Reinkarnasi Sang Kaisar

Reinkarnasi Sang Kaisar
Episode 43


__ADS_3

Episode sebelumnya....


"Berani sekali kau mengataiku otak udang!," tegas Zhang Wei sambil melepaskan tangannya dari genggaman Sashuang. Sashuang hanya tertawa kecil dan langsung menoleh ke belakang dan disitu dia melihat seorang bayi laki-laki yang sangat imut dan sangat lucu. Sashuang menekan pipi bayi itu sambil tersenyum keliatannya Sashuang sangat bahagia saat itu sementara Arrendel yang masih tidak sadarkan diri di kasurnya.


"Sashuang jangan menyentuh anak itu pasti anak itu ada bakteria karena belum tahu bapa dari anak itu," kata Zhang Wei sambil menarik tangan Sashuang.


...~+-+ Selamat membaca guys π×π~...


"Zhang Wei jangan sembarangan deh mana mungkin anak ini bisa jadi ada bakteria nya aneh aneh aja sih," kesal Sashuang sambil menarik tangannya kembali. Sashuang lagi-lagi mendekati anak itu lalu bermain dengan bayi itu bayi keliatan sangat gembira namun Zhang Wei hanya menatap dari jauh.


"Sayang kamu imut banget loh kakak suka banget deh dedek bayi imut kayak kamu," kata Sashuang sambil menggendong anak laki-laki itu. Zhang Wei mulai mendekati Sashuang dan dia memeluk Sashuang dari belakang.


"Kenapa?," tanya Sashuang yang masih menggendong dedek bayi.


"Katanya dedek bayinya imut ayok lah bikin dedek bayi biar lebih imut dari yang kamu gendong itu," kata Zhang Wei sambil meletakkan dagunya di bahu Sashuang. Sashuang yang kaget mendengar perkataan Zhang Wei itu langsung melotot matanya dia mulai kaku hatinya seperti melompat-lompat di atas trampolin dia tidak menyangka pria seperti Zhang Wei akan mengatakan itu. Tetapi seketika hati Sashuang hancur berserakan karena mungkin saja Zhang Wei pernah tidurin wanita lain sehingga Xiaobao lahir muka Sashuang mulai muram dia sedih karena wanita pertama yang Zhang Wei sayangi bukanlah dirinya melainkan wanita yang telah melahirkan Xiaobao.


"Ada apa kenapa wajahmu keliatan sedih?," tanya Zhang Wei yang mulai merasa sedih juga apabila melihat Sashuang sedih.


"Zhang Wei aku mau kamu jujur apa Xiaobao anak kandung kamu sama wanita lain?," tanya Sashuang sambil menundukkan sedikit kepalanya dia mengusap kepala bayi yang botak itu.


"Bukan dia bukan anak kandungku tetapi anak yang aku temukan 5 tahun lalu di hadapan rumahku aku seharusnya tidak mau membawa bayi itu pulang tapi setelah melihat bayi itu tiap hari menangis jadi aku membawanya pulang dan menjaganya seperti anak sendiri," jawab Zhang Wei. Seketika wajah Sashuang mulai gembira kembali hatinya yang tadinya hancur kini bersatu kembali dia tahu Zhang Wei mungkin tidak akan mengecewakannya sama sekali.

__ADS_1


"Wajahmu keliatan sangat gembira sekarang," kata Zhang Wei sambil tersenyum dia tahu Sashuang kecewa apabila melihat Xiaobao berada di sampingnya tanpa tau ibu pada Xiaobao.


"Zhang Wei terimakasih karena telah membawaku ke dunia yang sangat gembira dan aku bahkan sangat gembira saat tahu Zhang Wei tidak mempunyai anak kandung.


"Makanya kamu harus melahirkan anak yang lebih imut dari Xiaobao," kata Zhang Wei sambil menarik tangan Sashuang ke dalam pelukannya.


"Zhang Wei jangan memelukku begitu lagi dedek bayinya jadi bucin kayak kamu yang suka godain anak orang," kata Sashuang sambil sedikit tertawa kecil.


"Sashuang tidak apa anak ini jadi bucin asal sama wanita lain bukanya kamu," jawab Zhang Wei sambil tersenyum dan dia mencium pipi imut Sashuang. Namun Sashuang hanya tersenyum melihat Zhang Wei yang kini sudah berada di sisinya. Dan tidak lama setelah mereka berdua meluahkan semua perkataan yang ada di dalam hati mereka Arrendel sudah terbangun dari tidurnya dan dia menatap Sashuang yang menggendong bayinya di temani oleh Zhang Wei.


"Zhang Wei anak kita sudah lahir," kata Arrendel sambil tersenyum pada Zhang Wei seketika suasana menjadi tegang.


"Jangan sembarangan aku bahkan tidak pernah menyentuh mu sama sekali!," bentak Zhang Wei yang keliatan sangat marah.


"Sashuang sekarang pergilah dari sini sebelum kau dibilang pelakor yang mengambil calon suami orang," kata Arrendel sambil mendorong Sashuang yang berdiri di sebelah kasurnya.


"Maaf aku tidak akan mengganggu kalian lagi bersenang-senanglah yah aku pamit dulu," kata Sashuang sambil berlari keluar dari rumah sakit hatinya lagi-lagi sudah di hancurkan dia tidak dapat menahan tangisannya lagi dia berlari kembali ke rumahnya.


"Mama," kata Xiaobao yang sudah berada di ruang tamu dan melihat Sashuang berlari ke kamar. Sashuang hanya mengabaikan Xiaobao dan langsung berlari ke dalam kamar dan dia mengunci pintu kamar itu dia terduduk di pojokan sambil menangis sekencang-kencangnya. Air matanya mengalir deras sehingga dia tidak bisa berhenti untuk menangis.


"Sashuang kalau kamu terus bersedih energi kamu akan bertambah loh," kata Felix yang keluar dari tubuh Sashuang dan mengubah bentuknya seperti burung elang biru.

__ADS_1


"Buset dah," kata Felix yang langsung mengundur ke belakang dia merasa tubuh Sashuang penuh dengan listrik. Pintu kamar tiba-tiba terbuka dan Xiaobao langsung masuk untuk memeluk Sashuang untung saja Felix menghalangi nya.


"Burung jelek lepasin aku!," teriak Xiaobao. Sementara Sashuang sudah mengelap air matanya itu pun merasa bahwa dirinya ada tenaga listrik dia melihat Xiaobao yang mencoba memeluknya tetapi di halang oleh Felix.


"Xiaobao sayang, jangan kemari nanti kamu terkena sengatan listrik," kata Sashuang dia mencoba mengelus Xiaobao tapi dia tidak bisa dia takut kalau mencedara kan Xiaobao.


Di tempat Zhang Wei...


"Arrendel beritahu aku yang sebenarnya dari mana kamu dapat pria dari anak ini!," teriak Zhang Wei sambil menarik garis leher Arrendel.


"Kakak apa kamu masih belum mendengar pesan dokter kalau kakak adalah papi dari anak kita," kata Arrendel sambil menyentuh bibir Zhang Wei.


"Jangan sembarang aku tau kau mencoba untuk menjebak aku dengan perangkap mu yang aneh-aneh!," tegas Zhang Wei sambil berjalan keluar dari situ. Zhang Wei langsung bergegas pulang ke rumah.


Di tempat Sashuang...


"Baiklah mama Xiaobao akan mendengar perintah dari mama!," kata Xiaobao sambil berjalan keluar dari kamar Sashuang. Sashuang sudah mulai baikan jadi dia rebahan di ranjang sambil memainkan hp nya. Walau dia keliatan sedih dia tetap mencoba tersenyum karena dia harus bisa menahan segala rasa sakit yang dia alami. Baru saja Sashuang mah melelapkan matanya tiba-tiba sahaja pintu kamarnya di buka oleh Zhang Wei yang berlari masuk ke kamar Sashuang.


"Tuan, anda tidak di benarkan masuk," tegas Felix sambil merubah bentuknya menjadi seorang pria.


Bersambung...

__ADS_1


...πŸ’–πŸ’– JANGAN LUPA LIKEπŸ’–πŸ’–...


...πŸ’–πŸ˜˜πŸ€— DAN COMMENT πŸ’–πŸ˜˜πŸ€—...


__ADS_2