
Episode sebelumnya ...
"Hati-hati!!!," teriak YingYing dan dengan cepat dia mendorong XingXing. YingYing langsung menggenggam tangan orang itu dan langsung menghempaskan nya ke sebuah pohon.
...~Selamat membaca~...
XingXing yang jatuh karena di dorong itu kesakitan karena jatuh ke atas batu yang tajam. Sedangkan orang misterius langsung kabur selepas di hempas ke pohon.
"Aduh punggung ku sakit," keluh XingXing yang kesakitan sambil mengusap punggung nya yang kesakitan.
"Apa kamu tidak apa?," tanya XingXing langsung bergegas ke arah XingXing.
"Punggung ku sakit...," keluh XingXing. YingYing langsung menggendong XingXing dan membawanya langsung ke kamar XingXing.
"Bisa tidak kalau kamu tidak menggendongku begini aku merasa malu!," kata XingXing dengan mukanya yang memerah karena malu akan pria tampan menggendongnya. YingYing langsung berjalan ke kamarnya lalu membaringkan XingXing dengan lembut.
"Istirahat lah aku pulang dulu dan pakaian mu akan ku letakkan di dalam kamar ini," kata YingYing sambil mengelus lembut kepala XingXing.
"Baiklah, serah kamu mau ngapain!," kata XingXing sambil membalikkan badannya ke belakang dengan mukanya yang memerah dia menutupi semua tubuh badannya pakai selimut. YingYing hanya tersenyum lalu melangkah keluar dari kamar itu untuk mengambil semua pakaian yang sudah di belinya barusan. Setelah dia meletakkan semua pakaian itu ke kamar XingXing dia langsung bergegas pergi dari situ.
"Melelahkan, tapi ini seru juga," kata YingYing sambil berjalan dengan senyuman. Dia terus berjalan di sekeliling kota itu tanpa sadar ada orang yang memerhatikan nya dari jauh. Semasa dia terus berjalan dan berjalan dia bertemu seseorang pria yang berpakaian sangat rapi rambut pria itu indah dan wajahnya tampan seketika wajah YingYing memerah dan mencoba mendekati pria itu.
"Eh, pria ini memainkan satu permainan kah?," kata YingYing saat dia sudah berada di belakang pria itu. Namun seketika YingYing kaget karena dia melihat Zhang Wei yang dipukul berkali-kali pakai tali yang sangat tebal.
__ADS_1
"Zhang Wei!," teriak YingYing sambil mendorong semua orang agar dia bisa kehadapan untuk menyelamatkan Zhang Wei.
"YingYing, siapa yang menyuruhmu ke sini?," tanya Zhang Wei.
"Apa kamu sakit?," kata YingYing yang takut akan terjadi sesuatu pada Zhang Wei sambil mencoba membuka ikatan yang mengikat seluruh tubuh Zhang Wei.
"Wanita berpakaian pria yah, jadi apa kamu mengenal orang buta ini?," tanya pria tampan yang baru saja YingYing mencoba deketin.
"Apa yang kau lakukan padanya dia adalah Kaisar!," teriak YingYing dengan perasaan yang marah.
"Kaisar? kamu pikir aku percaya dengan semua omongan mu itu," kata pria itu sambil tersenyum cilik.
"Kau pria brengsek, kalau orang istana tau apa yang kamu lakukan pada Kaisar mereka akan menyembelih kepalamu jadi korban!!," teriak YingYing sambil mengambil sebilah pedang yang berada di sisi kanannya.
"Bagaimana bisa wanita lemah sepertimu menahan tali!," tegas pria itu karena kaget dengan tangkapan yang sangat cepat di lakukan oleh YingYing.
"Aku bukan wanita lemah yang kamu inginkan, tapi aku adalah wanita yang akan mengakhiri seluruh hidupmu!," teriak YingYing sambil melompat ke arah pria itu dengan sebilah pedang di tangan YingYing. Pria itu mengelak dengan mudah dan mencoba menendang YingYing namun YingYing mengelak serangan kaki dari pria itu dengan cepat.
"Kamu keras kepala sekali yah ingin mati kamu yah?!," teriak pria itu dengan penuh emosi sementara orang yang ada disekitarnya mulai berbisik-bisik. Pria itu langsung menusuk YingYing tepat di perutnya dan itu benar-benar mengenai perut YingYing.
"Hahahaha, mati kan kau!," tawa pria itu. Sementara Zhang Wei melihat YingYing yang jatuh ke tanah dengan banyak darah itu mencoba menghampiri YingYing tapi seluruh tubuhnya sudah diikat dengan tali besi yang sangat susah di buka dengan tangan kosong.
"YingYing!," teriak Zhang Wei. YingYing cuma bisa menyentuh perutnya yang sudah keluar banyak sekali darah yang mengalir sementara pria itu terus menerus mentertawakan YingYing. Dan disaat yang sama tubuh badan YingYing di penuhi dengan aura berwarna biru dan ternyata dia menyerap energi dan dengan perlahan luka di perutnya mulai kembali pulih semua orang kaget termasuk pria yang menusuk YingYing.
__ADS_1
"Mana mungkin kau bisa sembuh secepat itu, kau pasti siluman!," teriak pria itu pada YingYing.
"Siluman, aku bukan siluman tapi kamu lah siluman itu tau tidak," kata YingYing dengan perlahan bangkit dari tempat dia terbaring tadi matanya mulai berubah biru dan semua air yang ada di sana dapat dikawal oleh YingYing.
"Kamu yang mencari mati sama aku dan aku tidak mengajakmu mati tapi kamu sendiri yang mau," kata YingYing dengan tatapan menakutkan. Seluruh tubuh pria itu mulai bergetar matanya kelihatan sangat takut.
"Kamu tahu tidak aku ini pernah membunuh seorang pria yang sangat berkuasa di wilayahnya tapi sekali aku menendangnya seluruh tubuhnya hancur berkecai-kecai dan sampai sekarang aku lah yang menguasai wilayah itu," kata YingYing sambil berjongkok di hadapan pria itu sementara orang disekitar nya tadi itu perlahan mulai kabur satu persatu karena takut dengan sifat YingYing.
"Aku...aku ...aku akan beritahu Raja kalau kamu membunuhku!," teriak pria itu sambil mengundurkan badannya ke belakang.
"Lah, emang aku takut gitu lagian siapa suruh nyari gara-gara sama aku," kata YingYing dengan senyuman menyeramkan. Pria itu mau kabur tetapi kakinya tidak bisa bergerak selangkah pun. Tubuh pria itu mulai keringatan dan membasahi seluruh pakaiannya.
"Aku kasi kamu dua cara untuk mati, pertama mau aku belah badanmu menjadi dua lalu memotong badanmu menjadi lapan bahagian dan buang ke sungai atau kamu mau kabur dari sini dan jangan sampai aku melihatmu lagi bagaimana mau kagak?," tanya YingYing dengan senyuman manis.
"A...a...aku akan pergi dari sini dan tidak akan berani muncul di hadapan mu," kata pria itu sambil mencoba untuk pergi dari hadapan YingYing.
"Jadi tunggu apa lagi, larilah dan jangan sampai aku melihat wajahmu lagi!," teriak YingYing dan dengan cepat pria itu lari dari hadapan YingYing. Sementara Zhang Wei dengan mudahnya melepaskan tubuhnya dari ikatan itu karena dia sengaja melakukan itu.
"Zhang Wei, kenapa kau harus berpura-pura diikat begitu?," tanya YingYing kebingungan dan sedikit merasa marah.
"Karena aku mau mengumpan seseorang dan benar saja orang itu benar-benar datang," kata Zhang Wei sambil tersenyum ke arah YingYing dengan kain putih yang menutupi mata Zhang Wei.
Bersambung...
__ADS_1