ROH DAN KEMATIAN

ROH DAN KEMATIAN
MENGHAMPIRI MISTERI


__ADS_3

Teriakku semakin kencang seiring dengan rasa takutku yang besar. Seseorang yang tidak aku kenali masuk ke dalam ruangan dimana aku terjatuh dan tergeletak.


"Ayo pergi dari sini! ayo ayo ...." Seraya mengangkat tubuhku yang semakin melemah. Dengan langkah yang terseok-seok aku pergi meninggalkan ruang itu dibantu oleh pak tua yang tidak aku kenali.


Hah hah hah hah hah hah hah hah hah hah (suara nafasku yang terengah-engah). Aku berusaha mengatur nafasku sambil melangkahkan kaki ke kamarku.


Setibanya di kamar, aku melihat Ayah sedang mondar-mandir tidak tenang, aku segera menyapa mendekat dan menyapanya dengan tampilan ku yang kacau. "Ayah .... "


"Sarah ... dari mana saja nak?" Sambil memandangku dengan wajah yang kebingungan dan menekuk dahinya.


"Aku, aku baru dari ruang belakang sana yah." Sambil menunjuk ke arah di mana tadi aku pergi.


"Ayo masuklah Sarah." Ayah sambil memegang tanganku dan menyuruh ku duduk di kursi sebelah ranjang. " Ayo ceritakan pada Ayah apa yang baru saja terjadi Sarah? " Sambil terus menatapku.


Dengan tergesa-gesa aku mulai menceritakan setiap kejadian secara detil kepada Ayah, Ayah pun berusaha menjadi pendengar yang baik untukku. "Lalu, sekarang di mana laki-laki yang kamu ceritakan itu nak? " Tanya ayah dengan heran padaku


"Tadi beliau ada bersamaku yah, tapi sekarang aku tidak tau dimana." Jawabku dengan wajah yang sama bingungnya dengan Ayah.


"Hah ... ya sudah." Kata ayah berusaha menerima semua perkataanku sambil membuang nafasnya yang panjang. "Apa kamu sudah mengucapkan terimakasih padanya Sarah?"


"Belum yah, aku belum sempat, semoga besok aku bertemu kembali dengannya." Ujarku sambil menghapus peluh di dahiku.


Pukul 02.00 wib. Aku sangat lelah, Ayah berjanji untuk menjagaku malam ini dan aku tidur nyenyak dalam waktu yang terbatas. Tapi itu cukup asal nyenyak, ucapku di dalam hati.


Pagi menjelang, dari jendela aku melihat Ayah sedang berbicara kepada seseorang yang tidak dapat aku lihat dari sini. Ayah tampak serius, sesekali ayah memegang kepalanya dan memukul-mukulnya perlahan.


Penasaran, aku langsung berdiri dan mendekati Ayah tapi ketika aku sampai di ujung pintu lelaki itu sudah pergi dan Ayah juga berjalan masuk ke dalam kamar. Siapa orang itu? aku tidak dapat melihat wajahnya dan apa yang tengah Ayah bicarakan dengannya? aku jadi penasaran.


"Sarah ... ini hari Minggu. Dokter visit tidak datang hari ini, padahal ayah berharap kmu bisa segera pulang." Ucap Ayah

__ADS_1


Sambil memegang kepalaku. "Terus terang saja Sarah, sebenarnya ayah sangat khawatir dengan beberapa kejadian yang menimpamu. Ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang pemalu, pendiam dan tidak bahagia." Ujar ayah


"Besok pagi, kalau memang keadaanmu sudah membaik. Ayah akan meminta kepada Dokter untuk mengizinkanmu rawat jalan saja ya nak?" Ucap ayah dengan wajah khawatir. Tidak ingin membantah ayah, aku segera mengangguk-anggukkan kepalaku.


Semalaman ini ayah selalu berada di sisiku. Aku yakin ada hal yang disembunyikan ayah, dan aku dapat merasakannya. "Nanti sore Ayah keluar sebentar ya Sarah. Kamu ingat pak Antoni?" Tanya Ayah


"Papanya indah kan yah? " Jawabku


"Iya, ayah dan pak Antoni ada sedikit urusan. Pak Antoni butuh bantuan Ayah, tapi Ayah janji tidak akan lama kok Sarah dan ayah juga sudah meminta pak Antok untuk segera kesini. Dia akan menemanimu nak, dan ayah minta kamu tidak lagi kemana-mana." Ayah berkata sembari memasang wajah yang serius


Pukul 13.00 wib. Ayah memintaku untuk istirahat dan tidur, akupun mengikuti keinginan Ayah.


_________________________


Pukul 16.00 wib. Aku terbangun dan memutuskan untuk segera membersihkan diri. Sudah rapi, aku duduk kembali di atas ranjang ku. Seperti orang bodoh, aku berdiam diri tanpa ada yang menemani.


Pukul 17.15 wib. Tiba-tiba aku teringat kembali tentang perjalananku tadi malam dan bulu kudukku langsung berdiri. "Ruangan itu, hantu wanita itu, semua tampak sangat menyeramkan. " Tapi apa hubungannya perawat Isabela dengan hantu wanita tersebut? bertanya di dalam hati.


Penasaran, aku ingin melihat ruangan itu sekali lagi. Bukan ingin mengecilkan perkataan Ayah, tapi aku merasa aku harus kembali ke sana. Baiklah, aku memang bukan detektif tapi aku sangat ingin tau.


Aku memutuskan untuk pergi melihat ruangan itu sekali lagi. Rasanya aku sangat mengingat dengan baik jalan menuju ruangan menakutkan tersebut. Aku tidak menyangka, di rumah sakit se-elit ini, masih ada ruangan yang tidak terurus seperti itu.


Perlahan aku mulai melangkahkan kaki keluar dari kamarku, melihat ke sana dan kesini karena aku takut Ayah menangkap aku. Bagaimana ya? akukan sudah berjanji tidak lagi berjalan-jalan di luar kamarku. Semoga Ayah tidak tau. Batinku


Aku memasuki belokan pertama, semua masih terlihat biasa-biasa saja dan bersih. aku melanjutkan langkahku ke terowongan sebelah kiri jalan yang paling ujung, dari sini sampah mulai berserakan.


Lantai ini sepertinya tidak pernah terjamah oleh tangan petugas kebersihan rumah sakit ini, gumamku. Tapi rasanya tadi malam itu cukup bersih, apa aku yang salah jalan ya? aku mengkerutkan dahiku sambil terus melangkah maju.


Aku tiba di depan pintu ruangan dimana aku terjatuh dan bertemu kakek tua yang tiba-tiba menghilang entah kemana. Ada rasa bergetar di dalam hatiku, kali ini aku ragu.

__ADS_1


Jantung ku tiba-tiba berpacu sendiri dengan cepat tanpa alasan yang jelas. Keringat dingin mulai mengucur dari dahi ku, ini tidak baik ucapku di dalam hati.


Aku memutuskan untuk tidak melanjutkan langkahku. Tapi pada saat aku membalikkan tubuhku, kakek misterius yang semalam menolongku, sudah berada tepat di hadapanku.


Hah, aku terkejut dan mundur satu langkah.


"Kakek ini, apa yang sedang kakak lakukan? dan sejak kapan Kakek berada di sini? " Aku bertanya untuk menghilangkan rasa gugup ku serta untuk memecah keheningan.


"Kamu sebaiknya kembali ke kamarmu nduk, jangan ikut campur. Jaga dirimu baik-baik, di dunia ini memang selalu ada baik dan buruk. Kadang kita sudah baik dan tidak mengganggu orang lain tapi orang lain tetap menyakiti kita. Biarlah, tinggalkan dia sendiri terkubur dalam penderitaan. Itu semua adalah takdirnya." Ucap sang kakek dengan nada yang datar dan tatapan dingin


"Iya Kek. " Sambil mencuri pandang ke ruangan berpintu di pojokan.


"Mari, aku antar kamu agar perjalananmu aman dan tentram nduk, sambil mundur seakan memberikan aku jalan untuk kembali ke ruangan ku."


Setibanya di ujung masuk terowongan kotor ini, Kakek memintaku untuk pulang sendiri. aku bertanya mengapa? dan Kakek mau kemana?. Kemudian sang kakek menjawab. "Ada yang perlu saya kerjakan nduk. Pergilah ...! "


Aku pun kembali melangkahkan kaki ku ke kamar dengan cepat. Di sepanjang perjalanan aku melihat beberapa perawat yang memperhatikanku tapi mereka tidak bertanya dari mana saja aku.


Tatapan mereka yang tajam dan dingin membuat aku bingung dan bertanya-tanya sendiri di dalam hati. Ada apa? mengapa? dan bagaimana?.


Aku tiba di kamar dengan perasaan yang tidak menentu. Dengan sigap aku mengistirahatkan tubuhku di atas ranjang sambil meletakkan tangan kananku di atas dahi.


Sejak kembali ke rumah itu, aku merasa ada yang aneh pada diriku. Apa aku ini sudah tidak waras lagi? aku memejamkan mata untuk menenangkan pikiranku. Lalu tiba-tiba bayangan hantu perempuan di ruangan itu, kembali menyiksaku


Bersambung....


"Maaf episode ini jadi sangat lamban lulus review karena ada gambarnya. Jadi saya putuskan untuk membuang gambar tersebut. Makasih buat para pembaca yang sudah sabar menanti up dari saya. "


Jangan lupa terus ikuti episode selanjutnya ya teman-teman. Tinggalkan komentar, klik like dan favorit untuk mendapatkan notifikasi selanjutnya.

__ADS_1


Plus beri aku dukungan dengan menekan tombol vote pada halaman terdepan. Vote dari teman-teman pembaca semuanya adalah semangat tersendiri bagi saya penulis. Makasih 😘😘😘


__ADS_2