
"Haaaaaah ... ha ha ha ha ha," teriakan dan tawa dari mulutnya yang berhasil melempar tubuhku ke dinding kamar. "Kamu akan mati di tanganku. Sekali lagi, cucu Adam dan Hawa akan mati di tanganku. Ha ha ha ha ha ha ha."
"Allahu Akbar," ucapku saat melihat tubuh makhluk itu yang bermuara pada Mamanya Azura yang tampak semakin segar dan bersemangat.
Aku melirik kan mata kiri ku hanya untuk memandangi iblis tersebut. Kalau begini caranya, dia bisa mudah beralih tubuh. Aku harus mengunci Azura, ucapku tanpa suara namun tetap berpikir keras.
Aku berusaha menyeret tubuh dengan bantuan tangan sekuat tenaga menuju ke arah Azura, sementara iblis tersebut sedang menari riang dengan mengangkat kaki dan tangannya secara bergantian. Disambung dengan tawanya yang tampak menggelora.
Sesampainya di telinga Azura, aku langsung membacakan ayat-ayat pengunci tubuh agar tidak dapat ditempati oleh iblis seperti apapun kondisi dan keadaannya.
Selesai iblis itu menari, aku pun selesai mengunci Azura. Dengan tertatih, aku berusaha mengangkat tubuhku di atas kedua kaki yang gemetaran. Tak lama, terdengar suara kosong dari perutku. Ayah, Tania ... aku lapar sekali (sejak kemarin pagi belum makan dan minum apapun). Ucapku tanpa suara.
Aku harus kuat. Ternyata seperti ini rasanya bertarung dengan perut yang kosong. Sebagaimana para Nabi berjihat untuk umat, bukan hanya iblis yang Beliau hadapi, tapi juga tentara terlatih dengan senjata lengkap. Sementara pasukan para Nabi, kebanyakan hanyalah sekumpulan orang tua dan remaja yang siap mati atas nama Allah.
Sesekali air mataku menetes, entah apa yang terjadi? tiba-tiba tubuhku seperti terseret ke masa lalu dan aku bisa melihat bagaimana kisah para Nabi menghadapi lawannya (musuhnya), tanpa rasa gentar sedikit pun. Tampak sekali siang berganti malam dan seterusnya selama beberapa waktu (lebih dari sehari).
Tak lama, aku seakan-akan mendengar suara dari seseorang bersorban putih yang sudah berubah warna menjadi abu-abu, berwajah malaikat yang sudah kotor karena tanah, keringat dan debu serta darah, berpakaian sederhana dan robek dengan luka yang tidak sedikit.
Beliau mengucapkan kalimat sambil memandang pasukannya yang tengah berperang lebih dari dua hari sembari menghadap ke langit dan meneteskan air dari matanya yang tampak sangat bening.
"Allahumma inni as aluka min fadhlika wa rahmatika fa innahu la yamlikuha illa anta (Doa saat lapar)."
Artinya, “Ya Allah, saya meminta anugerah dan rahmat kepada-Mu, karena hanya Engkaulah yang memilikinya.”
Aku mengikuti bacaan itu seakan aku berada sangat dekat dan tengah berperang bersama Nabi. Aku membacanya berkali-kali, berulang-ulang, dengan keyakinan hingga ku meneteskan air mata yang sama dengan pemimpin dari kaumku.
"Allahumma inni as aluka min fadhlika wa rahmatika fa innahu la yamlikuha illa anta." Aku mengucapkannya berkali-kali.
Saat ini, seakan-akan beliau menatapku lalu tersenyum sangat berkharisma dan seketika semua rasa lapar dan dahaga ku hilang, bahkan rasa sakit di sekujur tubuhku mereda, aku juga seperti memiliki kekuatan baru.
__ADS_1
Satu hal yang aku rasakan saat ini, semua bayangan itu terus bertarung bersamaku sehingga aku memiliki kekuatan, semangat, dan keikhlasan yang sama. Benar, jika makhluk ini tidak dihentikan (roh sesat yang ada di hadapanku), aku tidak tau siapa lagi yang akan dimanfaatkan olehnya, apalagi siasat nya.
Aku sedang berjihat, matipun aku iklas asalkan dia (iblis itu) juga mati bersamaku. Tiba-tiba aku teringat kembali pada jin muslim yang hancur dan membakar dirinya untuk memusnahkan iblis yang mengancam nyawa kami ketika menyelesaikan urusan Bu Marisa dan Kanaya.
Saat ini, tidak ada ketakutan sedikitpun di dalam hatiku untuk melawan dan membinasahkan iblis tersebut, seakan semangat masa lalu sudah berhasil membakar ku.
Bayangan peperangan hampir menghilang dari sisiku, namun suara teriakan dan semangat dari semuanya masih terdengar sangat kuat di telingaku. "Allaaaah huu Akbaaaar ... "Allaaaah huu Akbaaaar ...
Allaaaah huu Akbaaaar .... " Terdengar teriakan dari banyak suara di masa lalu.
Ya Muhammad, itu adalah pertarungan mu dan ini adalah pertarungan ku. Dengan rahmat yang telah engkau percikan kepadaku, Insya Allah, aku akan membinasakan iblis terkutuk itu, mahkluk yang sudah menyesatkan anak cucumu. Aku terus berkata seolah berjanji pada masa lalu dan diriku sendiri.
Terakhir, semua pandangan dari masa lalu mengucap sebuah ayat yang membuat aku mampu menjadikan tangan dan kakiku sebagai senjata yang terbuat dari api gaib yang dapat melenyapkan iblis tersebut.
بِسْــــــــمِ اللَّــــــــهِ الرَّحْمَــــــــنِ الرَّحِيــــــــمِ {1} الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ {2} الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ {3} مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ {4} إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ {5} اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ {6} صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَالضَّآلِّينَ {7}
"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang (1) Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam (2) Maha Pemurah lagi Maha Penyayang (3) Yang menguasai hari pembalasan (4) Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan (5) Tunjuk lah kami jalan yang lurus (6) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat (7) (surat Al Fatihah).
"Alloohu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardli man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih, ya’lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum wa laa yuhiithuuna bisyai’im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa’ wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardlo walaa ya’uuduhuu hifdhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘adhiim."
Saat merasa mulai terancam, iblis tersebut maju dengan sangat cepat ke arah ku (hanya 2 kali tarikan nafas ku). Ia seperti elang yang terbang ingin menancap mangsa dengan ujung mulutnya yang runcing.
Lalu aku menahan wajah dengan tangan kanan ku, yang aku rentangan tepat di wajahnya (berjarak sekitar 25-30 cm). Lalu aku mulai membacakan ayat-ayat pelebur iblis yang tersusun dalam bacaan ayat-ayat untuk ruqiyah.
Teriakan demi teriakan terdengar sangat kuat dan suara iblis tersebut terkadang tenggelam dan berganti dengan suara lembut seorang ibu yang tengah meraung kesakitan. Namun aku tidak akan tertipu dan aku terus melanjutkan bacaan ku, hingga tubuh Mamanya Azura yang tadinya melayang, jatuh ke lantai dan tampak tenang.
*****
Allah Subhana hu wa Ta’ala berfirman:
__ADS_1
الَّذِينَ ءَامَنُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللهِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ فَقَاتِلُوا أَوْلِيَآءَ الشَّيْطَانِ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا
Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan setan itu, karena sesungguhnya tipu daya setan itu adalah lemah”. [An Nisa` : 76].
Bagaimanapun lihainya setan menebarkan perangkap-perangkapnya atas manusia, namun kita tetap harus meyakini bahwa tipu daya setan itu sesungguhnya lemah. Asalkan kita selalu mentaati Allah Yang Maha Perkasa.
Di antara kelemahan setan ialah: dia tidak dapat membuka pintu yang dikunci dan disebut nama Allah padanya. Demikian juga tidak dapat makan bersama manusia yang mengucapkan bismillah sebelumnya. Setan juga tidak dapat bermalam di dalam rumah yang penghuninya masuk dengan membaca bismillah.
Selama masih hidup, manusia membutuhkan taubat dan istighfar dari dosa-dosanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Selama manusia berbuat demikian, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan selalu mengampuninya.
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ إِبْلِيسَ قَالَ لِرَبِّهِ بِعِزَّتِكَ وَجَلَالِكَ لَا أَبْرَحُ أُغْوِي بَنِي آدَمَ مَا دَامَتِ الْأَرْوَاحُ فِيهِمْ فَقَالَ اللَّهُ فَبِعِزَّتِي وَجَلَالِي لَا أَبْرَحُ أَغْفِرُ لَهُمْ مَا اسْتَغْفَرُونِي “
Dari Abu Sa’id Al Khudri, dia berkata, Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Iblis berkata kepada Robbnya,’ Demi kemuliaan dan keagunganMu, aku senantiasa akan menyesatkan anak-anak Adam selama ruh masih ada pada mereka."
Maka Allah berfirman,’ Demi kemuliaan dan keagungan, Aku senantiasa akan mengampuni mereka selama mereka mohon ampun kepadaKu”. [HR Ahmad].
"Subhanallah ... Alhamdulillah .... Allahu Akbar .... "
*****
Pesan author.
Jadikan semuanya (cerita yang ada di novel ini) pelajaran yang berharga ya teman-teman karena sesungguhnya iblis sudah pernah berjanji di hadapan Allah untuk senantiasa mengganggu dan merasuki manusia selama roh masih ada di dalam jasadnya.
Tapi Allah juga sudah memberikan kita peringatan, perlindungan dan semua kebutuhan melalui ayat-ayat suci Al-Quran. "Iqra' (bacalah). Saya sering membaca ayat-ayat suci Al-Quran bersamaan dengan artinya dan seketika jiwa saya bergetar dan air mata saya menetes. Maha benar Allah, dengan segala firman-Nya.
Bersambung ....
Selain itu, jangan lupa bantu aku ya. Di kanan atas bagian cover ada 5 simbol bintang yang berderet. Tolong klik tanda bintang tersebut dan berikan penilaian kalian terhadap karyaku ini. Atas perhatiannya diucapkan terimakasih.
__ADS_1
Jangan lupa terus ikuti episode selanjutnya ya teman-teman. Tinggalkan komentar, klik like dan favorit untuk mendapatkan notifikasi selanjutnya 🤗
Plus beri aku dukungan dengan menekan tombol vote pada halaman terdepan. Vote dari teman-teman pembaca semuanya adalah semangat tersendiri bagi saya penulis. Semangat membaca 😘😘