Reinkarnasi Sang Kaisar

Reinkarnasi Sang Kaisar
Episode 23


__ADS_3

Episode sebelumnya....


"YingYing, aku tahu ini sangat berat bagi dirimu untuk menghadapi semua ini," kata Zhang Wei sambil mengelus lembut kepala YingYing.


...~Selamat membaca~...


Zhang Wei langsung melangkah pergi dari kamar itu.


Keesokan harinya...


YingYing bangun dengan penampilannya yang berserakan dan dia baru sadar bahwa dia mendengar teriakan yang sangat keras dalam istana itu. Dan tiba-tiba ada yang menggedor pintu kamar YingYing.


Tok! tok! tok!


bunyi ketukan pintu.


"Masuklah," jawab YingYing sambil bangun dari kasur nya.


"Tuan Putri, Permaisuri Putri pertama dan suaminya keracunan!," teriak wanita itu.


"Apa!," teriak YingYing sambil berlari ke kamar ibunya. Disaat dia membuka pintu kamar ibunya dia melihat ibunya yang sudah tidak berdaya lagi sedang melihat ke arah YingYing. Dia pun langsung pergi ke hadapan ibunya dan menggenggam tangan ibunya dengan erat.


"YingYing, seseorang telah membunuh seluruh keluarga kita yang tinggal sekarang cuman kamu tetaplah hidup sayang jangan takut melawan orang yang mencoba memukulmu," kata ibunya sambil tersenyum dan dengan perlahan tangan yang dipegang oleh YingYing secara perlahan jatuh dan mata ibunya mulai tertutup.


"Tuan Putri, putri pertama dan suaminya sudah meninggal beberapa saat tadi!," teriak salah seorang pelayan dan sekarang YingYing tinggal seorang diri keluarganya semua sudah meninggal kan dia sendirian. Air mata YingYing mulai menetes hatinya mulai hancur berkeping-keping semua kenangan bersama keluarganya semua hancur.


"Eh buset, kenapa kekuatan YingYing bertambah ke level 8?," kata Felix yang berada dalam tubuh badan YingYing.


"Tuan Putri, anda tidak apa-apa kan?," tanya XingXing sambil memeluk YingYing sementara semua orang disana turut menangis atas kematian seluruh keluarga YingYing. Dan tiba-tiba saja YingYing pingsan. Semua orang disana mulai panik dan segera menggendong YingYing masuk ke kamarnya.


Setelah beberapa jam kemudian....


YingYing membuka matanya dan melihat sekeliling nya.


"Tadi jiwa yang ada di tubuh sebenar ini kembali dan sekarang aku tau siapa pelakunya," kata YingYing sambil bangun dari kasurnya dia mulai mengganti pakaian nya.

__ADS_1


"Putri YingYing, anda mau kemana?,'' tanya XingXing.


"XingXing, sekarang namaku adalah Sashuang dan mari kita keluar dari istana ini aku percaya setelah kematian kedua orang tuaku mereka semua akan mengusir kita!," kata YingYing sambil melangkah pergi dari istana itu.


"Baiklah Tuan Putri," kata XingXing sambil mengikuti Sashuang dari belakang. Mereka berdua langsung menaiki satu ekor kuda.


"Tuan Putri, anda harus menaiki kereta kuda!," kata XingXing yang bimbang.


"XingXing mulai sekarang manggil aku nona dan juga mari naik sekarang atau aku akan meninggalkan mu disini!," tegas Sashuang. XingXing tanpa berpikir panjang dia pun menaiki kuda itu dan Sashuang langsung melajukan kuda itu ke suatu tempat.


Setelah tiba di suatu tempat...


"Tuan Putri, maksudku Nona kenapa kita berada di sini?," tanya XingXing kebingungan sambil turun dari kuda itu.


"Kamu tunggu di sini kalau tidak mau melihat pertumpahan darah," kata Sashuang sambil masuk ke tempat itu. Ketika dia ingin melanjutkan langkahnya ada dua orang pengawal yang menghalangnya tetapi Sashuang dengan mudahnya menjatuhkan mereka.


Sementara LeiLei...


"Tuan Putri, ada yang menerobos masuk ke kediaman kita," kata seorang pria sambil berlutut di hadapan LeiLei.


"LeiLei, selama ini aku hanya membiarkanmu bebas dan tidak menyangka kamu malah lebih membawa malapetaka bagi seluruh keluarga kerajaan!," teriak Sashuang dengan tatapan tajamnya.


"YingYing, kamu fikir kamu hebat, lagian kali ini siapa yang mau menolongmu tidak sia-sia aku membunuh ayahmu menggunakan racun sangat kuat sementara ibu kakakmu dan suaminya ku masukin sebuah racun yang menyiksa tubuh mereka baru mati secara perlahan lagian juga ayah mu itu hanya beban bagiku," kata LeiLei sambil tersenyum. Dengan perlahan Sashuang mendekati LeiLei dan auranya sudah semakin tinggi dan wajahnya mulai penuh dengan amarah.


"YingYing, tenanglah!," kata Felix karena kekuatan YingYing sudah naik ke level 10.


"Baiklah tunggu apa lagi bunuh lah wanita itu," kata YingYing sempat lagi dia memakan dengan santainya. Sashuang mengalahkan mereka dalam 1 saat sahaja.


"Apa, mana mungkin kamu!," teriak LeiLei yang kaget melihat Sashuang.


"Ikan lele ingat namaku adalah Sashuang, dan aku akan memberimu sesuatu yang menurutku sangat menyenangkan," kata Sashuang dengan perlahan menghampiri LeiLei. LeiLei yang sudah ketakutan mencoba kabur namun Sashuang menahannya dan membalingmu ke kasur dengan perlahan Sashuang menghampiri LeiLei dan membaling sebilah pisau ke arah LeiLei.


"Kamu, jangan mendekat!," teriak LeiLei yang sudah bergeletar seluruh tubuhnya. Sashuang langsung mengambil pisau itu dan melukai tangannya sendiri darah yang menetes itu dikasih ke mulut LeiLei. Sementara LeiLei mencoba meronta tidak bisa bergerak sama sekali.


"Sekarang kamu akan tau bagaimana rasanya keracunan dan bagaimana rasanya apabila semua kebahagiaan yang kamu ambil atas penderitaan seseorang," kata Sashuang sambil tersenyum melihat ke arah LeiLei. Sashuang mulai mengangkat tangannya dan luka goresan tadi menghilang dalam sekejap Sashuang langsung melangkah pergi dari tempat itu sementara LeiLei yang merasa kesakitan teramat kuat seperti tubuhnya ditikam berkali-kali hanya bisa berteriak kesakitan.

__ADS_1


"XingXing, mari masuk dan bawa semua hartanya bersama kita!," tegas Sashuang. XingXing langsung masuk ke dalam tempat itu dan melihat banyak sekali darah di sekitarnya.


"Nona, bagaimana kita bisa membawa semua harta ini bersama kita?," tanya XingXing keheranan karena harta itu berada di sebuah peti harta yang sangat besar. Sashuang melemparkan sebuah gelang kepada XingXing.


"Nona, apa gunanya gelang ini?," tanya XingXing lagi.


"Tekan tombol merah di tengah gelang itu," kata Sashuang. XingXing langsung menekan tombol tengah dan tiba-tiba saja semua harta itu hilang dalam sekelip mata.


"Wah magic!," kata XingXing.


"Sekarang mari pergi dari sini!," kata Sashuang sambil melangkah pergi dari situ. Mereka menuju ke kediaman Kaisar.


Setelah tiba di kediaman Zhang Wei...


Sashuang langsung melangkah masuk ke dalam kediaman Zhang Wei dan segera ke kamar Zhang Wei.


"Zhang Wei, aku harus menunda pernikahan ini untuk sementara waktu karena aku harus menyelesaikan urusanku dulu!," tegas Sashuang.


"Kalau begitu aku akan pergi denganmu," kata Zhang Wei sambil bangun dari kursinya. Sashuang langsung melangkah pergi dari kamar itu diikuti oleh Zhang Wei di belakang Sashuang.


"Zhang Wei, aku cuman punya seekor kuda bagaimana bisa kita naik bertiga?," tanya Sashuang. Zhang Wei menarik tangan Sashuang keatas kuda dan Zhang Wei duduk di belakang Sashuang sambil memeluknya.


"Sayang kan bisa naik berdua dan tinggalkan XingXing di sini," kata Zhang Wei sambil berbisik ke telinga Sashuang.


"Zhang Wei, aku sedang tidak bercanda loh," tegas Sashuang sambil sedikit meronta.


"Anu...Nona, sebaiknya anda pergi sama Kaisar aja deh aku akan menunggu di sini sehingga Nona pulang hehehehe...," kata XingXing sambil sedikit tertawa.


"XingXing, jangan pergi!," teriak Sashuang sementara XingXing langsung melangkah masuk ke dalam kediaman Zhang Wei.


"Sayang, sudahlah dia mau menetap disini jadi mari pergi," kata Zhang Wei.


"Zhang Wei, kamu itu tidak buta kenapa harus memakai kain putih itu dan lagian kenapa kamu harus mengikuti!," teriak Sashuang.


"Aku harus mengikuti mu agar dalam perjalanan pulang ke sini nanti mungkin kita bisa bawa pulang dedek kecil," kata Zhang Wei sambil tersenyum.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2