ROH DAN KEMATIAN

ROH DAN KEMATIAN
RINDU


__ADS_3

Hari ini kami ke kampus bertiga seperti sekelompok bebek dewasa tanpa pemimpinnya. Bahagia, itulah kata yang tepat untuk mewakili perasaanku karena hari ini Ayah akan pulang dan itu artinya kami akan berkumpul kembali di rumah darah milik kami.


Rumah darah? iya ... rumah itu memang sangat menyakitkan dan banyak pertumbuhan darah. Tapi di sana juga tempat aku mendapatkan penglihatan ku. Di sana aku bisa merasakan kehangatan dari kakakku Tania dan di sana juga tempat aku mengingat semua bayangan tentang ibu dan juga si mbok.


Mbah Brahma pernah bilang, "Dimana pun kita tinggal tidak akan jadi masalah, termasuk di pinggir-pinggir kuburan. Yang jadi masalah adalah ketika kita tinggal di sebuah rumah atau hunian, tapi kita tidak pernah shalat dan beribadah di dalamnya."


Kata-kata tersebut memiliki arti yang luar biasa besar. Di luar sana, banyak orang yang mendirikan rumah megah dan dipagari dengan empat buah telur angsa atau biji besi serta beberapa jimat di setiap pentilasi jendela utama, tapi sebenarnya bukan itu. Ayat-ayat suci Al-Quran lah yang mampu melindungi dirimu, istrimu, anakmu, bahkan hartamu.


Sekarang di rumah itu akan ramai sekali, Rian juga mengajarkan anak-anak Pak Antok untuk mengumandangkan suara azan pada waktu subuh dan waktu maghrib. Bahkan kami juga sudah menyiapkan ruangan khusus untuk beribadah.


Kami membuka kembali gudang tua dan membersihkannya, lalu kami menggunakan sebagai gudang bersih. Sementara ruang gudang di atas, kami jadikan tempat untuk beribadah.


"Sarah, kita mau ke kantin dulu. Mau ikut?" tanya Rian saat kami tiba di depan kelas.


"Nggak deh, aku ke kelas aja ya. Rasanya lebih baik kakinya istirahat dulu."


"Ya sudah kalau gitu, nanti kita bawakan makanan dan minuman."


"Makasih ya, Rian."


"Sama-sama, nggak pake sungkan kali."


Aku kembali ke dalam kelas, sementara Rian dan Feli pergi ke kantin. Aku duduk di bangku yang biasa aku tempati dan aku berusaha untuk mengatur nafasku yang terasa berat. Kenapa ya jadi sesak sekali rasanya? tanyaku di dalam hati. Lalu tiba-tiba aku terbayang wajah Kak Rio.


"Hmmm ... ternyata aku sedang rindu," ucapku dengan suara yang kecil, lalu aku menyilangkan kedua tangan di atas meja dan aku meletakkan kepalaku di atas kedua tanganku.


"Aduh ... sorry banget," ucap Kenzi yang menabrak ujung meja belajar ku. Kenzi adalah salah stau teman sekelas ku yang terkenal songong.


"Iya nggak apa-apa kok. Kamu kenapa? matanya kok merah gitu?"


"Hah ... nggak tau lah. Sudah lebih dari satu bulan ini aku sama sekali nggak bisa tidur, bahkan mungkin nggak berani untuk tidur," ucapnya sambil menjambak-jambak rambutnya. Kenzi tampak frustasi dan dia berbicara hampir menangis. "Capek banget aku."


"Memangnya apa yang kamu rasakan?"


"Aku seperti dikejar-kejar oleh bayangan gelap yang tidak aku kenali dan aku merasa saat itu nyawaku terancam atau ada siksaan mistis yang menusuk hingga kedalam hati dan pikiranku sehingga aku tidak bisa dan tidak ingin untuk tidur," jelasnya hanya dalam satu nafas. Sepertinya ia memang sangat menderita.


"Apalagi?"


"Aku seperti melihat sosok yang aneh dan menyeramkan. Dia selalu menakuti dan membuntuti aku. Rasanya, sepanjang malam aku selalu bersama dengan nya."


"Kamu tidur seperti apa biasanya?"


"Ya ampun Sarah ... ya baring di atas ranjang terus pejam mata. Normal kan?"


"Nggak pake do'a?"


"Nggak sih ... tapi kadang pake juga sih."


"Jawaban seperti apa itu? terdengar aneh bagiku."


"Aku harus apa?"


"Coba kamu pakai tips dari aku! Mudah-mudahan bermanfaat."


"Ribet nggak sih?"


"Ya sudah kalau nggak mau," ucapku sambil kembali duduk dan membuang wajahku dari Kenzi.


"Jelasin dulu, Sarah! Please .... " ujar Kenzi sembari meletakkan tangannya yang dilipat di depan dada.


"Ya sudah, duduk dulu. Mumpung belum ramai di kelas."


"Baiklah," katanya sambil menarik kursi tidak jauh dariku.


"Tanpa disadari, setan ternyata mengganggu manusia saat tidur. Dream, saat malam merupakan saat penuh keutamaan. Seorang Muslim dianjurkan untuk beristirahat agar tenaganya pulih, sekaligus beribadah di sepertiga malam terakhir."


"Terus?"


"Tetapi, malam ternyata juga menjadi saat bagi para setan untuk menganggu manusia. Terutama ketika tidur, karena manusia dalam keadaan yang begitu lemah," ucapku dan Kenzi mulai terdiam serta menahan mulutnya.


"Gangguan setan tidak bisa diprediksi kapan datangnya dan seperti apa dampaknya. Sehingga, ada baiknya membaca ayat ini, yaitu Surat Al Baqarah ayat 255, sebelum tidur agar terhindar dari gangguan setan," ucapku, lalu aku mencatatkan ayat tersebut di selembar kertas putih bergaris melintang.

__ADS_1


"Allahu laa ilaaha illa huwal haiyul qaiyyum, laa takhudzuhuu sinatuw walaa nauum, lahu maa fii samaawaati wamaa fil 'ardhi, man dzalladzi yasyfau indahuu illa biidznih, yaklamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum, wa laa yukhiituuna bi syaiin min 'ilmihii illaa bimaasyaak, wasi'a kursiyyuhus samaawaati wal 'ardla, wa laa yauuduhuu hifdzuhumaa wa huwal 'aliyyul adziim."


Artinya:


"Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar."


"Kamu tau doa sebelum tidur kan, Kenzi?"


"Tau, kadang-kadang aku baca doa itu kok."


"Sekarang jangan kadang-kadang lagi!"


"Apa ada lagi?"


"Ada jika kamu ingin tidur malam dengan sempurna."


"Kok ditahan sih? kasih tau dong!!"


"Ntar kamu bilang ribet, Kenzi."


"Ya udah, maaf deh."


"Sebelum tidur, umat muslim memang di anjurkan untuk berdoa, meminta perlindungan dari hal-hal yang tidak diinginkan kepada Allah SWT. Selain itu dalam ajaran agama islam sendiri, umat muslim dianjurkan untuk berwudhu karna terdapat banyak keutamaan yang terkandung dalam sunnah berwudhu sebelum tidur ini."


"Wudhu biasanya kalau mau sembahyang, Bu," ujarnya sambil menekuk dahi.


"Pada dasarnya, wudhu tak hanya bisa dilakukan sebelum mendirikan salat, sebelum membaca Al Quran atau beribadah lainnya. Sebisa mungkin, wudhu sebaiknya dilakukan kapan pun dan dimana pun bahkan ketika seseorang tak akan mendirikan ibadah sekalipun. Diriwayatkan dari Ibnu Hibban, Rasulullah SAW bersabda,


"Barang siapa tidur di malam hari dalam keadaan suci (berwudhu) maka Malaikat akan tetap mengikuti, lalu ketika ia bangun niscaya Malaikat itu akan berucap, "Ya Allah ampunilah hamba mu si fulan, karena ia tidur di malam hari dalam keadaan selalu suci" (Hr. Ibnu Hibban & Ibu Umar r.a)."


"Waaahhh ... malaikat ya? cuma wudhu doang?"


"Tak hanya didampingi Malaikat selama tidur, berwudhu sebelum tidur juga memiliki banyak manfaat. Ada juga beberapa manfaat lainnya."


"Apa?? ayo kasih tau aku, Sarah."


"Menjaga kesehatan kulit wajah, memberikan perasaan tenang dan nyaman ketika tidur, Otot-otot di tubuh menjadi lebih santai, mencegah resiko terserang nya virus atau kuman yang berbahaya, mengatasi insomia dan yang paling penting nih semakin dekat dengan Sang Pencipta karena kita dalam keadaan suci atau bersih."


"Iya ... kalau masih belum nyaman dan belum bisa tertidur dengan pulas, coba kamu membaca ayat-ayat pendek yang kamu hafal sampai kamu benar-benar merasa ngantuk dan tertidur. Jangan cuma bayangin cewek-cewek cantik di kampus yang pakai baju ketat dan celana jeans doang!"


"Becandanya jelek."


"Lah, itu serius loh. Itu sebagian cara setan untuk menghasut anak cucu Adam untuk berbuat dosa."


"Apa hubungannya coba?"


"Habis ngayal, kamu langsung cari gadis untuk mengeluarkan lahar putih mu itu. Gimana nggak dosa?"


"Heheee. Iya, Sarah. Aku pernah melakukannya."


"Taubat kamu!!"


"Iya ... bawel ternyata kamu."


Aku dan Kenzi menghabiskan waktu untuk bercakap-cakap agak lama. Sebenarnya ini kali pertama aku dan Kenzi berdiskusi karena selama ini, dia merasa bahwa aku adalah gadis yang aneh sementara aku merasa bahwa dia adalah laki-laki yang menyebalkan.


"Permisi, kamu Sarah?" tanya seseorang yang tidak aku kenali.


"Iya, ada apa?"


"Maaf mengganggu, ini ada titipan dari seseorang," ujarnya sembari memberikan bunga mawar merah yang telah dibungkus rapi sejumlah 5 tangkai.


"Cie ... cie ... ternyata kamu punya pengagum rahasia ya?" olok Kenzi yang mulai menggila.


"Apa'an sih?" ucapku sambil menatap Kenzi.


"Maaf, tapi ini maksudnya apa ya Kak? maksudku, ini bunga dari siapa?"


"Kalau kamu mau tau, kamu harus jalan ke arah perpustakaan," ucapnya sambil tersenyum.


"Tapi kita mau masuk, Kak. Sebentar lagi dosennya juga datang."

__ADS_1


"Pak Andre?"


"Iya .... "


"Beliau nggak akan datang. Kebetulan beliau juga masuk ke kelas kita jam ke tiga, makanya saya bisa tau kalau dia nggak akan masuk hari ini."


"Ya sudah, pergi aja Sarah. Nanti kalau ada Dosen atau kondisi mendesak, aku jemput kamu," ujar Kenzi.


"Baiklah .... "


Aku jalan sendiri mengikuti petunjuk dari senior yang sama sekali tidak aku kenali. Aku baru saja melewati kelas ujung tidak jauh dari anak tangga dan tiba-tiba dari dalam kelas, muncul seseorang yang memberikan aku bunga mawar merah dalam jumlah yang sama seperti pertama kali tadi.


"Ini?" tanyaku sambil menerima bunga indah tersebut.


"Lanjut!!" ujarnya sambil mengarahkan matanya ke arah tangga atas.


Tanpa bertanya, aku langsung meniti anak tangga secara perlahan dan tidak ada yang aneh saat ini, kecuali beberapa orang yang menuruni anak tangga dan memberikan aku sekuntum bunga mawar merah tanpa duri.


Saat ini, kedua tanganku sudah terisi penuh. Jumlah bunga ini sangat banyak. Tapi aku masih belum mengerti maksud dan artinya serta siapa yang melakukannya untukku. Walaupun begitu, aku sangat merasa bahagia hingga sepanjang langkah, aku terus tersenyum kecil.


Siapapun itu, aku yakin dia sama sekali tidak berniat jahat padaku karena aku sama sekali tidak merasakan adanya sinyal buruk dari dalam hati maupun Nenek Nawang Wulan. Tapi aku sangat penasaran saat ini, hingga rasanya aku ingin berlari agar segera tiba di ujung ruang perpustakaan.


*****


Setibanya di depan perpustakaan, aku tidak menemukan siapapun. Aku bingung dan melihat sekelilingku hingga tubuhku berputar-putar. "Heeemh ... menyebalkan. Siapa sih yang yang sudah tega mengerjai aku?" tanyaku dengan suara yang pelan.


"Sayang .... " ucap seseorang dari arah belakang ku.


Aku sangat mengenali suara itu dan aku segera memutar tubuhku dan menatapnya dalam-dalam. "Kak Rio. Apa-apaan ini?" tanyaku dengan suara yang manja dari jarak yang cukup jauh.


"Coba hitung jumlah bunganya, Sarah!"


"17 tangkai, Kak. Ada apa?"


"Ini satu lagi," ujar Kak Rio sambil memperlihatkan bunga mawar putih yang sudah dibungkus plastik bening dari belakang punggungnya. "Jadi jumlahnya berapa?"


"18 tangkai, Kak," ucapku sambil menatap mata Kak Rio yang berbinar. "Ada apa?" tanyaku sekali lagi.


"Selamat ulang tahun ya, Sayangku."


"Ulang tahun? ulang tahun ... ya ampun, aku sampai lupa hari ulang tahunku, Kak."


"Selamat ulang tahun, Sarah. Tapi kali ini aku tidak akan mencium ataupun memeluk kamu. Mulai saat ini, sebisa mungkin aku tidak akan menyentuh kamu."


"Kenapa?" tanya ku mulai cemas dengan hati yang berdebar-debar.


"Karena aku sangat mencintai kamu dan aku ingin menjadikan kamu halal bagiku."


"Masya Allah .... " ucap ku dan tanpa terasa air mataku menetes.


"Skripsi ku sudah di ACC, aku siap wisuda dan bekerja. Setelah itu, aku akan melamar kamu, Sarah," ujar Kak Rio dari jarak tubuh yang cukup jauh dari tubuhku.


"InsyaAllah aku akan menjaga diriku dengan baik, Kak Rio."


"Aku percaya padamu, Sarah."


"Aku ingin memberikan ini kepadamu," kata Kak Rio sambil menyerahkan sebuah kotak berukuran sedang berwarna merah muda dan silver. "Jika kamu berkenan, pakailah .... "


"Iya, Kak. Aku mengerti."


"Doakan aku agar cepat berhasil, agar bisa segera melamar kamu, Sarah."


"Amin ... amin ... amin ... ya robbal alamin," ucapku sambil tertunduk dan menarik air hidungku, tapi aku dalam keadaan tersenyum.


Bersambung ....


Jangan lupa bantu aku ya. Di kanan atas bagian cover ada 5 simbol bintang yang berderet. Tolong klik tanda bintang tersebut dan berikan penilaian kalian terhadap karyaku ini. Selain itu, jangan lupa terus ikuti episode selanjutnya, tinggalkan komentar, klik like dan favorit untuk mendapatkan notifikasi selanjutnya 🤗.


Plus beri aku dukungan dengan menekan tombol vote pada halaman terdepan. Vote dari teman-teman pembaca semuanya adalah semangat tersendiri bagi saya penulis. Makasih dan semangat membaca 😘😘😘.


 

__ADS_1


__ADS_2