ROH DAN KEMATIAN

ROH DAN KEMATIAN
ADA APA?


__ADS_3

Jatuh cinta adalah perasaan kasih sayang yang timbul kepada orang lain. Setiap orang pasti mempunyai rasa cinta di dalam hatinya, baik itu cinta kepada Tuhan yang telah menciptakannya, cinta kepada orang tua, cinta kepada saudara, cinta kepada sahabat maupun cinta terhadap lawan jenis.


Dalam hal yang aku rasakan saat ini, mungkin yang agak berbeda dibanding rasa cinta yang lainnya yaitu cinta kepada lawan jenis.


Sebelum aku yakin bahwa dia juga mencintai ku, aku sudah terlanjur merasakan jatuh cinta yang membuat hati berbunga-bunga. Ada suatu perasaan ingin memiliki dan dimiliki oleh orang yang aku cintai.


Hatiku merasa bahagia saat berada di dekatnya dan hatiku menjadi gelisah jika dia sedetik saja hilang dari pandangamu. Apakah hal tersebut wajar dirasakan oleh orang yang sedang jatuh cinta? Siapapun yang mampu menjawabnya, tolong aku. Ucapku di dalam hati sambil memeluk bantal guling kesayanganku.


Aku mencoba untuk membuka Google demi mengetahui tentang diriku karena aku tidak mungkin menceritakannya kepada Ayah maupun Feli. "Bagaimana perasaan seseorang yang sedang jatuh cinta? " ucapku sembari mengetik chat di kolom pencarian.


"Saat kamu merasa jatuh cinta, terkadang ada suatu dorongan yang membuat kamu ingin mengungkapkan perasaan cintamu kepada orang yang kamu cintai. Namun, terasa sulit untuk mengungkapkannya. Ada perasaan malu, ragu, gelisah, bahagia yang bercampur menjadi satu. Jika tak diungkapkan, takutnya dia tidak akan mengerti perasaan yang kamu rasakan namun jika diungkapkan kamu bingung harus berbicara apa." ucapku dengan suara yang samar-samar terdengar ketika membaca penjelasan Mbah Google.


"Ha ha ha ha ha ha ha ha ha ... sah, aku memang sedang jatuh cinta padamu Rio. " Teriakku sambil sedikit menahan diri karena malu jika di dengar Ayah.


Pink


"Sudah bobok? " ucapku sambil tersenyum dan membaca chat dari Kak Rio yang baru saja masuk ke dalam hp-ku.


"Belum Kak, sebentar lagi. "


Pink


"Jangan bergabung ya ...! "


"Ya."


Pink


"Gitu aja balasnya??? "


"Maaf Kak, aku mulai mengantuk. " balas ku. Padahal aku tengah berdebar dan berbunga-bunga hingga aku terus aja tersenyum sendiri seperti orang gila.


Pink


"Kalu gitu, kita bobok yuk ... besok masuk pagi. "

__ADS_1


"Iya Kak. Oh iya ... makasih buat malam ini ya Kak. "


Pink


"He he he he he he he ... apa itu artinya aku diterima? "


"Eeeemmmmh .... "


Pink


"Please ... please ... please .... "


"Baiklah ... tapi aku beginilah keadaannya Kak."


Pink


"Aku mencintai kamu karena aku suka senyumanmu, hatimu, dan sikapmu. Untuk urusan sisi lain mu, aku anggap sebagai tantangan."


"Makasih ya Kak. "


Pink


"Iya kak, bay .... "


Pink


"Bay Sarah .... "


Aku meletakkan handphone ku di dekat dada karena aku merasa sangat bahagia bahkan sesekali aku mencium layar handphone ku seakan aku dengah mencium dahi Kak Rio. Sebenarnya aku ingin tidur tapi sebelumnya aku ingin memulai khayalanku tentang dirinya, agar aku dapat tidur dengan nyenyak malam ini.


Braaaak


Pas foto aku dan Ayah yang baru saja aku ganti bingkainya dan aku tempelkan kembali di dinding kamarku terjatuh dan kacanya pecah berderai di atas lantai kamarku. Hal ini membuat perasaanku tiba-tiba menjadi tidak menentu dan rasa bahagia serta nyaman yang baru saja aku dapatkan, seketika berubah menjadi rasa khawatir yang luar biasa hebat.


Apa sebenarnya yang terjadi? Aku yakin ini bukan kebetulan, mengingat hal ini sudah terjadi dua kali dalam waktu 7 hari secara terus menerus. Ucapku di dalam hati sembari membereskan pecahan kaca yang berserakan di atas lantai kamarku.

__ADS_1


Siap dengan membersihkan pecahan beling, aku langsung memperhatikan foto diriku dan Ayah yang sedang tersenyum bahagia. Perlahan, aku menyentuh wajah Ayah di dalam foto tersebut tapi ketika aku menggeserkan jari-jari tanganku, aku melihat darah cukup banyak keluar dari dalam fotoku dan Ayah.


Aku segera melemparkan foto itu cukup jauh dariku dan aku merangkak mundur dengan menggunakan kaki dan tangan ku seperti binatang berkaki empat. Gerakan ku semakin cepat hingga aku tidak menyadari bahwa tubuhku sudah membentur dinding kamar dan disaat yang bersamaan aku seperti kembali terbayang wajah ibuku secara terus menerus.


Wajah Ibu seakan berputar-putar di depan wajahku sehingga kedua bola mataku ikut bergerak memutar mengiringi gambaran wajah ibu dan itu membuat aku pusing hingga aku menggenggam kedua tanganku dengan erat untuk menghentikan gerakan putaran kedua bola mataku.


"Aagh ... aaagh ... aaaahhhh .... " ucapku setengah berteriak sambil memegang kedua sisi kepalaku dan menjambak rambutku cukup kuat.


Selain melihat wajah Ibuku, aku juga seakan-akan mendengar suara dan teriakan serta tawa Tante Rima. Rasanya ia sangat dekat sekali denganku. Heran, aku segera berdiri dan menatap sekitarku untuk meyakinkan diri bahwa Tante Rima tidak ada disini bersamaku.


"Ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha .... " Terdengar suara tawa puas Tante Rima yang terus-menerus di dalam kamarku hingga membuat aku berputar-putar sambil memperhatikan setiap jengkal sudut kamar, tapi aku benar-benar yakin jika dirinya tidak ada disini.


Tiba-tiba suara itu hilang, dan aku merasakan pusing yang luar biasa. Sambil mengatur nafasku kembali, aku terus mengawasi kamarku.


Sreeet sreeet sreeet sreeet sreeet sreeet sreeet sreeet sreeet sreeet sreeet sreeet sreeet sreeet sreeet sreeet ....


Terdengar suara sesuatu yang ringan dan tipis mengerut seperti sedang digenggam dengan kuat berkali-kali dalam waktu yang relatif lama.


Aku mencari sumber suara yang tipis namun terdengar jelas olehku. Tiba-tiba pandangan ku teralihkan pada satu titik, yaitu kertas foto yang memuat gambar tentang diriku dan Ayah.


Dengan sangat yakin, aku melihat kertas foto tersebut bergerak sendiri. Kertas itu membuka dan menutup, mengerut dan kembali lurus. Heran, aku berjalan perlahan dan mendekatinya.


Sekitar tiga langkah aku hampir dapat menyentuhnya. Tiba-tiba kertas foto tersebut bergerak mengerut dan memanjang kemudian terpelintir dengan sangat cepat. Bentuknya menyerupai jarum kertas raksasa dan saat itu aku mendapat firasat yang sangat buruk.


Hatiku mengajakku untuk berlari meninggalkan kamar ini, tapi aku malah terjatuh dan terduduk tidak mampu bergerak. Pada saat yang bersamaan, jarum kertas raksasa tersebut terbang ke arahku dan masuk ke dalam lubang telinga kananku lalu tembus ke lubang telinga kiriku.


"Aaakk ... aaakkk ... aaaakkk .... " Teriak ku demi membuang rasa sakit yang aku rasakan ketika jarum kertas tersebut melewati bahkan menembus kedua sisi lubang telingaku.


"Aaakk ... aaakkk ... aaaakkk .... " ucapku dengan mata yang melotot dan sepertinya bagian mataku hanya terlihat putihnya saja. Setelah itu, aku tidak tau lahi apa yang terjadi padaku. Aku seperti hilang bersama angin.


Bersambung....


Jangan lupa terus ikuti episode selanjutnya ya teman-teman. Tinggalkan komentar, klik like dan favorit untuk mendapatkan notifikasi selanjutnya 🤗


Plus beri aku dukungan dengan menekan tombol vote pada halaman terdepan. Vote dari teman-teman pembaca semuanya adalah semangat tersendiri bagi saya penulis. Makasih 😘😘

__ADS_1


__ADS_2