
Episode sebelumnya...
"LeiLei, bilang YingYing telah membawa seorang pria ke dalam kamarnya!," tegas Raja.
...~Baiklah selamat membaca~...
"Tuanku, nona lagi tidur di kamarnya dari semalam mana mungkin Nona bawa seorang pria ke dalam Kamarnya..," kata XingXing dengan gugup.
"Ayahanda, kemarin malam aku benar-benar melihat kakak membawa seorang pria Ayahanda, percayalah padaku!," kata LeiLei dengan muka penuh kasihanya. Raja mendorong XingXing lalu dia pun masuk ke dalam kamar YingYing.
"Tuanku, jangan!," teriak XingXing. Raja pun membuka pintu kamar YingYing lalu masuk ke dalam. Raja menarik selimut yang ada di kasur.
"Gawat, nona tidak ada di kamar," kata XingXing dia pun langsung bergegas ke kamarnya sementara LeiLei tersenyum dengan puasnya.
"Tuanku, jangan meghukum Tuan Putri, hukum lah aku karena tidak bisa menjaganya!," kata XingXing.
"Ayahanda, kenapa ribut-ribut di kamarku?," kata YingYing sambil menggosok matanya.
"YingYing, jadi kamu tidak bawa seorang pria ke sini?," tanya Raja.
"Ayahanda, siapa yang memberitahu mu perkara mengarut seperti itu?," tanya YingYing.
"Tidak ada siapa-siapa kamu sambung lah tidur maaf kalau Ayahanda menganggumu..," kata Raja sambil menatap tajam ke arah LeiLei.
"Anu...Ayahanda, aku liat dia bawa pria itu ke kamar mandi!," teriak LeiLei.
"Adik, apa kamu tertarik pada kakak sampai kamu mengintai kakak mu sendiri mandi hah?," tanya YingYing sambil tersenyum.
"Kamu!," teriak LeiLei.
"Cukup LeiLei, jangan menjebak kakakmu lagi ayok ikut ayahanda ke istana sekarang!," teriak Raja.
"Ayahanda, aku minta maaf tapi aku..," kata LeiLei sambil berlutut dan wajahnya mulai ketakutan.
__ADS_1
"Sudah, pengawal bawa Putri ketiga pulang sekarang!," kata Raja sambil melangkah pergi dari situ. Mereka semua pun pergi dari situ.
"Tuan Putri, anda sangat keren!," kata XingXing sambil berlari ke arah YingYing.
"Pastilah, kan aku adalah orang yang pintar!," jawab YingYing. Sambil turun dari kasur nya dan langsung masuk ke kamar mandi dia merendam dirinya ke dalam air hangat.
"Lelah banget sih seharian sibuk," kata YingYing sambil memasukkan kepalanya ke dalam air.
"Kalau lelah tidur ajalah," kata suara yang terdengar dari belakang YingYing. YingYing langsung menengok ke belakang dan dia langsung kaget saat melihat Zhang Wei ada di belakangnya.
"Zhang Wei, ke...ke..kenapa kau bisa disini?!!," kaget YingYing sambil menutup badannya pakai tangganya.
"tidak usah kaget lah kan kamu bakal jadi istriku dan mandi bersama....," kata Zhang Wei sambil mendekati YingYing dengan senyuman licik.
"Zhang Wei, kita masih belum menikah jangan sembarangan mendekat anda!," teriak YingYing sambil menjirus air ke arah Zhang Wei. Tetapi Zhang Wei terus mendekati YingYing dan dia berdiri tepat di hadapan YingYing.
"Jangan berpikiran kotor, ambil handukmu dan cepatlah keluar ada yang harus ku beritahu!," tegas Zhang Wei sambil membaling handuk ke muka YingYing. Lalu Zhang Wei langsung keluar dari kamar mandi itu.
"Kenapa bisa sih pikiran ku kotor astaga malu sekalih...," kata YingYing sambil menutup mukanya yang mulai memerah.
"Zhang Wei, aku sudah di sini nih!!!," teriak YingYing dari bawah. Zhang Wei pun langsung mendarat ke bawah.
"Kenapa kau menyuruh ku kesini, apa kau mau sekarang juga menikahiku?," tanya YingYing dengan muka penasarannya.
"Jangan main-main lagi, sekarang ikuti aku ke gunung fuhe!," tegas Zhang Wei sambil menarik pergelangan tangan YingYing.
"Hah, mo ngapain kita disana??," tanya YingYing yang masih kebingungan. Zhang Wei mengabaikan perkataan YingYing dan terus menarik pergelangan tangan YingYing. Mereka menaiki gunung yang sangat tinggi, tinggi gunung itu sudah hampir mencapai langit. Setelah berjalan ribuan batu untuk sampai di puncak gunung akhirnya mereka tiba di puncak gunung.
"Zhang Wei, apa yang kita lakukan disini?," kata YingYing dengan nafas terengah-engah.
"Kita kesini untuk meningkatkan energimu!," kata Zhang Wei.
"Hah, tapi kenapa aku harus buat begitu?," tanya YingYing lagi sambil duduk di atas rumput.
__ADS_1
"Karna kalau kau tidak mengumpulkan energimu kamu akan terus di tahap rendah dan kekuatanmu tidak ada gunanya!," tegas Zhang Wei dengan muka serius nya.
"Tidak apa-apa lah, kan aku emang tidak mau jadi kuat!," kata YingYing sambil membuat mukanya yang malas itu.
"Kalau kau tidak belajar dari sekarang burung biru yang ada dalam badanmu itu lah yang akan memakanmu kalau tidak mulai mengumpulkan energi!," tegas Zhang Wei lagi sambil menarik tangan YingYing untuk duduk di dalam air yang sangat sejuk. Sementara YingYing yang mencoba melompat tetapi Zhang Wei menekanya dan dia tidak bisa berbuat apa-apa.
"Zhang Wei, air ini sangat sejuk kenapa tega sekali anda membuatku merendam dalam air yang sejuk begini?!," kata YingYing yang mencoba meronta-ronta.
"Berhenti bermain-main duduk diam disitu dan berendam lah selama 10 jam!," teriak Zhang Wei sambil menatap YingYing dengan mata tajam. YingYing pun berhenti bergerak dan duduk diam di dalam air yang sejuk beku itu. Sementara Zhang Wei meninggalkan YingYing di atas bukit itu dan dia turun ke bawah.
"Zhang Wei, sudah pergi hehehe aku bisa kabur!," kata YingYing sambil bangun dari air sejuk itu dan tiba-tiba saja serasa ada yang menekanya.
"Kamu harus tetap disini!," kata suara yang terdengar dari hadapan YingYing. Saat YingYing mengangkat kepalanya dia melihat seekor naga berwarna hitam sedang menatapnya.
"Ahhhhhhh!! ada cicak terbang!!!," teriak YingYing dengan sangat kuat.
"Berani sekali kau memanggilku cicak terbang!," teriak naga itu.
"Lah bukanya kau emang cicak terbang!," kata YingYing.
"Aku bukan cicak terbang, aku adalah seekor naga!," teriak naga itu sambil mengeluarkan asap dari hidungnya.
"Felix, bantu aku ada cicak ngamokkk!," teriak YingYing yang ketakutan.
"Jangan jadi bodoh manusia naga itu adakah milik calon suamimu!," jawab Felix.
"Jadi naga ini kepunyaan Zhang Wei?," tanya YingYing yang sudah mulai tenang.
"iya, dia adalah milik Zhang Wei," jawab Felix lagi. YingYing pun mulai tenang dan dengan terpaksa dia hanya duduk bersila di dalam air beku yang sangat sejuk itu. Dia menutup matanya dan mulai mengabaikan bunyi yang terdengar di sekelilinya dan tiba-tiba saja banyak energi biru yang datang ke arah YingYing. Dan YingYing menyerap semua energi itu dengan sangat mudah.
"YingYing, sudah mencapai level 2 sungguh hebat!," kata naga itu sambil mengerutkan keningnya.
"YingYing, tetaplah tenang dan abaikan lah bunyi di yang terdengar di sekelilingmu!," kata Felix yang memberi semangat kepada YingYing.
__ADS_1
Setelah 10 jam merendam di dalam air dan hari itu sudah hampir malam....
Bersambung....