Reinkarnasi Sang Kaisar

Reinkarnasi Sang Kaisar
Episode 41


__ADS_3

Episode sebelumnya...


"Dasar wanita menyebalkan andai saja kamu bukan jodohku sudah ku lempar kau ke kandang buaya," kata Zhang Wei sambil membaringkan kepala Sashuang ke paha nya. Dia mengusap kepala Sashuang dengan lembut.


"Tuan, kita sudah tiba di rumah," kata supir yang memandu mobil Zhang Wei.


"Baiklah kamu keluarlah dulu aku akan menunggu di mobil sehingga wanita ini bangun," kata Zhang Wei.


...~ยฐ\=ยฐ Selamat membaca guys ^โ€ข^~...


"Tuan, bukannya lebih baik anda membangunkannya saja?," tanya supir itu lagi.


"Apa kau ingin aku memotong gaji bulanan kamu?," kata Zhang Wei sambil menatap tajam ke arah supir itu. Supir langsung menggelengkan kepalanya dan langsung menutup pintu mobil itu.


Beberapa jam kemudian...


Sashuang membuka matanya dan dia sedikit menguap dia badannya mulai menggeliat seperti seekor cacing.


"Heh, apa aku tidur dekat pria ini," kata Sashuang sambil bangun dari paha Zhang Wei.


"Sudah berapa jam aku tidur?," kata Sashuang lagi sambil melihat ke arah jam tangan yang ada di tangan kirinya.


"Gawat aku sudah tidur di dalam mobil selama 3 jam," dalam batin Sashuang yang kaget. Dia melihat wajah Zhang Wei yang sedang tertidur itu membuat dia ingin sekali memeluk pria itu. Saat Sashuang mendekatkan wajahnya ke wajah Zhang Wei tiba-tiba saja Zhang Wei membuka matanya dan itu membuat Sashuang kaget sehingga kepala nya terbentur ke jendela mobil.


"Aduh!,"


Zhang Wei langsung mendekati Sashuang dan langsung memeluk Sashuang dan dia sedikit mengusap kepala Sashuang yang terbentur di jendela mobil barusan.


"Kalau mau mencuri ciumanku kamu harus buat saat aku sadar biar kepalamu tidak terbentur lagi," kata Zhang Wei sambil mengecup kepala Sashuang.

__ADS_1


"A..a..aku tidak mungkin mencium wajah jelek mu itu," tegas Sashuang sambil mendorong Zhang Wei.


"Kamu bilang aku jelek?!," bentak Zhang Wei dengan tatapan tajam yang mengarah ke wajah Sashuang.


"Maksudku wajah tampan kamu hehehe," kata Sashuang sambil mengundur sedikit. Zhang Wei langsung menarik pinggang Sashuang dan itu membuat Sashuang tertarik ke depan karena Zhang Wei.


"Katakan sekali lagi," kata Zhang Wei sambil tersenyum.


"Aku bilang kamu ganteng kayak pangeran monyet yang ada di hutan itu," kata Sashuang sambil menolehkan kepalanya ke belakang. Zhang Wei langsung melepaskan Sashuang dan dia keluar dari mobil itu.


"Apa dia marah karena aku mengatakannya pangeran monyet?," dalam batin Sashuang yang hanya melihat Zhang Wei pergi dari mobil. Saat dia hendak turun dari mobil dia melihat seorang wanita cantik berambut perang yang berlari masuk ke dalam rumah Zhang Wei. Sashuang langsung keluar dari mobil dan dia melangkah cepat masuk ke dalam rumah Zhang Wei. Sashuang bersembunyi dia dekat pintu lalu mengintip sedikit ke dalam rumah itu.


"Kakak, kamu harus menikah denganku aku tidak bisa hidup tanpa kakak," tangisan seorang wanita itu sambil memeluk Zhang Wei dari belakang.


"Wah udah ku duga tuh pria bukanya setia bersamaku malah mencari wanita lain, liat aja Luh yah nanti ku baca novel cara jadi pelakor ku timpuk pala tuh cewek nanti," dalam batin Sashuang sambil menggertak kan giginya karena kesal.


"Aku sudah bilang aku tidak ingin menikah denganmu," kata Zhang Wei sambil mendorong wanita itu.


"Buset aktingnya bukan main," dalam batin Sashuang yang semakin bersemangat melihat akting yang sudah ada di hadapan matanya. Wanita itu sampai memeluk kaki Zhang Wei untuk memohon menikah bersamanya sementara Sashuang yang semakin penasaran dengan apa yang berlaku selanjutnya.


"Aku bilang tidak mau menikah denganmu apa kau tidak mengerti?!," bentak Zhang Wei sambil mendorong keras wanita itu sehingga terjatuh dan kepalanya berdarah.


"Itu kan Arrendel!," kata Sashuang yang baru sadar bahwa wanita itu adalah Arrendel. Dia mulai mengundur ke belakang dan Arrendel melihat Sashuang yang sedang berdiri di dekat pintu itu pun langsung berlari ke arah Sashuang.


"Gawat!," kata Sashuang yang kaget melihat Arrendel tiba-tiba saja mencekik Sashuang sehingga jatuh ke lantai.


"Kamu seharusnya sudah mati kenapa kamu masih hidup seharusnya aku membunuhmu dan menusuk tubuhmu menggunakan pisau yang tajam!," teriak Arrendel sambil mencekik leher Sashuang dengan sangat kuat dan wajahnya keliatan sangat penuh dengan amarah dan kesal.


"Arrendel lepaskan tangan kotor kamu dari istriku!," teriak Zhang Wei sambil mendekati Arrendel.

__ADS_1


"Membunuhku? emang bisa yah kamu membunuh ku kalau pun bisa kau yang mati duluan," kata Sashuang sambil tertawa. Seketika Arrendel menjadi semakin kesal sehingga dia menampar Sashuang. Dan kali ini Zhang Wei menendang Arrendel menggunakan kakinya sehingga Arrendel terhempas.


"Sashuang, kamu tidak apa-apa kan?," tanya Zhang Wei sambil mengendong Sashuang. Sashuang hanya diam dan tatapan dia hanya mengarah kepada Arrendel yang sudah terbaring di lantai dengan darah yang bertebaran.


"Zhang Wei, apa Arrendel hamil? cepat bawa dia ke rumah sakit atau anak itu tidak akan selamat!," kata Sashuang sambil meronta.


"Sashuang itu bukan anakku kenapa aku harus membawanya ke rumah sakit," jawab Zhang Wei yang cuek.


"Bagaimana bisa kau bilang begitu tes DNA aja belum di lakukan cepat bawa dia ke rumah sakit!," teriak Sashuang. Zhang Wei hanya menuruti perintah dari wanita yang dicintainya itu. Dan mereka berdua pun ikutan ke rumah sakit bersama.


Di rumah sakit...


"Tuan Zhang Wei, apakah anda suami pasien?," tanya seorang dokter wanita yang baru keluar dari kamar Arrendel.


"Bukan aku cuman mengantarnya ke rumah sakit doang," jawab Zhang Wei.


"Kalau begitu saya ingin memberitahu Anda bahwa pasien di dalam telah melahirkan seorang anak laki-laki kalau boleh tau di mana suaminya?," tanya dokter itu lagi.


"Dokter dia adalah suaminya mungkin dia terlalu gembira sehingga otaknya kecil kayak otak udah jadi kami bisa masuk untuk melihat anak itu?," jawab Sashuang yang langsung memotong. Seketika Zhang Wei menatap dingin pada Sashuang karena telah mengatakannya otak udang.


"Kalau begitu silahkan masuk," kata dokter itu sambil tertawa kecil. Sashuang pun langsung menarik tangan Zhang Wei masuk ke ruangan Arrendel.


"Berani sekali kau mengataiku otak udang!," tegas Zhang Wei sambil melepaskan tangannya dari genggaman Sashuang. Sashuang hanya tertawa kecil dan langsung menoleh ke belakang dan disitu dia melihat seorang bayi laki-laki yang sangat imut dan sangat lucu. Sashuang menekan pipi bayi itu sambil tersenyum keliatannya Sashuang sangat bahagia saat itu sementara Arrendel yang masih tidak sadarkan diri di kasurnya.


"Sashuang jangan menyentuh anak itu pasti anak itu ada bakteria karena belum tahu bapa dari anak itu," kata Zhang Wei sambil menarik tangan Sashuang.


Bersambung....


...๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–Jangan lupa like๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–...

__ADS_1


...๐Ÿ’–๐Ÿ’–Dan comment yah muach๐Ÿ˜˜๐Ÿ’–...


__ADS_2