ROH DAN KEMATIAN

ROH DAN KEMATIAN
TEMANKU


__ADS_3

Semua sudah siap, siap untuk mengantar makanan ke rumah anaknya si Mbok, dan siap untuk menerima kedatangan tamu ku, Dila, Indah, dan keluarganya. Senang sekali rasanya dapat bertemu Indah dan Dila kembali karena ada banyak yang ingin aku ceritakan.


Pukul 14.00 wib. Dila, Indah dan keluarganya tiba di rumahku. Aku, Ayah dan Ibu menyambutnya dengan gembira. Seperti biasanya, kami berpisah tempat untuk mengobrol agar tidak mengganggu obrolan para orang tua.


Dila tampak biasa saja saat memasuki ruang keluarga yang bersebelahan dengan meja makan. Tapi tidak dengan indah, indah tampak gelisah dan melihat-lihat sekitar dengan pandangan yang tajam dan aneh.


" Hay Indah, lagi lihat apa sih?" tanya Dila.


" Nggak ada kok kak, hanya saja ada aura yang banyak di rumah ini seperti bercampur baur." saut Indah.


" Ndah, kita di sini buat senang-senang kan jadi jangan macam-macam. Lagi pula kita ke sini thu buat menghibur sarah." Berbicara sambil menahan volume suaranya tapi aku dapat mendengar percakapan mereka.


" Bagaimana kak Sarah bisa tinggal di rumah seperti ini ya kak? Indah tak mampu menghentikan celotehannya.


" Suuuuuuuut .... " Dila memajukan bibirnya dan menutup dengan jari telunjuk tangan kanannya.


Aku yang pura-pura tidak melihat mereka, tetap memperhatikan Dila dan Indah tanpa ingin bertanya, karena aku tidak ingin merusak suasana.


" Dila, Indah, ayo makan dulu tadi aku dan ibu sudah masak yang banyak dan spesial buat kalian berdua."


" Iya, oh iya Kak Sarah kapan mau main di rumah kami lagi? Sesekali tidur di sana bagus juga thu kak." ucap Indah.


" Iyaa Indah, nanti kalau ada waktunya ya. " ucapku sambil makan, kamipun bercerita panjang lebar tentang apapun. Sebenarnya itu hanya cerita ulat, maksud ku cerita kosong. Tapi sepanjang kami bercerita mata indah selalu tertuju pada arah gudang tua.


" Kak Sarah, pernahkan bermain dengan mereka?" tanya Indah sambil melihat arah gudang.


" Mereka siapa?" ujarku bingung.


" Aku juga tidak tau pasti tapi aku merasakan ada sesuatu atau seseorang yang rajin mendekatimu dan mendampingi kamu Kak Sarah." ucap Indah dengan mata yang hanya menuju satu arah pandang.


" Indah, kakak bilang apa tadi?"


" Habis aku penasaran Kak, aku pikir kak Sarah tau." ucap Indah sambil meruncing kan bibirnya.


" Aku ngak ngerti dan ngak pintar soal itu indah, pengen banget sih tau semuanya tapi aku nggak tau caranya dan takut juga."


" PANGGIL ROH SAJA. " sahut Indah cepat dengan suara yang dingin.


" Indaaaaaaaaahhh, mulai deeeeh." ucap Dila kesal.


" Bagaimana caranya? " Indah tidak menjawab pertanyaanku, tiba-tiba Indah menutup mulutnya rapat-rapat.


Melihat Indah membungkam mulutnya, Dila pergi keluar menemui Papa dan Mamanya tapi aku tidak tau pasti untuk apa. Saat Dila beranjak pergi, Indah membisikkan sesuatu padaku.


" Nanti kalau Kak Sarah main dan tidur di rumah aku kasih tau caranya, sekarang aku nggak bisa." ujarnya sambil berbisik-bisik dan aku hanya mengangguk-anggukkan kepalaku.


" Apa yang kalian bicarakan tanpa aku?" tanya Dila.


" Nggak ada kok Kak, hanya mengajak kak Sarah bermain dan tidur di rumah saja."


" Oooh, kalau itu ide bagus. Lagi pula kami tidak bisa berlama-lama Sarah, besok Papa ada urusan soalnya jadi kami harus pulang."


Pukul 16.30 wib, indah dan keluarganya pamit untuk pulang. Aku merasa sedih karena harus ditinggal teman-teman ku dan aku hanya bisa menunduk dan menahan kesedihan ku.


Saat Dila dan Indah sudah beranjak masuk ke dalam mobil, aku mengatakan sesuatu kepada Ayah. " Ayah, nanti kalau Ayah ada waktu, maukah Ayah mengantarkan aku main ke rumah Dila dan Indah?" ujarku bersuara lirih.


" Iya tentu saja nak." jawab Ayah dengan cepat.

__ADS_1


" Lalu, apakah aku boleh menginap di sana yah? "


" Tentu saja, asalkan Papa dan Mamanya Dila tidak keberatan."


" Mereka belum puas bertemu dan bermain, dan kami tidak keberatan kalau Sarah ingin menginap di rumah kami nanti." jawab Mama Dila dan Indah, kemudian aku langsung tersenyum.


Aku pun mengantarkan teman-teman ku hingga mobil mereka tak terlihat lagi. Satu pesan Indah yang aku ingat, Indah bilang hati-hati ya kak Sarah, jangan terlalu tidur larut malam, dan entah mengapa kata-kata sederhana dari indah tersebut membuatku takut.


Indah pun tak terlihat lagi, lalu aku memutuskan untuk segera masuk ke dalam rumah. Tapi saat aku membalikkan tubuhku, (aku melihat ke arah rumah tempat tinggal ku), seketika bulu-bulu tangan dan kuduk ku pun berdiri. "Mereka cepat sekali pulang, mungkin tidak nyaman disini." gumamku.


Saat aku masuk ke dalam rumah, aku melihat Pak Antok keluar dengan jinjingan kresek besar-besar, kemudian aku menghampirinya. "Apa itu pak? Kelihatannya berat sekali?"


"Ini Non, ini makanan buat acara di rumah almarhum si Mbok."


" Apa Pak Antok yang akan mengantarkannya sendiri?"


" Iya Non. "


" Kalau begitu aku ikut ya Pak. Sebentar, izin Ayah dan Ibu dulu. Tapi setelah antar makanan ini kita langsung pulang ya Pak, jangan menunggu malam." Pak antok menganggukkan kepalanya, lalu aku masuk ke dalam rumah untuk menemui Ayah dan Ibu.


Ayah dan Ibu mengizinkan ku untuk ke rumah si Mbok. Ayah berpesan pada Pak Antok untuk langsung pulang setelah mengantarkan makanan ini, Ayah juga menitipkan amplop kepada Pak Antok untuk diberikan kepada anak si Mbok.


" Hati-hati ya nak, jangan usil dan ngelamun apalagi bertindak sembarangan!" Ucap Ayah berpesan.


" Baik yah. "


" Hati-hati ya pak Antok, Sarah ...." ucap Ibu.


" Iya Ayah, Ibu, bay."


" By .... "


Bosan dengan situasi ini, aku berinisiatif untuk mengobrol dengan Pak anton. "Pak, pak Antok sudah lama bekerja dengan Ayah dan ibu?"


" Lumayan Non, sekitar 15 tahunan gitu kalau ngak salah Non."


" Waaah, sudah lama sekali itu pak. "


" Iya Non, pertama kali kerja waktu itu saya disuruh mengantarkan Non Sarah ke rumah Paman dan Bibik." tukasnya.


" Bapak yang mengantarkan aku? Bukan Ayah dan Ibu? "


" Bukan Non, waktu itu Ayah si Non sedang marah besar sama Ibu."


" Gimana ceritanya pak? "


" Saya ingat betul, waktu itu saya ditelpon dan diminta masuk kerja, saya tiba di rumahnya Non sekitar jam 11.00 wib."


"Kemudian Tuan meminta saya untuk mengantarkan Non Sarah ke rumah adiknya. disaat yang bersamaan saya dengar Ibu menangis keras seperti histeris gitu Non, tapi terus terang saya tidak tau penyebabnya Non dan saya juga nggak berani tanya. "


" Waktu itu Tuan juga menitipkan amplop tipis sekali Non, kayaknya berisi surat tapi saya nggak berani buka dan baca. Enggak sopan to Non? Setelah mengantarkan Non Sarah, saya langsung pulang."


" Malam itu saya menginap di rumah Tuan. saya lihat si Mbok sibuk sekali membawakan air minum dan sebotol obat tapi nggak tau obat siapa? Nggak berani nanya Non."


" Besok paginya saya pas mau cuci mobil lihat Nyonya ,pucat sekali sedang duduk di halaman depan rumah, nggak ada senyum di wajahnya. Saya pikir karena Non Sarah pergi, jadi wajar kalau Tuan dan Nyonya sedih begitu non."


" Tapi ada kejadian rada aneh waktu itu Non, waktu saya mau cuci mobil saya lihat tuan sibuk bersih-bersih di gudang bawah itu lho Non." Pak Antok terus bercerita sepanjang jalan.

__ADS_1


" Gudang bawah?"


" Gudang yang dekat sumur itu loh Non".


" Iya pak, terus apa lagi pak?"


" Pak Antok mulai ragu untuk menceritakan kelanjutannya. Apa yang Bapak sembunyikan?" tanyaku menyelidik.


" Itu Non, tuan seperti mengepel dan merapikan pakaian-pakaian anak gitu, mungkin itu pakaian Non Sarah."


" Pak Antok tolong jujur sama saya ya, karena saya ingin tau."


" Iya Non. "


" Selama Bapak bekerja dengan Ayah, pernahkan Bapak melihat hal-hal aneh pada sikap Ayah? "


" Saya bingung jawabnya Non."


" Kenapa harus bingung pak? "


" Karena selama ini sikap Tuan nggak ada yang aneh Non, aktivitas juga biasa saja palingan dua minggu sekali Tuan dan Nyonya pergi dari pagi terus sorenya sudah pulang. Saya tidak tau kemana Non, karena ngak pernah diajak."


" Kalau di rumah pernah ngak pak ketemu yang aneh-aneh? "


" Dulu saya sering sih Non dengar suara-suara anak kecil menangis di rumah tapi pas saya cari tidak ada orangnya. Saya pikir siapa yang nangis? Kan Non Sarah tidak di sini? Terkadang suara anak kecil tertawa dan berlari-lari di ruang tengah Non. Maaf Non, kenapa tanya begitu?"


" Ngak papa Pak, hanya saja saya sering mengalami hal yang aneh-aneh Pak, ya seperti yang Bapak sebutkan tadi salah satunya Pak."


" Tapi Non kata orang tua zaman dulu, setiap tempat mesti ada penunggunya. Jadi bisa saja mereka memang sudah ada sejak dulu-dulu sebelum kita ada."


" Iya ya Pak, benar juga thu."


" Kita hampir tiba Non."


Saat mobil kami tiba di halaman rumah si Mbok, kami langsung di sambut hangat di sana oleh anak-anaknya si Mbok. Aku langsung masuk ke rumah dan duduk di kursi tamu. Sedangkan Pak Antok menurunkan makanan yang di bawa tadi bersama dengan anak-anak si Mbok yang lainnya.


" Non, silahkan di minum ...!" Seperti suara si Mbok, gumamku.


Aku langsung melihat ke sumber suara tapi tidak ada siapapun namun ada air minum di atas meja tempat aku duduk, teh hangat kesukaanku. Hal ini sontak membuat keningku berkerut tapi aku tidak ingin berpikir macam-macam. "Ini masih siang." ucapku di dalam hati.


Aku memandangi sekitarku, ramai sekali orang yang sedang mempersiapkan acara mendo'a nanti malam.


Braaak


Sebuah album usang jatuh dari bawah meja tempat aku duduk. Kemudian aku meletakkan album foto itu lagi ditempat semula.


Tidak lama, album itu jatuh lagi, aku pura-pura tidak tau. Entah kenapa tapi rasanya aku tidak ingin menyentuh album tersebut.


Tak tak tak tak tak


Aku mendengar suara aneh dari dalam album tersebut. Seperti ada seseorang yang mengetuk-ngetuk album dengan sengaja tapi tidak ada siapa-siapa di sini kecuali aku.


Merasa aneh dan tidak nyaman, aku berdiri untuk meninggalkan ruangan ini. Tapi tanpa sengaja kakiku menyentuh album itu lagi dan membuatnya terlempar ke sudut tembok kemudian terbuka.


Saat aku berdiri dan ingin menutup albumnya, aku melihat foto si Mbok sedang duduk sambil memangku dua orang gadis kecil. " Ini, sepertinya aku mengenalinya, yang satunya adalah Tania. Tapi siapa gadis yang satunya lagi?" ucapku berbicara dengan suara yang kecil.


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa terus ikuti episode selanjutnya ya teman-teman. Tinggalkan komentar, klik like dan favorit untuk mendapatkan notifikasi selanjutnya.


Plus beri aku dukungan dengan menekan tombol vote pada halaman terdepan. Makasih 😘


__ADS_2