zhang Wei.


"Kaisar, sepertinya Dewa Api, sudah hampir tiba disini!," ucap Ling.


"Kalau begitu kita akan menunggunya disini!," kata Zhang Wei sambil duduk.


"Felix, aku dapat melihat jalan keluar dari sini!!!!," teriak YingYing.


"Kalau begitu kita ke arah sana!!," teriak Felix balik. Felix mulai terbang lebih laju sementara YingYing menengok ke bawah dan dia melihat Zhang Wei dan Ling Jin He yang sedang duduk di bawah.


"Felix, berhenti!," kata YingYing.


"Zhang Wei, ada di bawah mendarat di bawah sekarang Felix!," tegas YingYing. Felix pun mendarat ke bawah.


"Kaisar, itu adalah phoenix biru!," kata Ling.


"Phoenix? kok bisa kan dia sudah di kurung?," kata Zhang Wei sambil menengok ke atas. Mata Zhang Wei mulai membulat saat melihat burung Phoenix yang mendarat di hadapanya. YingYing pun turun dari punggung Felix.


"Zhang Wei, kau bisa melihat?," tanya YingYing karena Zhang Wei seperti bisa melihatnya.


"YingYing, beritahu aku dulu dari mana kau dapat burung biru ini?," tanya Zhang Wei sambil menatap tajam ke arah YingYing.


"Felix, telah menyelamatkan ku dan dia telah menyatu dengan tubuhku!," jawab YingYing. Tiba-tiba sahaja Zhang Wei melaju ke arah Felix dan langsung menikamnya menggunakan dua pedang emas. YingYing langsung kaget melihat Zhang Wei yang telah menikam burung yang telah menyelamatkannya.


"Felix!!," kaget YingYing sambil berlari ke arah Felix dan dia mendorong Zhang Wei. Felix telah melelapkan matanya dan YingYing hanya mengelus Felix sambil meneteskan air mata.


"YingYing, aku...," kata kaisar sambil mencoba menenangkan YingYing.

__ADS_1


"Kenapa? kenapa kamu membunuhnya?!!!," tegas YingYing sambil mendorong Zhang Wei.


"YingYing, dia telah membunuh orang tua ku..," jawab Zhang Wei sambil menunduk ke bawah.


"Kau bohong, Felix tidak akan membunuh orang yang tidak bersalah aku benci kamu sekarang!!," tegas YingYing dan air matanya jatuh ke bulu Felix dan perlahan tubuh Felix mulai menghilang dan bertukar menjadi kupu-kupu yang cantik. YingYing yang sedih pun bangun dan pergi meninggalkan Zhang Wei.


"Felix..maafkan aku karena membiarkan orang jahat itu membunuhmu..," nangis YingYing sambil meneteskan air mata sangat banyak.


"YingYing, aku tidak apa-apa cuman perlu kembalikan energiku," kata suara yang terdengar dalam YingYing.


"Felix, kau tidak apa-apa?," tanya YingYing dengan wajah gembira karena burung biru itu masih hidup.


"Tidak perlu sampai menangis begitu," kata Felix.


"Felix, untung kau masih hidup, aku akan membantumu mengumpulkan energi!," kata YingYing. YingYing pun duduk bersila dia memejamkan matanya dan aura ditubuhnya menjadi biru dia mulai menyerap semua energi di tempat itu.


Sementara Zhang Wei...


"YingYing, maafkan aku," kata Zhang Wei dengan suara yang perlahan. Tiba-tiba ada api yang hampir kena ke tubuhnya untung saja dia cepat mengelak.


"Zhang Wei, bukanya kau sudah mati?," kata Dewa apo yang kaget melihat Zhang Wei.


"Jadi kau lah yang mencoba membunuhku yah?," tanya Zhang Wei sambil tersenyum.


"Hem, memang aku yang mau membunuh kamu dan kali ini aku akan membuatmu mati dan tidak akan pernah muncul lagi di dunia ini!," kata Dewa Api sambil tertawa jahat.


"Baiklah, kalau begitu aku akan menunaikan impianmu untuk mati!," kata Zhang Wei. Zhang Wei langsung melompat dan dia mulai menyerang Dewa Api. Tubuh Dewa Api mulai membentuk api dan ada seekor harimau yang keluar dari badanya. Dan itu membuat Zhang Wei terhempas.


Sementara YingYing yang terdengar suara hempasan itu pun langsung membuka matanya.


"Felix, apa tubuhmu sudah mulai pulih kembali?," tanya YingYing.


"Aku merasa energi ini akan ku serap lagi 5 menit dan seluruh tubuhku akan pulih kembali!," jawab Felix.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2