Reinkarnasi Sang Kaisar

Reinkarnasi Sang Kaisar
Episode 28


__ADS_3

Episode sebelumnya...


"Tuan, itu adalah burung lagenda yang dikenal dengan julukan Phoenix kan?," kata salah seorang dari mereka. Seketika semua orang di situ lagi-lagi mundur karena kekuatan Sashuang sangat mengerikan. Tetapi tiba-tiba saja Sashuang pingsan dan energinya kembali semula kedalam tubuhnya. Fire mengambil kesempatan itu untuk mengalahkan Sashuang. Saat dia hendak menikam Sashuang ada sesuatu yang menahan pedang Fire dan membuat Fire tergeletak. Dan Zhang Wei lah yang menghalang Fire, dia membuka kain putih dimatanya dan menatap segerombolan orang-orang itu dengan tatapan yang sangat mengerikan.


...~Selamat membaca~...


"Apa yang kalian lakukan pada dia?," tanya Zhang Wei dan aura yang keluar dari tubuhnya sangat kuat dan itu membuat mereka semua mundur karena ketakutan. Sementara Sashuang mulai sadar kembali dia menggelengkan kepalanya dan melihat ke arah Zhang Wei.


"Zhang Wei, jangan cedera kan neraka!," teriak Sashuang agar Zhang Wei tidak mencelakai orang-orang api itu. Seketika langkah Zhang Wei terhenti dia memakai kembali kain putihnya dan memusingkan tubuhnya ke arah Sashuang. Orang-orang api itu mulai melutut dan menunduk pada Sashuang.


"Ratu, anda sudah menang sekarang anda layak menjadi Ratu di kerajaan kami!," kata semua orang-orang itu. Sashuang hanya terdiam dan wajahnya tersenyum sementara Zhang Wei pergi meninggalkan Sashuang.


"Aku akan menjadi ratu kalian tapi aku mau kalian memanggilku sebagai guru!," kata Sashuang. Orang-orang hanya mengiyakan perkataan yang keluar dari mulut Sashuang. Dia memberikan sebuah ubat yang berbentuk seperti bentuk bulat dan berwarna hitam.


"Guru, kenapa memberi kan kami ubat ini?," tanya mereka kebingungan.


"Itu bukan sembarangan obat loh coba aja dah makan," kata Sashuang sambil tersenyum namun orang-orang itu agak ragu-ragu dan akhirnya mereka tetap memakan obat itu dan tiba-tiba saja level mereka meningkat.


"Guru, obat ini adalah menaikkan level!," kata salah seorang dari orang-orang api.


"Iya makanya aku kasih ke kalian agar kalian lebih hebat dari biasanya!," kata Sashuang lagi sambil tersenyum semua orang-orang menunduk pada Sashuang dan ada juga yang memeluk Sashuang atas ucapan terima kasih mereka pada Sashuang.


Malam harinya ....


"Baiklah aku sudah mengajarkan kalian semua teknik yang mudah dan sekarang aku mau pulang dulu yah," kata Sashuang sambil membalikkan badannya lalu melangkah pergi dari situ.


"Baiklah guru, hati-hati di jalan jangan lupa datang lagi besok!," kata orang-orang api sambil melambaikan tangannya.

__ADS_1


Setibanya di rumah...


Sashuang membuka pintu rumah itu dan mulai melangkah masuk dan melihat sekeliling tapi tidak melihat Zhang Wei dia mencoba mengecek ke kamar Zhang Wei ternyata Zhang Wei sedang duduk di jendela sambil menatap ke langit. Dengan perlahan Sashuang menutup pintu kamar itu dan langsung berlari ke kamarnya. Sashuang menutup pintu kamarnya dan rebahan di kasur. Dan Felix langsung keluar dari badan Sashuang dengan bentuk seperti burung. Felix langsung berdiri dekat kayu yang sudah dibuat oleh Sashuang sebelum ini.


"Aku harus mencari kakak pertamaku untuk menyuruhnya menggantikan posisi ayah," kata Sashuang sambil tersenyum dia menggenggam tangannya dan meletakkannya di dada nya. Matanya mulai berkaca-kaca karena mengigat kedua orang tuanya.


Sementara Zhang Wei...


"Tuanku, Putri Arrendel tetap mau bertemu dengan anda dimohon anda cepat-cepat pulang dan bertemu Putri Arrendel!," kata pria yang kemarin.


"Sudah ku bilang aku tidak mau bertemu dengan wanita yang sudah ku buang!," tegas Zhang Wei.


"Tuanku, kami melihat di punggung nya ada tanda jodoh bersama anda!,'' kata pria itu lagi.


"Benarkah?," tanya Zhang Wei lagi. Pria itu hanya mengiyakan dan mengangguk. Zhang Wei langsung melangkah pergi dan meninggalkan pria itu dia masuk ke kamar Sashuang yang sudah tertidur pulas. Dengan perlahan Zhang Wei mendekati Sashuang dan mengelus pipi Sashuang.


"Kok dia bisa ada tanda perjodohan itu tidak mungkin kemarin saja sudah ku liat dan aku pasti di punggungnya tidak ada tanda apapun, mungkin bukan Xiu Ying Yi jodohku tetapi jiwa yang ada dalam tubuhnya lah jodohku," kata Zhang Wei sambil tersenyum dia mencium kening Sashuang dan dia melangkah pergi dari tempat itu.


Keesokan harinya...


Sashuang bangun dari tidurnya dan membuka jendela kamarnya dia langsung mandi dan bersiap untuk pergi mencari kakak nya untuk mengganti posisi ayahnya.


"Zhang Wei, ayo berangkat!," teriak Sashuang yang sedang mencari Zhang Wei. Zhang Wei pun keluar dari kamarnya dan pergi ke arah Sashuang.


"Sashuang, kenapa kamu memanggilku?," tanya Zhang Wei.


"Tujuan kita kemari adalah untuk mencari kakakku!," tegas Sashuang dan dia segera menarik tangan Zhang Wei dan keluar dari tempat itu dan langsung menaiki kuda dan bergegas ke tempat seterusnya.

__ADS_1


Setelah menunggangi kuda beberapa jam kemudian...


Sashuang turun dari kuda untuk membeli beberapa bekalan makanan. Dia pun masuk ke dalam kota yang penuh dengan makanan itu.


"Wah banyak sekali makanan aku pasti akan membeli semua barangan yang ada di sini tapi aku harus memilih yang mana?," kata Sashuang yang sambil melihat satu-persatu makanan yang ada disitu. Dan saat dia mulai melangkah dia melihat ramai orang yang berkumpul di sana yang teriak-teriak. Sashuang langsung berlari ke segerombolan orang yang teriak-teriak itu.


"Aku adalah anak jenderal jangan sembarangan nabrak orang yah kalau tidak mampu membeli bajuku!," teriak seorang wanita kepada pria yang terduduk di tanah itu. Pria itu diikat dengan rantai besi pada kedua belah kakinya dan juga kedua tangannya.


"Pria itu adalah pahlawan yang hebat dari istana timur kok bisa dia berada di sini?," dalam batin Sashuang.


"Kenapa pria itu bisa disini?," tanya Sashuang pada salah seorang yang berada di sana.


"Dengar-dengar pria ini telah dibuang dari istana makanya diikat disini dan juga dia dibuang karena telah mencoba mencelakai Kaisar disana dan sekarang dia telah menabrak anak jenderal ya pasti marah lah tuh anak jenderal," kata salah seorang di situ. Sashuang langsung maju ke hadapan.


"Maafkan saya, kalau dia melanggar bajumu kenapa harus marah seperti itu mintalah ganti rugi," kata Sashuang sambil membantu pria itu bangun.


"Kamu pikir bajuku harganya seperti baju orang-orang miskin kayak kalian euh, enggak sudi aku makai pakaian murah kayak orang miskin!," teriak anak jenderal itu.


"Biarin miskin asalkan akhlak nya sopan dari kamu banyak uang tapi sikapnya kayak hewan aja ku liat," jawab Sashuang lagi.


"Kamu berani melawanku yah emang kamu siapa mau mengataiku aku bisa memenggal kepalamu!," teriak wanita itu dan mukanya tersenyum jahat.


"Penggal, emang bisa yah memenggal kepalaku kalau bisa ayok ke sini!," kata Sashuang sambil tersenyum cilik.


"Pengawal bawa dia pulang dan hukum dia!," tegas wanita itu. Pengawal yang ada di sana pun langsung mendekati Sashuang dan saat mereka akan menyentuh Sashuang mereka semua di musnahkan oleh Sashuang dalam sekelip mata sahaja mereka semua sudah tumbang wanita itu kaget dan mengundur ke belakang.


"Jadi sekarang kebalik dong aku lah yang akan memenggal kepalamu!," kata Sashuang sambil tersenyum.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2