Reinkarnasi Sang Kaisar

Reinkarnasi Sang Kaisar
Episode 36


__ADS_3

Episode sebelumnya...


"Tu...tuan, anda benar-benar menyuruh kami melakukan itu?," tanya pengawalnya.


...°~Selamat membaca~°...


Zhang Wei hanya menatap tajam ke arah pengawalnya.


"Baik tuan, kami akan segera membawa mereka ke rumah sakit," jawab pengawal itu sambil bergegas membawa mereka semua masuk ke mobil untuk di bawa ke rumah sakit. Zhang Wei berdiri dan dia berjalan ke arah Sashuang.


"Dikarenakan kamu telah tau segala rahasiaku maka kau harus ku mulai penyiksaan mulai sekarang," ucap Zhang Wei sambil menarik rambut Sashuang. Namun Sashuang hanya terdiam dan wajahnya hanya menunjukkan ekspresi tenang walau dia kesakitan karena rambutnya di tarik dengan sangat kuat. Pria itu dengan kejamnya malah menendang Sashuang menggunakan kakinya dan itu membuat Sashuang terjatuh sehingga kepalanya berdarah.


"Dikarenakan kau sangat mencintai rumah ini maka tetaplah disini dan jangan pernah keluar dari sini!," tegas Zhang Wei sambil menginjak tangan Sashuang. Lalu pergi meninggalkan Sashuang yang sudah berlumuran darah di kepalanya.


"Dia bukan Zhang Wei dia adalah iblis berbentuk manusia," dalam batin Sashuang sambil mencoba berdiri. Lalu ada seekor ular yang menghampiri Sashuang ternyata ular itu adalah ular hitam yang telah Sashuang jaga saat dia hampir digigit oleh ular itu. Ular itu langsung naik ke kepala Sashuang dan menghisap darah yang ada di kepala Sashuang dan kepalanya kembali pulih.


"Terima kasih, kalian berdua adalah yang terbaik," kata Sashuang sambil tersenyum. Sashuang pun berdiri dan naik ke kamarnya dan langsung rebahan di ranjang nya. Dia merenung agak lama dan akhirnya dia tertidur di ranjang itu.


Sore harinya...


Sashuang terbangun dan dia langsung turun dari ranjang dan pergi ke ruang tamu lagi untuk melihat-lihat.


"Semua bahan makanan yang ada di sini telah di buang oleh pria iblis itu," kata Sashuang dengan kesal. Dan tiba-tiba sahaja pintu rumahnya lagi-lagi ditendang oleh Zhang Wei.


"Baiklah babu, hari ini kamu harus ikut dengan ku untuk pulang!," tegas Zhang Wei sambil menatap tajam ke arah Sashuang. Namun Sashuang seperti tidak melihat apapun dia hanya mengabaikan Zhang Wei. Dan pada saat itu Zhang Wei sudah mulai kesal dan dia menuju ke arah Sashuang dan mencoba menjambak rambut Sashuang lagi namun kali ini Sashuang dapat menangkap tangan Zhang Wei.


"Jangan menyentuh ku atau aku akan mematahkan tangan mu!," tegas Sashuang sambil menatap dingin pada Zhang Wei.

__ADS_1


"Babu, berani sekali kau menatapku seperti itu!," tegas Zhang Wei sambil menampar Sashuang menggunakan tangan sebelah nya lagi.


Plakkkk


Bunyi tamparan yang mengenai wajah Sashuang.


Zhang Wei langsung mendorong Sashuang lagi dan dia langsung terduduk dan seketika terdiam.


"Ikut pulang denganku atau aku akan membunuh seluruh keluargamu!," tegas Zhang Wei lagi sambil menggenggam tangan Sashuang. Dengan terpaksa Sashuang pun mengikuti Zhang Wei karena dia tidak bisa melawan Zhang Wei sedikit pun.


Setelah tiba di rumah Zhang Wei..


"Turun dari mobilku sekarang!," teriak Zhang Wei. Sashuang pun langsung turun dari mobil itu dan langsung berlari masuk ke dalam rumah yang sangat besar itu. Dia berlari sehingga masuk ke dalam dapur dan mengambil pisau yang berada di atas meja.


"Nona, turunkan pisau itu, itu sangat berbahaya!," kata pekerja yang mengurus di dalam dapur. Zhang Wei langsung berlari ke dapur.


"Jangan mendekat, atau aku akan membunuhmu!," tegas Sashuang sambil menodongkan pisau ke arah Zhang Wei. Tanpa ragu-ragu Zhang Wei langsung mengambil pisau itu dari tangan Sashuang dan itu membuat tangannya sedikit terluka. Sashuang langsung mundur ke belakang karena ketakutan.


"Apakah aku terlalu memanjakan dirimu sampai kamu berani melakukan ini padaku?!," tanya Zhang Wei sambil menatap tajam ke arah Sashuang. Dia langsung menjambak rambut Sashuang ke dalam kamar.


"Lepasin aku!," teriak Sashuang yang kesakitan.


Zhang Wei membuka pintu kamar mandi dan mendorong Sashuang ke dalam kamar mandi dan menguncinya dari luar.


"Keluarkan aku dari sini!," teriak Sashuang. Namun Zhang Wei hanya terdiam dan langsung menembak kamar mandi itu dan menembus pintu dan peluru itu mengenai tangan Sashuang.


"Jangan berisik atau seluruh tubuhmu akan ku robek satu persatu!," tegas Zhang Wei dan berlalu pergi dari situ.

__ADS_1


"Sakit...," dalam batin Sashuang yang hanya pasrah dengan keadaannya yang telah di alami sekarang dia terduduk dan menangis kesakitan tetapi dirinya tidak bisa melawan pria yang lebih kuat darinya. Dan akhirnya Sashuang menghabiskan malamnya di dalam kamar mandi.


Keesokan harinya..


Pintu kamar mandi terbuka dengan perlahan dan terlihat seorang anak laki-laki yang masuk ke dalam kamar mandi. Anak itu hanya menyentuh pipi Sashuang dan itu membuat Sashuang bangun dari tidurnya dan dengan cepat dia mengundur ke belakang.


"Kakak, tubuhmu penuh luka aku akan memberitahu papa untuk membawa mu ke rumah sakit," kata anak lelaki itu.


"Xiaobao, buruan mandi dan ayo ke sekolah sekarang!," teriak Zhang Wei yang melangkah masuk ke dalam kamar yang ada kamar mandi itu. Dan Zhang Wei berdiri tepat di hadapan kamar mandi itu dan itu membuat Sashuang semakin ketakutan.


"Papa, kakak itu terluka ayo bawa ke rumah sakit!," kata Xiaobao sambil memegang tangan Zhang Wei.


"Xiaobao, abaikan dia dan mari ke sekolah atau kamu akan terlambat," kata Zhang Wei dengan lembut.


"Papa, kakak itu sakit mana bisa kita membiarkan dia kesakitan seperti itu!," tegas Xiaobao. Sashuang langsung mencoba berdiri dengan tubuhnya yang lemah dan dia hanya berdiri dan terdiam dengan darah yang mengalir.


"Xiaobao, ayo ke sekolah atau papa akan mengurung kamu di kamar selama seminggu!," tegas Zhang Wei. Xiaobao pun langsung berjalan pergi dari kamar itu. Sementara Zhang Wei menghampiri Sashuang.


"Kau jangan sesekali merasuk anakku!," tegas Zhang Wei dan lagi-lagi dia menampar Sashuang. Dan Zhang Wei langsung keluar dari kamar mandi dan menguncinya lagi dari luar. Sashuang hanya terdiam seperti orang lemah yang tidak bisa melakukan apapun. Semakin hari tubuh Sashuang semakin lemah karena dia tidak diberi makan sama sekali dan itu membuat Sashuang pingsan di dalam kamar mandi itu. Anak itu kembali semula ke dalam kamar mandi.


"Papa!!," teriak anak itu dengan sangat kuat. Zhang Wei langsung bergegas ke arah Xiaobao.


"Kenapa berteriak seperti itu?," tanya Zhang Wei. Namun Xiaobao hanya menunjuk ke arah Sashuang yang sudah terbaring di atas lantai dengan penuh darah.


"Sashuang, jangan berpura-pura sakit atau aku akan mencampakkan kamu ke kandang harimau," tegas Zhang Wei sambil menendang Sashuang. Namun Sashuang tidak bergerak sedikitpun.


"Zhang Wei, aku sudah lama menunggumu," kata seorang pria yang masuk ke dalam kamar itu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2