
Episode sebelumnya...
"Aku harus mengikuti mu agar dalam perjalanan ke sini nanti mungkin kita bisa bawa pulang dedek kecil," kata Zhang Wei sambil tersenyum.
...~Selamat membaca~...
"Kamu..kamu jangan sembarangan!," teriak Sashuang. Mukanya mulai memerah karena malu dan dia menutupi mukanya karena malu. Zhang Wei hanya tersenyum dan terus berjalan menaiki kuda.
Beberapa menit setelah menunggangi kuda...
"Zhang Wei, aku mau ke rumah penginapan dan sekarang kamu membawa ku kemana?," kata Sashuang heran.
"Kita akan menginap disini," jawab Zhang Wei sambil menurunkan Sashuang dari kuda. Mereka pun masuk ke dalam penginapan itu untuk membuat tempahan kamar.
"Tuan, ada yang bisa saya bantu?," tanya salah seorang pekerja yang menjaga kaunter itu.
"Aku mau 2 kamar untuk satu malam," kata Zhang Wei. Sementara Sashuang hanya menengok ke arah kiri dan kanan.
"Aku merasa tempat ini sedikit aneh tapi apa yah?," dalam batin Sashuang.
"YingYing, ayok kita masuk ke kamar," kata Zhang Wei sambil memegang tangan Sashuang.
"Zhang Wei, namaku sekarang adalah Sashuang mengerti!," tegas Sashuang sambil melepaskan tangannya dari Zhang Wei.
"Jadi udah tukar nama yah baiklah Sashuang, mari naik ke kamar," kata Zhang Wei sambil menggenggam erat tangan Sashuang. Mereka pun naik ke atas mereka berdua pun masuk ke kamar masing-masing.
"Hemh..aku bisa-bisanya nyuruh tuh orang ikut!," kata Sashuang sambil duduk di meja makan.
"Sashuang, level kamu sudah sangat tinggi dan sekarang aku bisa keluar dari sini!," kata Felix. Dan tiba-tiba ada cahaya yang keluar dari tubuh Sashuang cahaya itu berbentuk seekor burung kecil yang bentuknya seperti burung kakak tua. Dan dalam sekejap bentuk tubuh benda itu menjadi seperti Felix dengan perlahan cahaya itu kembali masuk ke tubuh
Sashuang.
__ADS_1
"Apa-apaan tadi itu?," kata Sashuang dengan nafas terputus-putus karena tubuhnya lelah.
"Aku sudah keluar sekarang!," kata Felix dengan gembiranya dia berterbangan dalam kamar itu.
"Felix, jangan berterbangan seperti itu lagi!," teriak Sashuang. Felix pun langsung berhenti dan dia terbang ke jari telunjuk Sashuang dan terdiam di jari Sashuang.
Sashuang mengambil dahan pokok dan membentuk sebuah tongkat dan Felix langsung berdiri ke tongkat itu.
Saat malam harinya...
Semua orang tertidur pulas termasuk juga Felix. Dan tiba-tiba saja Felix membuka matanya karena mendengar sesuatu.
"Ini ada yang tidak beres!,'' kata Felix sambil terbang ke ranjang Sashuang untuk membangun kanya.
"Apa sih, aku mau tidur lah," kata Sashuang yang dibangunin oleh Felix.
"Berhenti bicara wanita bodoh ada seseorang di luar loh dan energinya sangat kuat!," kata Felix sambil menunjukkan ke arah jendela. Sashuang langsung membuka kamar jendela itu dan tidak melihat apapun di luar jendela itu. Sementara Zhang Wei pun ikut tersadar. Dia langsung bangun dan berlari ke kamar Sashuang dan membukanya dia langsung memeluk tubuh Sashuang.
Ahhhh
Suara teriakan yang terdengar sangat jauh dari mereka.
"Sudah kuduga benda itu ada disini," kata Felix sambil menutup jendela kamar itu.
"Sashuang, yang benar aja orang buta ini suamimu?!," teriak Felix yang kaget melihat Zhang Wei dengan kain putih yang menutupi matanya. Zhang Wei langsung menarik Felix dan dia membaca beberapa mantra dan di antara mereka seperti ada pelindung berwarna hitam yang melindungi mereka. Sementara suara teriakan itu sudah hampir dekat dengan lokasi mereka.
"Kenapa sih ada suara teriakan kayak gitu?," tanya Sashuang yang masih kebingungan dari tadi.
"Itu adalah hantu yang sangat kuat apabila kamu tidur di kasur dalam sekejap mereka akan membangunkan orang tidur itu apabila mereka membuka mulutnya para hantu akan memasukkan sabit ke dalam mulut mangsanya dan dalam 1 saat orang tersebut akan mati," jelas Felix sambil berbisik. Tiba-tiba pintu kamar itu terbuka dan terlihat seseorang yang menghampiri ranjang Sashuang untuk melihat.
"Zhang Wei, mereka sangat menyeramkan!," kata Sashuang sambil memeluk erat tubuh Zhang Wei.
__ADS_1
"Tiada siapa-siapa di sini!," teriak hantu itu. Dan mereka langsung pergi dari situ dan energi di sana mulai membaik. Zhang Wei langsung menghilangkan pelindung yang sudah dibuat olehnya sendiri.
"Aku mau keluar untuk melihat mereka semua!," kata Sashuang sambil berlari keluar dari kamar itu dan saat dia turun ke bawah dia melihat semua orang sudah mati dan banyak darah yang keluar dari mulut mereka. Bola mata mereka semuanya putih dan mulut mereka terbuka dan mengeluarkan banyak darah tanpa berpikir Sashuang sambil berlari ke kamar semula.
"Mereka semua sudah mati!," teriak Sashuang.
"Aku tahu,'' kata Zhang Wei dengan tenang.
"Ini sedikit aneh sih kok bisa para hantu itu ada di sini kan biasanya benda itu hadir apabila seseorang memelihara mereka dan menyuruh mereka untuk membunuh orang di sini!," tanya Felix sambil berdiri di tongkat yang sudah di buat oleh Sashuang.
"Besok pagi kita akan mengetahui siapa yang menyuruh para hantu itu ke sini sekarang mari tidur dulu," kata Zhang Wei. Sashuang pun tidur di kasur nya sementara Zhang Wei tidur di lantai dan Felix tidur di tongkat itu.
Keesokan harinya...
Cahaya menyinari seluruh kamar itu dan membuat Sashuang bangun dari kasurnya.
"Cahaya matahari ini nusuk banget sih," kata Sashuang sambil menutup jendela kamar itu.
"Jadi kau sudah bangun yah," kata Zhang Wei sambil memasukkan semua barang ke dalam sebuah beg.
"Zhang Wei, kenapa kau mengemas semua barang?," tanya Sashuang.
"Kita harus pergi dari sini selepas tau siapa pelaku sebenarnya yang menyeru para hantu untuk menyerang kota ini," kata Zhang Wei sambil berjalan keluar dari kamar itu diikuti oleh Sashuang dan Felix dari belakang Zhang Wei. Mereka berjalan mengelilingi kota yang semua penghuninya sudah mati karena kejadian malam tadi. Mereka terus melangkah dan terhenti di sebuah pohon yang sangat besar.
"Zhang Wei, kenapa kamu berhenti dan juga energi di sini sangat kuat," kata Sashuang sambil menyentuh pohon besar itu menggunakan kedua tangannya.
"Sashuang, jangan menyentuh pohon itu energi pohon itu sangat kuat berarti orang yang memelihara para hantu ini telah buang mereka itu sebabnya para hantu ini berkeliaran di kota ini," kata Zhang Wei sambil menarik Sashuang agar tidak menyentuh pohon itu lagi.
"Aku agak marah sih tapi siapa yang besar nyalinya hingga membunuh semua orang di kota ini apa dia sengaja melakukan itu agar semua orang di sini mati dalam keadaan mengenaskan?," kesal Sashuang sambil mengembungkan pipinya. Tiba-tiba sahaja suasana di sana sangat sejuk dan .....
__ADS_1
Bersambung...